
Banjarnegara — Peserta Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MTs Negeri 1 Banjarnegara Tahun Ajaran 2026/2027 mengikuti sesi materi Sarana dan Prasarana (Sarpras) serta Program ASRI dan Ekoteologi pada hari kedua pelaksanaan MATAMUDA, Selasa (14/7). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Darul Ulum Madtsansa tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta didik baru bersama pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) yang bertugas mendampingi selama kegiatan berlangsung.
Materi disampaikan oleh Tim Sarana dan Prasarana MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Surya Widhi Prakosa. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta untuk mengenal berbagai fasilitas yang dimiliki madrasah sekaligus memahami pentingnya menjaga dan merawat seluruh aset bersama sebagai bentuk tanggung jawab warga madrasah.
H. Surya menjelaskan bahwa sarana merupakan perlengkapan yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran, seperti buku, komputer, dan alat peraga. Sementara itu, prasarana adalah fasilitas fisik yang mendukung kegiatan belajar, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, hingga Masjid Darul Ulum.
Para peserta diperkenalkan dengan berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan Madtsansa, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, ruang musik, lapangan olahraga, ruang UKS, ruang Bimbingan Konseling, ruang OSIM dan MPK, hingga berbagai ruang layanan lainnya. Tidak hanya mengenalkan fungsi setiap ruangan, pemateri juga menjelaskan etika dalam menggunakan fasilitas tersebut, seperti menjaga kebersihan, tidak mencoret fasilitas, menjaga ketenangan di perpustakaan, mengembalikan buku tepat waktu, serta menggunakan seluruh sarana secara bertanggung jawab.
Pada sesi yang sama, H. Surya juga mengangkat Program ASRI dan Ekoteologi sebagai budaya yang terus dikembangkan di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ia mengajak seluruh peserta didik baru untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan karakter seorang pelajar madrasah. Menurutnya, menjaga kebersihan, menghemat penggunaan air dan listrik, membuang sampah pada tempatnya, serta merawat tanaman merupakan wujud nyata rasa syukur kepada Allah Swt. sekaligus implementasi nilai-nilai ekoteologi yang menjadi salah satu ciri pendidikan di Madtsansa.
“Madrasah ini adalah rumah kedua bagi kita semua. Seluruh fasilitas yang tersedia merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Semakin baik kita merawat sarana dan prasarana, semakin nyaman pula proses belajar yang akan kita jalani. Begitu juga dengan Program ASRI dan Ekoteologi, kami berharap peserta didik baru memiliki kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari akhlak seorang muslim,” ujar H. Surya Widhi Prakosa.
Untuk menambah semangat peserta, sesi materi diakhiri dengan permainan edukatif Amazing Race Madtsansa yang mengajak peserta mengenal denah dan berbagai ruangan di lingkungan madrasah secara menyenangkan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menguatkan pemahaman peserta mengenai letak serta fungsi fasilitas yang tersedia di MTs Negeri 1 Banjarnegara.
Ketua OSIM MTs Negeri 1 Banjarnegara, Tessa, mengatakan bahwa materi sarana dan prasarana menjadi bekal penting bagi peserta MATAMUDA agar sejak hari pertama mereka memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan madrasah.
“Kami ingin adik-adik tidak hanya mengetahui letak setiap ruangan, tetapi juga memahami bagaimana cara menggunakan fasilitas dengan baik. Budaya menjaga kebersihan dan peduli lingkungan akan lebih mudah tumbuh jika dimulai sejak kegiatan MATAMUDA,” ungkapnya.
Salah seorang peserta MATAMUDA, Fathan, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti sesi tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat mudah dipahami karena disertai penjelasan mengenai fungsi setiap ruangan serta contoh perilaku yang harus dilakukan ketika memanfaatkan fasilitas madrasah.
“Saya jadi tahu fasilitas di Madtsansa ternyata sangat lengkap. Yang paling saya ingat adalah kita harus ikut menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas karena semuanya dipakai bersama,” katanya.
Senada dengan itu, peserta lainnya, Gibran, mengaku semakin termotivasi untuk ikut menjaga lingkungan madrasah setelah memahami Program ASRI dan Ekoteologi.
“Saya merasa kegiatan ini membuat kami lebih peduli terhadap lingkungan. Mulai sekarang saya ingin membiasakan membuang sampah pada tempatnya, menghemat listrik, dan ikut menjaga kebersihan agar madrasah tetap nyaman untuk belajar,” ujarnya.
Melalui materi Sarana dan Prasarana serta Program ASRI dan Ekoteologi, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap seluruh peserta MATAMUDA tidak hanya mengenal lingkungan belajar mereka, tetapi juga menumbuhkan karakter disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap fasilitas dan kelestarian lingkungan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik baru untuk tumbuh sebagai generasi Madtsansa yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berwawasan lingkungan. (Lin)
