Semangat Kebangsaan dan Moderasi Beragama Menggema di Hari Keempat MATAMUDA Madtsansa

Banjarnegara — Semangat cinta tanah air, bela negara, dan sikap moderat dalam beragama menjadi bekal penting yang ditanamkan kepada seluruh peserta Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MTs Negeri 1 Banjarnegara pada hari keempat, Kamis (16/7). Bertempat di Masjid Darul Ulum Madtsansa, ratusan peserta mengikuti sesi materi Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, dan Moderasi Beragama dengan penuh antusias.

Materi disampaikan oleh Wakil Kepala Urusan Kehumasan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Linara, yang membawakan paparan secara komunikatif, interaktif, dan penuh semangat. Sejak awal kegiatan, suasana kelas dibuat hidup melalui ice breaking bertajuk Tebak Cepat Moderasi yang mengajak peserta mengenali sikap toleran dan penuh kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Linara menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang yang mengambil jalan tengah (wasathiyah), yakni teguh menjalankan ajaran agama tanpa mengabaikan penghormatan terhadap perbedaan. Menurutnya, sikap tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda Indonesia yang hidup di tengah masyarakat yang majemuk.

“Sebagai pelajar Madtsansa, kalian harus bangga menjadi bagian dari Indonesia yang kaya akan keberagaman. Menjadi moderat bukan berarti mengurangi keyakinan, tetapi justru menunjukkan kedewasaan dalam beragama dengan tetap menghormati orang lain. Cinta agama dan cinta tanah air bukan dua hal yang bertentangan, tetapi saling menguatkan,” ujar Linara.

Ia juga mengajak peserta memahami empat indikator moderasi beragama yang dicanangkan Kementerian Agama RI, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal yang tidak bertentangan dengan nilai agama.

Tak hanya menyampaikan teori, Linara mengajak peserta berdiskusi melalui simulasi berbagai persoalan yang mungkin ditemui di lingkungan sekolah. Para peserta diminta mencari solusi terbaik terhadap perbedaan pendapat, keberagaman latar belakang teman, hingga cara mencegah perundungan melalui pendekatan toleransi dan saling menghargai.

“Madrasah harus menjadi rumah yang aman bagi semua. Tidak ada tempat bagi perundungan, kebencian, ataupun sikap yang merendahkan orang lain. Kalian adalah generasi yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, mulailah menjaga kerukunan dari lingkungan kelas, dari ucapan, hingga tindakan sehari-hari,” tambahnya.

Sesi semakin menarik ketika peserta mengikuti kuis interaktif dan tanya jawab mengenai empat indikator moderasi beragama serta empat pilar kebangsaan Indonesia. Beberapa peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan apresiasi dari pemateri.

Salah seorang guru pendamping MATAMUDA sekaligus guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pratiwi, menilai materi tersebut sangat relevan diberikan kepada peserta didik baru yang sedang memasuki lingkungan madrasah.

“Usia remaja merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan karakter. Melalui materi ini, peserta belajar bahwa menjadi warga negara yang baik bukan hanya memahami Pancasila dan UUD 1945, tetapi juga mampu menghargai perbedaan, menjaga persatuan, serta menolak segala bentuk kekerasan. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi fondasi mereka selama belajar di Madtsansa,” ungkap Pratiwi.

Ia berharap materi tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta MATAMUDA, Azzam, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru tentang arti mencintai tanah air dan pentingnya menjaga persatuan.

“Saya jadi tahu kalau bela negara bukan hanya menjadi tentara. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik sekolah, menghormati teman yang berbeda pendapat, dan tidak melakukan bullying juga termasuk bentuk bela negara. Materinya seru karena banyak permainan dan diskusi sehingga tidak membosankan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Nadine, yang merasa semakin memahami makna moderasi beragama sebagai sikap yang harus dimiliki setiap pelajar.

“Yang paling saya ingat adalah ketika Bu Linara mengatakan bahwa kita harus teguh pada keyakinan tetapi tetap menghormati orang lain. Saya juga senang karena diajak berdiskusi sehingga kami bisa menyampaikan pendapat dan belajar mendengarkan teman. Semoga kami bisa menerapkan sikap toleransi itu selama belajar di Madtsansa,” katanya.

Melalui sesi Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, dan Moderasi Beragama ini, MATAMUDA MTs Negeri 1 Banjarnegara tidak hanya mengenalkan lingkungan madrasah kepada peserta didik baru, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat kebangsaan yang kuat, sikap toleran, serta komitmen menjaga persatuan, diharapkan lahir generasi Madtsansa yang religius, moderat, berintegritas, dan siap menjadi pelajar yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara. (Fy)