Gali Potensi BTQ Sejak Hari Pertama, MATAMUDA MTs Negeri 1 Banjarnegara Petakan Kemampuan Baca Al-Qur'an Murid Baru

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter religius peserta didik sejak awal mereka menginjakkan kaki di madrasah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penggalian potensi baca tulis Al-Qur’an (BTQ) yang diikuti seluruh peserta Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Rabu (15/7).

Kegiatan yang berlangsung di ruang-ruang kelas dan Masjid Darul Ulum Madtsansa ini menjadi bagian penting dari rangkaian MATAMUDA. Seluruh peserta secara bergiliran mengikuti pemantauan kemampuan membaca Al-Qur’an oleh tim pengajar BTQ MTs Negeri 1 Banjarnegara. Dengan suasana yang tertib dan kondusif, para murid baru membaca beberapa potongan ayat Al-Qur’an di hadapan penguji yang kemudian mencatat hasil kemampuan masing-masing peserta.

Ketua Panitia MATAMUDA, Ikhsanudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan merupakan tes untuk menentukan kelulusan maupun penilaian akademik, melainkan sebagai langkah awal dalam memetakan kemampuan baca tulis Al-Qur’an setiap murid sehingga madrasah dapat memberikan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Penggalian potensi BTQ ini menjadi salah satu program penting dalam MATAMUDA. Kami ingin mengetahui kemampuan awal setiap peserta didik dalam membaca Al-Qur’an sehingga nantinya pembelajaran BTQ dapat dilaksanakan secara tepat sasaran. Dengan pemetaan ini, guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing murid,” jelas Ikhsanudin.

Ia menambahkan bahwa MTs Negeri 1 Banjarnegara memiliki komitmen kuat dalam membentuk generasi yang unggul tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid.

“Kami berharap seluruh murid baru memiliki semangat untuk terus belajar. Bagi yang sudah lancar dapat semakin meningkatkan kualitas bacaannya, sedangkan yang masih perlu bimbingan akan mendapatkan pendampingan secara bertahap melalui program BTQ Madtsansa,” imbuhnya.

Perwakilan tim pengajar BTQ MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Umi Mahmudah, mengatakan bahwa proses pemetaan dilakukan secara santai agar peserta tidak merasa tertekan ketika membaca Al-Qur’an di hadapan penguji.

“Kami berusaha menciptakan suasana yang nyaman sehingga anak-anak dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Yang kami nilai bukan hanya kelancaran membaca, tetapi juga makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, serta kefasihan mereka dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an,” tutur Hj. Umi Mahmudah.

Menurutnya, hasil pemetaan akan menjadi dasar penyusunan kelompok pembelajaran BTQ sehingga proses pembinaan dapat berlangsung lebih efektif.

“Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang sudah sangat baik, ada pula yang masih memerlukan pendampingan dasar. Justru di sinilah fungsi pemetaan ini, agar seluruh murid memperoleh layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya sehingga perkembangan mereka dapat dipantau secara optimal,” jelasnya.

Senada dengan itu, anggota tim BTQ, Hj. Kun Hidayati, menyampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan fondasi penting bagi pendidikan di madrasah. Oleh karena itu, penguatan BTQ menjadi salah satu prioritas pembinaan karakter religius di MTs Negeri 1 Banjarnegara.

“Kami ingin memastikan setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Tidak perlu merasa minder apabila kemampuan membaca masih belum lancar karena madrasah telah menyiapkan pembinaan secara berkelanjutan. Yang paling penting adalah kemauan untuk belajar dan terus memperbaiki bacaan Al-Qur’annya,” ungkap Hj. Kun Hidayati.

Antusiasme juga tampak dari para peserta MATAMUDA. Kezia mengaku awalnya merasa gugup saat harus membaca Al-Qur’an di hadapan guru penguji. Namun, keramahan para guru membuat dirinya menjadi lebih percaya diri.

“Awalnya saya deg-degan karena baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini di madrasah. Tetapi ustazah yang menguji sangat ramah sehingga saya bisa membaca dengan lebih tenang. Semoga saya bisa terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an selama belajar di Madtsansa,” ujar Kezia.

Hal serupa disampaikan Kimora. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan motivasi untuk semakin rajin belajar membaca Al-Qur’an.

“Saya senang karena kegiatan ini membuat kami mengetahui bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an itu sangat diperhatikan di Madtsansa. Saya jadi semakin semangat untuk belajar agar bacaan saya semakin baik dan benar,” katanya.

Melalui kegiatan penggalian potensi BTQ ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara tidak hanya menyambut kehadiran murid baru, tetapi juga meneguhkan komitmennya dalam membangun generasi Qurani yang berakhlak mulia. Hasil pemetaan kemampuan baca tulis Al-Qur’an tersebut akan menjadi pijakan bagi pelaksanaan program pembelajaran BTQ selama para peserta menempuh pendidikan di Madtsansa, sehingga setiap murid dapat berkembang sesuai potensinya dan semakin mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. (Fy)