Bangun Citra Madrasah di Era Digital, Tim Humas Madtsansa Bekali Peserta MATAMUDA dengan Literasi Publikasi Positif

Banjarnegara — Memahami pentingnya membangun citra lembaga pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, MTs Negeri 1 Banjarnegara menghadirkan sesi materi kehumasan bertajuk “Membangun Citra di Era Digital” dalam rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis (16/7). Bertempat di Masjid Darul Ulum Madtsansa, sesi ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta MATAMUDA yang tampak aktif menyimak paparan dari Tim Humas Madtsansa.

Materi disampaikan secara kolaboratif oleh seluruh Tim Kehumasan MTs Negeri 1 Banjarnegara yang dipimpin Wakil Kepala Urusan Humas, Linara, didampingi Abdul Majid, Hani Farkhatun, Prawit Widi Susanti, serta Fitriyanto. Masing-masing narasumber memaparkan tugas, strategi, hingga inovasi kehumasan yang telah dijalankan Madtsansa dalam membangun reputasi madrasah melalui berbagai media komunikasi.

Dalam pemaparannya, Linara menjelaskan bahwa kehumasan bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan menjadi jembatan yang menghubungkan madrasah dengan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka, cepat, dan bertanggung jawab.

“Kehumasan adalah wajah sebuah madrasah. Apa yang kita lakukan, bagaimana kita berkomunikasi, hingga bagaimana kita memanfaatkan media digital akan membentuk kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap siswa juga memiliki peran sebagai duta positif Madtsansa, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial,” jelas Linara.

Ia juga mengenalkan berbagai platform digital resmi yang dimiliki MTs Negeri 1 Banjarnegara, mulai dari website madrasah, Instagram, TikTok, hingga podcast Madtsansa Ada Apa? yang menjadi media penyebarluasan informasi, prestasi, dan inspirasi bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Prawit Widi Susanti mengajak peserta memahami pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi dan menggunakan media digital secara bijaksana.

“Jejak digital tidak pernah benar-benar hilang. Karena itu, sebelum mengunggah sesuatu, pikirkan apakah konten tersebut membawa manfaat atau justru merugikan diri sendiri maupun madrasah. Jadilah generasi yang cerdas, santun, dan mampu menyebarkan energi positif di dunia digital,” tutur Prawit.

Pada kesempatan yang sama, Fitriyanto memperkenalkan proses produksi konten digital yang dilakukan Tim Humas Madtsansa. Ia menjelaskan bahwa setiap dokumentasi kegiatan, foto, video, hingga publikasi berita disusun secara terencana agar mampu memberikan informasi yang menarik sekaligus akurat kepada masyarakat.

“Konten yang baik bukan hanya bagus secara visual, tetapi juga mengandung informasi yang benar dan bermanfaat. Di balik setiap unggahan media sosial Madtsansa ada proses dokumentasi, penyuntingan, penulisan, hingga evaluasi agar kualitas publikasi tetap terjaga,” ungkap Fitriyanto.

Selain mengenalkan strategi kehumasan, tim juga memaparkan transformasi digital yang telah dilakukan Madtsansa. Mulai dari pengelolaan website sebagai pusat informasi resmi, publikasi prestasi secara konsisten, pengembangan media sosial yang kreatif, podcast edukatif, hingga penguatan kemitraan dengan berbagai instansi. Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun citra madrasah yang adaptif, transparan, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Suasana semakin hidup ketika sesi memasuki kuis interaktif. Tim Humas mengajukan berbagai pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Para peserta MATAMUDA tampak berlomba mengangkat tangan untuk menjawab. Jawaban-jawaban yang cepat dan tepat mendapat apresiasi berupa door prize yang telah disiapkan panitia. Momen tersebut disambut sorak gembira dan tepuk tangan dari seluruh peserta sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Salah seorang peserta MATAMUDA, Safira, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya menjaga citra diri dan madrasah melalui media sosial.

“Saya baru tahu kalau setiap unggahan di media sosial bisa memengaruhi pandangan orang terhadap sekolah kita. Materinya sangat menarik karena dekat dengan kehidupan kami sehari-hari, apalagi disampaikan dengan banyak contoh nyata,” ujar Safira.

Hal senada disampaikan Wildan yang merasa sesi tersebut memotivasinya untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.

“Saya jadi paham kalau media sosial bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga bisa menjadi sarana berbagi prestasi dan informasi yang bermanfaat. Door prize tadi juga membuat kami semakin semangat mengikuti materi sampai selesai,” katanya.

Melalui sesi “Membangun Citra di Era Digital”, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap peserta MATAMUDA tidak hanya mengenal tugas dan fungsi kehumasan, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa setiap warga madrasah merupakan bagian penting dalam membangun reputasi Madtsansa. Dengan kolaborasi seluruh elemen madrasah serta pemanfaatan teknologi secara bijaksana, Madtsansa terus berkomitmen menghadirkan informasi yang berkualitas, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, serta semakin dikenal luas di era digital. (Fy)