
Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak dini terus dilakukan MTs Negeri 1 Banjarnegara melalui rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027. Memasuki hari keempat pelaksanaan MATAMUDA, Kamis (16/7), seluruh peserta mengikuti kunjungan edukatif ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Banjarnegara sekaligus menghadiri bazar buku yang diselenggarakan di lokasi tersebut.
Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi nyata komitmen madrasah dalam membangun karakter peserta didik yang gemar membaca, memiliki kecakapan literasi, serta mampu memilih sumber bacaan yang bermanfaat di tengah derasnya arus informasi digital.
Usai mengikuti sesi materi Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, dan Moderasi Beragama di lingkungan madrasah, ratusan murid baru diberangkatkan menuju Perpusda Banjarnegara dengan didampingi guru dan panitia MATAMUDA. Setibanya di lokasi, para peserta terlebih dahulu mendapatkan arahan agar mengikuti kegiatan dengan tertib serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memilih bacaan yang sesuai dengan kebutuhan belajar mereka.
Salah seorang guru pendamping, Dewi, mengingatkan para peserta untuk menjaga ketertiban selama berada di area bazar buku.
“Silakan memilih buku yang isinya bermanfaat, baik, dan sesuai dengan kebutuhan kalian sebagai murid madrasah. Jaga ketertiban selama berada di dalam bazar dan tidak saling mendorong saat memasuki area kegiatan,” pesannya.
Dengan tertib para peserta memasuki area bazar yang dipenuhi ratusan judul buku dari berbagai kategori. Beragam koleksi tersedia, mulai dari ensiklopedia sains bergambar, sejarah, sastra, pengetahuan umum, pengembangan diri, hingga novel. Para siswa tampak antusias membuka lembar demi lembar buku, membaca sinopsis, berdiskusi dengan teman, hingga saling memberikan rekomendasi bacaan yang menarik.
Program kunjungan ini juga dipadukan dengan gerakan “Satu Siswa, Satu Buku Baru”, yaitu program yang mengajak setiap peserta memilih dan membeli satu buku bacaan favorit untuk dimiliki secara pribadi. Melalui program tersebut, siswa tidak hanya belajar mencintai buku, tetapi juga dilatih mengambil keputusan secara bijaksana dalam membelanjakan uang serta menentukan bacaan yang memberikan manfaat bagi pengembangan diri.
Suasana bazar berlangsung semarak namun tetap kondusif. Setelah menentukan pilihan, para peserta mengantre dengan tertib di meja transaksi untuk melakukan pembelian buku. Wajah-wajah penuh kegembiraan tampak ketika mereka berhasil membawa pulang buku pilihan masing-masing.
Salah seorang peserta MATAMUDA, Alya, mengaku sangat senang dapat mengunjungi Perpusda Banjarnegara untuk pertama kalinya.
“Ini pertama kalinya saya datang ke Perpusda Banjarnegara. Tempatnya sangat nyaman, koleksi bukunya banyak, dan bazarnya juga menarik. Saya senang bisa membeli buku yang saya sukai,” ungkapnya.
Wakil Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara Bidang Kehumasan, Linara, menjelaskan bahwa kunjungan edukatif tersebut merupakan bagian dari strategi madrasah dalam membangun budaya literasi yang kuat sejak awal peserta didik bergabung di Madtsansa.
“Literasi tidak cukup hanya diajarkan di ruang kelas. Anak-anak perlu dikenalkan langsung dengan lingkungan yang kaya akan sumber belajar seperti perpustakaan daerah. Kami berharap pengalaman ini menumbuhkan kebiasaan membaca, rasa ingin tahu, serta keberanian mereka untuk terus belajar sepanjang hayat,” tutur Linara.
Ia menambahkan bahwa kepemilikan buku secara pribadi diharapkan mampu meningkatkan kedekatan emosional peserta didik terhadap kegiatan membaca.
“Melalui program ‘Satu Siswa, Satu Buku Baru’, kami ingin menanamkan kebiasaan memiliki sekaligus merawat buku. Ketika mereka memilih sendiri buku yang disukai, motivasi untuk membacanya pun akan tumbuh secara alami,” tambahnya.
Kegiatan kunjungan ke Perpusda Banjarnegara menjadi penutup yang bermakna pada rangkaian aktivitas hari keempat MATAMUDA. Selain memperkenalkan fasilitas perpustakaan kepada peserta didik baru, kegiatan ini diharapkan mampu menghilangkan rasa canggung siswa untuk kembali berkunjung secara mandiri, baik untuk membaca, meminjam buku, maupun mengerjakan berbagai tugas pembelajaran.
Melalui pengalaman belajar di luar kelas tersebut, MTs Negeri 1 Banjarnegara terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter literat, berpikir kritis, berwawasan luas, serta mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat di era digital. (Han/Lin)
