
Banjarnegara — Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, mengikuti Workshop Insersi Perkoperasian dalam Dunia Pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindakop UKM) Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (15/7) di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Banjarnegara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi pendidikan koperasi di lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan karakter kewirausahaan, gotong royong, dan kemandirian peserta didik.
Workshop diikuti oleh para pembina Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta perwakilan satuan pendidikan dari berbagai jenjang di Kabupaten Banjarnegara. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi mengintegrasikan nilai-nilai perkoperasian ke dalam pembelajaran maupun budaya sekolah, sejalan dengan penguatan Profil Lulusan dan pendidikan karakter.
Sejumlah narasumber dari berbagai instansi hadir memberikan materi, di antaranya Agung Yusianto dari Inspektorat Kabupaten Banjarnegara, Sri Supiyai dari Komisi II DPRD Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro selaku Kepala Disperindakop UKM Kabupaten Banjarnegara, H. M. Subhan dari Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, serta Tunut Suswanto, dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya menjadikan koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter. Nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, kejujuran, demokrasi, dan kepedulian sosial dinilai sangat relevan untuk ditanamkan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran maupun kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Hal ini juga selaras dengan semangat membangun generasi tangguh sebagaimana diangkat dalam workshop tersebut.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, memberikan apresiasi atas keikutsertaan Hj. Yuniyati dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui forum-forum ilmiah merupakan investasi penting bagi kemajuan madrasah.
“Kami mendukung penuh setiap upaya pengembangan profesionalisme guru. Workshop ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana nilai-nilai koperasi dapat diinsersikan ke dalam pembelajaran sehingga peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter gotong royong, tanggung jawab, dan jiwa kewirausahaan. Kami berharap hasil workshop dapat ditindaklanjuti melalui penguatan program koperasi dan pembelajaran di Madtsansa,” ujar H. Yatiman.
Sementara itu, Hj. Yuniyati mengungkapkan bahwa materi yang diperoleh sangat relevan dengan arah pengembangan kurikulum yang saat ini menekankan pembelajaran kontekstual dan pembentukan karakter peserta didik.
“Workshop ini memberikan banyak inspirasi mengenai cara mengintegrasikan nilai-nilai perkoperasian dalam berbagai mata pelajaran tanpa harus menambah beban kurikulum. Nilai seperti kerja sama, musyawarah, tanggung jawab, hingga semangat berwirausaha dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa. Insyaallah, kami akan mengkaji implementasinya bersama tim kurikulum agar dapat diterapkan secara bertahap di MTs Negeri 1 Banjarnegara,” tutur Hj. Yuniyati.
Ia menambahkan bahwa pendidikan koperasi sangat penting dikenalkan sejak dini karena dapat membentuk peserta didik menjadi pribadi yang mandiri, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan ekonomi di sekitarnya.
Salah satu narasumber, Adi Cahyono Purwo Saputro, Kepala Disperindakop UKM Kabupaten Banjarnegara, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan budaya berkoperasi kepada generasi muda.
“Koperasi bukan hanya berbicara tentang organisasi ekonomi, tetapi juga pendidikan nilai. Sekolah menjadi tempat terbaik untuk membangun karakter gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, dan demokrasi melalui pembiasaan. Kami berharap insersi perkoperasian dapat menjadi bagian dari proses pendidikan sehingga lahir generasi yang produktif, inovatif, sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” jelasnya.
Selama workshop, peserta juga berdiskusi mengenai peluang pengembangan koperasi sekolah, penguatan tata kelola organisasi, hingga sinergi antara dunia pendidikan dengan pemerintah daerah dalam mendukung ekosistem ekonomi kerakyatan. Berbagai praktik baik dari satuan pendidikan lain turut menjadi inspirasi bagi peserta untuk mengembangkan program serupa di sekolah masing-masing.
Keikutsertaan Hj. Yuniyati dalam workshop tersebut menunjukkan komitmen MTs Negeri 1 Banjarnegara untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan dan inovasi pendidikan. Madrasah tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik melalui penguatan nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan tantangan masa depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai perkoperasian dapat semakin terinternalisasi dalam budaya Madtsansa, baik melalui pembelajaran di kelas, pengelolaan koperasi madrasah, maupun berbagai program pembiasaan. Dengan demikian, MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berupaya mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, berjiwa kolaboratif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. (Lin)
