
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) mengawali semester baru dengan melaksanakan program pembiasaan bertajuk “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” pada Jumat (17/7). Kegiatan perdana ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membentuk karakter peserta didik melalui penguatan aspek jasmani, spiritual, dan emosional secara seimbang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Duha berjamaah yang berlangsung pukul 07.30–08.10 WIB. Usai ibadah, seluruh peserta didik mengikuti aktivitas yang telah disesuaikan dengan jenjang kelas masing-masing. Pembagian kegiatan tersebut dirancang agar setiap siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan usianya.
Peserta didik kelas VII melaksanakan senam kebugaran di lapangan utama madrasah. Mengenakan seragam olahraga, mereka mengikuti dua jenis senam, yakni Senam Anak Indonesia Hebat dan Senam Maumere, yang dipandu oleh guru MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hani, serta didampingi oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM).
Suasana lapangan berlangsung semarak. Alunan musik dan gerakan senam yang energik mampu membangun antusiasme seluruh peserta didik baru. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman pertama bagi siswa kelas VII mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat bersama seluruh teman seangkatannya di lingkungan Madtsansa.
Salah seorang peserta didik kelas VII, Nina, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Sebelumnya saat di MI saya juga sering mengikuti senam, tetapi belum pernah bersama peserta sebanyak ini. Rasanya sangat seru karena bisa berolahraga bersama satu angkatan,” ungkapnya.
Sementara itu, suasana berbeda tampak di Masjid Darul Ulum MTs Negeri 1 Banjarnegara. Seluruh peserta didik kelas VIII melaksanakan kegiatan Tahfidz Juz 30 melalui tasmi’ dan murojaah bersama.
Dengan membawa Al-Qur’an masing-masing, para siswa melantunkan ayat-ayat suci secara serempak dalam suasana yang khusyuk dan tertib. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat hafalan Juz 30, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karakter religius serta upaya madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah.
Di waktu yang sama, peserta didik kelas IX mengikuti kegiatan Journaling Time: Road to Success TKA di ruang kelas masing-masing dengan pendampingan wali kelas. Melalui sesi refleksi tersebut, siswa diajak menyusun target belajar, merumuskan cita-cita, menentukan strategi menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA), hingga menuliskan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mewujudkan impian mereka.
Suasana kelas berlangsung tenang dan penuh konsentrasi. Setiap peserta didik menuangkan pemikiran serta rencana masa depannya dalam buku jurnal yang telah disiapkan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesiapan akademik sekaligus mental peserta didik kelas IX sejak awal tahun pelajaran.
Selain sebagai sarana refleksi diri, journaling juga menjadi bentuk pembiasaan agar peserta didik mampu mengenali potensi, mengembangkan motivasi belajar, serta memiliki perencanaan yang lebih matang dalam menghadapi tahun terakhir mereka di jenjang madrasah.
Pada akhir sesi, masing-masing wali kelas memberikan motivasi, penguatan karakter, serta doa kepada seluruh peserta didik agar senantiasa semangat belajar, menjaga kedisiplinan, dan mampu meraih hasil terbaik pada masa akhir pendidikan di MTs Negeri 1 Banjarnegara.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa pelaksanaan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” merupakan salah satu bentuk komitmen madrasah dalam membangun budaya positif yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami ingin seluruh peserta didik memiliki kebiasaan-kebiasaan baik yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kesehatan fisik, kecerdasan spiritual, dan kematangan emosional. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, kami berharap lahir generasi Madtsansa yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar H. Yatiman.
Melalui pelaksanaan program ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik secara utuh. Integrasi aktivitas fisik, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta refleksi diri diharapkan menjadi budaya positif yang terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga madrasah. (Han/Lin)
