
Banjarnegara — Rabu (15/7) Memasuki hari ketiga pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tata tertib dan pembinaan kesiswaan sebagai upaya membangun karakter, kedisiplinan, serta budaya positif bagi peserta didik baru. Kegiatan yang berlangsung di aula utama madrasah tersebut diikuti oleh seluruh peserta MATAMUDA dengan penuh perhatian dan antusiasme.
Materi disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Ikhsanudin, yang mengajak peserta didik memahami bahwa tata tertib bukan sekadar kumpulan aturan, melainkan pedoman untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga madrasah.
Dalam pemaparannya, Ikhsanudin menjelaskan secara rinci berbagai ketentuan yang akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik di Madtsansa, mulai dari kedisiplinan waktu, ketentuan berpakaian, etika berinteraksi, hingga penggunaan gawai di lingkungan madrasah. Seluruh materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh para peserta.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pentingnya manajemen waktu sebagai fondasi kedisiplinan. Seluruh peserta diingatkan bahwa bel masuk madrasah berbunyi tepat pukul 07.00 WIB dan setiap siswa wajib telah berada di dalam kelas sebelum bel berbunyi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap proses pembelajaran.
Selain itu, aspek kerapian berpakaian turut menjadi perhatian. Peserta diberikan penjelasan mengenai ketentuan penggunaan seragam sesuai jadwal dari Senin hingga Sabtu, lengkap dengan atribut yang wajib dikenakan.
“Memakai seragam yang rapi menunjukkan kesungguhan kalian dalam menuntut ilmu di madrasah. Kedisiplinan tidak hanya tercermin dari datang tepat waktu, tetapi juga dari kepatuhan terhadap hal-hal kecil, termasuk penggunaan atribut seragam secara lengkap,” ujar Ikhsanudin.
Pada kesempatan tersebut, Ikhsanudin juga menegaskan kebijakan madrasah terkait penggunaan gawai. Menurutnya, penggunaan telepon seluler di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara hanya diperbolehkan untuk kepentingan pembelajaran dengan pengawasan guru. Di luar kepentingan akademik, peserta didik tidak diperkenankan menggunakan gawai selama berada di lingkungan madrasah.
Sosialisasi tidak berlangsung secara satu arah. Para peserta diajak berdialog aktif melalui sesi diskusi dan simulasi berbagai kasus yang berkaitan dengan penerapan tata tertib. Berbagai situasi yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari di madrasah dibahas bersama agar peserta didik memahami tujuan setiap aturan sekaligus mampu menerapkannya secara bertanggung jawab.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Salah satunya disampaikan oleh Aya, peserta didik baru, yang bertanya mengenai prosedur bagi siswi yang sedang berhalangan saat pelaksanaan salat berjamaah.
“Apabila waktunya salat berjamaah tetapi sedang berhalangan, apakah kami perlu melapor kepada guru?” tanyanya.
Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari diskusi yang memperkaya pemahaman peserta mengenai tata tertib sekaligus menumbuhkan budaya komunikasi yang terbuka antara guru dan peserta didik.
Kinan, salah seorang peserta didik baru kelas VII, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai makna disiplin setelah mengikuti sesi tersebut.
“Awalnya saya mengira materi tata tertib hanya berisi banyak larangan. Ternyata penjelasannya sangat komunikatif dan kami diajak memahami alasan di balik setiap aturan. Saya jadi mengerti bahwa disiplin merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Faza, peserta didik baru kelas VII. Ia menilai sesi diskusi memberikan kesempatan bagi seluruh peserta untuk menyampaikan pendapat sekaligus memahami budaya positif yang diterapkan di Madtsansa.
“Kami diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung. Melalui kegiatan ini, kami semakin termotivasi untuk mematuhi tata tertib serta bersama-sama menjaga nama baik MTs Negeri 1 Banjarnegara,” tuturnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tata tertib ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap seluruh peserta didik baru mampu memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga madrasah sejak awal masa pendidikan. Dengan pondasi karakter yang kuat, budaya disiplin yang baik, serta komitmen untuk saling menghormati, Madtsansa optimistis dapat mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan siap menjadi teladan di lingkungan masyarakat. (Han/Lin)
