
Banjarnegara — Kelas Unggulan Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara turut ambil bagian dalam Karnaval Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Banjarnegara yang digelar pada Sabtu (22/8). Mengusung tema riset, inovasi, dan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, kontingen Kelas Unggulan Riset menampilkan berbagai karya penelitian sekaligus memperkenalkan prestasi yang telah diraih para siswa dalam kompetisi riset di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Dalam karnaval tersebut, para siswa membawa sejumlah poster yang memuat hasil penelitian yang telah mereka lakukan. Poster-poster tersebut menjadi representasi perjalanan Kelas Unggulan Riset dalam mengembangkan budaya penelitian di kalangan siswa madrasah.
Tidak hanya membawa poster penelitian, kontingen Kelas Unggulan Riset juga menghadirkan sebuah mobil unik yang dibuat dari limbah kayu. Kendaraan kreatif tersebut didesain menyerupai mobil dan digunakan untuk mengangkut serta memamerkan medali-medali kejuaraan yang telah berhasil diraih siswa dalam berbagai kompetisi riset.
Kehadiran mobil berbahan limbah kayu tersebut sekaligus menjadi simbol kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Limbah yang selama ini dipandang sebagai barang tidak terpakai diolah menjadi properti karnaval yang menarik, bernilai edukatif, sekaligus mampu mengangkat identitas Kelas Unggulan Riset.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengapresiasi kreativitas dan semangat siswa dalam mengikuti karnaval. Menurutnya, keikutsertaan tersebut bukan sekadar untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi dan prestasi madrasah kepada masyarakat.
“Anak-anak tidak hanya tampil untuk memeriahkan karnaval, tetapi juga membawa pesan bahwa madrasah memiliki generasi yang kreatif, inovatif, dan berprestasi. Poster penelitian dan medali yang ditampilkan menjadi bukti nyata proses pembinaan riset di MTs Negeri 1 Banjarnegara,” ujar H. Yatiman.
Pembimbing Kelas Unggulan Riset, H. Nurwachidin Supriyatno, menjelaskan bahwa konsep penampilan dirancang untuk memperlihatkan perjalanan riset siswa secara lebih menarik dan mudah dikenali masyarakat. Menurutnya, medali yang dibawa dalam karnaval merupakan representasi dari proses panjang yang dilakukan siswa dalam mengikuti berbagai kompetisi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa riset bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan siswa. Mereka bisa melakukan penelitian, menghasilkan karya, kemudian mengujinya dalam berbagai kompetisi. Medali-medali yang kami tampilkan adalah bagian dari perjalanan dan kerja keras mereka,” jelas H. Nurwachidin.
Selain menampilkan karya dan prestasi riset, Kelas Unggulan Riset juga menghadirkan tokoh-tokoh ilmuwan dunia. Dua di antaranya adalah Al-Khwarizmi dan Al-Biruni. Kehadiran kedua tokoh tersebut dimaksudkan untuk mengenalkan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus menanamkan keteladanan kepada generasi muda.
Tokoh Al-Khwarizmi diperankan oleh Azzam, siswa kelas 7. Ia mengaku senang mendapatkan kesempatan memerankan salah satu ilmuwan besar dalam sejarah.
“Menurut saya, Al-Khwarizmi merupakan sosok ilmuwan yang menginspirasi. Dengan memerankan beliau, saya menjadi lebih tertarik untuk mengenal sejarah ilmu pengetahuan dan berharap bisa meneladani semangat belajarnya,” ungkap Azzam.
Sementara itu, tokoh Al-Biruni diperankan oleh Zhafran. Ia menyampaikan bahwa pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus memperkenalkan sosok ilmuwan kepada masyarakat yang menyaksikan karnaval.
“Saya merasa senang bisa ikut dalam karnaval dengan memerankan Al-Biruni. Saya berharap penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membuat teman-teman dan masyarakat semakin mengenal ilmuwan-ilmuwan yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,” tutur Zhafran.
Keikutsertaan Kelas Unggulan Riset dalam Karnaval Kemerdekaan ke-81 RI Kabupaten Banjarnegara pun menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kreativitas, inovasi, penelitian, dan prestasi. Melalui karya dan penampilan para siswa, MTs Negeri 1 Banjarnegara terus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki rasa ingin tahu, berani berkarya, serta mampu mengukir prestasi hingga tingkat yang lebih tinggi. (Lin)
