
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berkomitmen membentuk generasi yang religius, sehat, disiplin, dan berkarakter unggul melalui implementasi Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH). Salah satu bentuk penerapannya diwujudkan melalui kegiatan tahfiz Al-Qur’an dan jalan sehat yang dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) setelah salat Duha, pukul 07.30 hingga 08.10 WIB.
Kegiatan yang diikuti oleh para murid sesuai jenjang kelas masing-masing ini menjadi bagian dari upaya Madtsansa dalam membiasakan perilaku positif di lingkungan madrasah. Murid kelas VII mengikuti kegiatan tahfiz Al-Qur’an di kelas masing-masing bersama tim Smart Tahfiz, murid kelas VIII melaksanakan jalan sehat dengan didampingi wali kelas, sedangkan murid kelas IX mengikuti kegiatan tahfiz Juz 30 di Masjid Darul Ulum Madtsansa.
Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menyampaikan bahwa implementasi KAIH merupakan langkah strategis untuk membentuk kebiasaan baik yang dapat diterapkan murid, baik selama berada di madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta kepedulian terhadap kesehatan. Anak-anak perlu dibiasakan melakukan kegiatan positif secara konsisten agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Menurut Ikhsanudin, pembagian kegiatan berdasarkan jenjang kelas juga menjadi bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan murid. Kegiatan tahfiz memberikan kesempatan kepada murid untuk memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an, sementara jalan sehat menjadi sarana membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hj Yuniyati, menjelaskan bahwa implementasi Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sejalan dengan upaya madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam aktivitas keseharian murid.
“Kebiasaan baik perlu dibangun melalui kegiatan nyata dan dilakukan secara berkelanjutan. Tahfiz Al-Qur’an menjadi sarana menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus melatih kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab. Sementara itu, jalan sehat mengajarkan anak-anak untuk menjaga kesehatan dan membangun pola hidup aktif,” jelasnya.
Ia berharap pembiasaan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan rutin di madrasah, tetapi juga dapat diterapkan murid di rumah dan lingkungan masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan KAIH dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka.
Pelaksanaan jalan sehat bagi murid kelas VIII berlangsung dengan pendampingan wali kelas. Salah satu wali kelas 8B, Surya Widhi Prakosa, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk beraktivitas fisik sekaligus mempererat kebersamaan antara murid dan guru.
“Jalan sehat bukan sekadar berjalan bersama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar menjaga kesehatan, menaati arahan, dan saling memperhatikan teman. Ketika dilakukan bersama-sama, suasana kebersamaan akan tumbuh dan hubungan antara wali kelas dengan murid menjadi semakin dekat,” tuturnya.
Surya menambahkan, kegiatan di luar ruang kelas dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Murid tidak hanya menerima pembelajaran melalui penjelasan guru, tetapi juga mempraktikkan kebiasaan positif secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Dari kalangan murid, Abimanyu, murid kelas 9D, menyampaikan bahwa kegiatan tahfiz Juz 30 di masjid menjadi kesempatan untuk meningkatkan hafalan sekaligus membiasakan diri meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Melalui kegiatan tahfiz bersama di masjid, kami bisa lebih fokus mengulang hafalan dan belajar menjaga kedisiplinan. Semoga kegiatan seperti ini membuat kami semakin bersemangat untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an, tidak hanya ketika ada kegiatan madrasah,” ungkap Abimanyu.
Sementara itu, Amira, murid kelas 7F, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tahfiz di kelas bersama tim Smart Tahfiz. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu murid berlatih menghafal Al-Qur’an secara terarah dalam suasana belajar yang mendukung.
“Saya senang bisa mengikuti tahfiz bersama teman-teman di kelas. Kami bisa belajar dan mengulang hafalan bersama sehingga lebih bersemangat. Saya berharap bisa semakin lancar menghafal Al-Qur’an dan membiasakan diri untuk terus murajaah di rumah,” ujar Amira.
Melalui pelaksanaan KAIH yang memadukan kegiatan keagamaan dan aktivitas fisik tersebut, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap seluruh murid semakin terbiasa menjalani pola hidup yang positif. Pembiasaan tahfiz dan jalan sehat menjadi bagian dari ikhtiar Madtsansa dalam mewujudkan generasi hebat yang beriman, berakhlak mulia, sehat, disiplin, serta memiliki karakter kuat untuk menghadapi masa depan. (Lin)
