
Banjarnegara — Stand Bazar Literasi MTs Negeri 1 Banjarnegara mendapat kunjungan istimewa dari Bupati Banjarnegara Amelia Desiana dan Wakil Bupati Wahid Jumali pada Selasa (13/10/2026). Kunjungan tersebut berlangsung setelah pembukaan Festival Literasi Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpus) Kabupaten Banjarnegara di halaman kantor Disarpus.
Kehadiran dua pimpinan daerah tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Madtsansa. Bupati dan wakil bupati berkesempatan melihat secara langsung beragam karya, kreativitas, dan inovasi literasi yang ditampilkan oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara melalui stand bazar yang dikemas menarik dan edukatif.
Dalam kunjungannya, Bupati Amelia Desiana dan Wakil Bupati Wahid Jumali tidak hanya melihat-lihat koleksi yang dipamerkan, tetapi juga berinteraksi dengan berbagai sajian unggulan stand Madtsansa. Keduanya berkesempatan mencoba edugames yang disiapkan oleh tim bazar, membaca buku karya siswa, serta mengabadikan momen kunjungan melalui foto bersama di photo booth Madtsansa.
Interaksi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim bazar dan siswa Madtsansa. Kunjungan pimpinan daerah ini sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap upaya madrasah dalam mengembangkan budaya literasi, kreativitas, dan produktivitas peserta didik.
Bupati Banjarnegara Amelia Desiana menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas yang ditampilkan oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara. Menurutnya, kehadiran stand pendidikan dalam Festival Literasi menjadi kesempatan yang baik untuk memperlihatkan potensi generasi muda melalui karya nyata.
“Saya mengapresiasi MTs Negeri 1 Banjarnegara yang telah berpartisipasi dalam Festival Literasi Tahun 2026 dengan menampilkan berbagai karya dan kreativitas siswanya. Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, menumbuhkan minat baca, serta membangun keberanian dalam menunjukkan hasil karya mereka kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan festival literasi dapat terus mendorong tumbuhnya budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar. Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga mencakup kreativitas, kemampuan berpikir, dan keberanian menuangkan gagasan menjadi karya yang bermanfaat.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyambut baik kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara ke stand Madtsansa. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus mengembangkan program literasi yang melibatkan potensi siswa secara menyeluruh.
“Kunjungan Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi keluarga besar Madtsansa. Kami berupaya menghadirkan stand yang tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga menunjukkan proses pendidikan, pembinaan bakat, dan prestasi siswa melalui program-program unggulan madrasah,” tuturnya.
H. Yatiman menambahkan bahwa partisipasi dalam Festival Literasi merupakan salah satu bentuk komitmen madrasah untuk memperkenalkan potensi peserta didik kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin percaya diri, termotivasi untuk berkarya, dan memiliki semangat untuk terus belajar.
Koordinator konten Bazar Literasi Madtsansa, Linara, menjelaskan bahwa stand MTs Negeri 1 Banjarnegara dirancang untuk menampilkan profil lengkap seluruh program kelas unggulan dan kelas khusus. Kelas unggulan yang ditampilkan meliputi Tahfidz, Riset, dan Sastra, sedangkan kelas khusus mencakup Olahraga, Seni, dan Akademik.
“Konten bazar kami susun agar pengunjung dapat mengenal Madtsansa secara lebih utuh. Setiap program memiliki karakteristik, karya, dan capaian prestasi masing-masing. Karena itu, kami berusaha menyajikan informasi secara menarik sehingga pengunjung tidak hanya mengetahui nama programnya, tetapi juga dapat melihat hasil pembinaan yang telah dilakukan,” jelas Linara.
Menurutnya, keberagaman konten tersebut memperlihatkan bahwa literasi dapat tumbuh melalui berbagai bidang. Karya tulis, penelitian, hafalan Al-Qur’an, seni, olahraga, hingga prestasi akademik dapat menjadi sarana siswa untuk belajar, mengembangkan potensi, dan membagikan pengalaman kepada orang lain.
Sementara itu, Yuliana Rahmanti, salah satu anggota tim edugames Bazar Literasi Madtsansa, mengungkapkan bahwa permainan edukatif disiapkan untuk memberikan pengalaman interaktif kepada pengunjung. Melalui edugames, literasi dihadirkan dalam suasana yang menyenangkan sekaligus mendorong pengunjung untuk berpikir dan berpartisipasi aktif.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat-lihat stand, tetapi juga bisa mencoba aktivitas yang kami siapkan. Edugames menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa belajar dan berliterasi dapat dilakukan dengan menyenangkan. Kesempatan memperkenalkan permainan ini kepada Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati tentu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami,” ungkap Yuliana.
Kunjungan tersebut semakin menguatkan semangat tim Madtsansa untuk terus menghadirkan karya dan inovasi dalam Festival Literasi Tahun 2026. Melalui stand Bazar Literasi, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap semakin dikenal sebagai madrasah yang memberi ruang bagi tumbuhnya budaya literasi, pengembangan bakat, dan prestasi siswa.
Partisipasi Madtsansa dalam festival ini sekaligus menegaskan komitmen untuk terus bergerak membangun generasi yang gemar membaca, kreatif berkarya, dan siap berkontribusi bagi masyarakat melalui beragam potensi yang dimiliki. (Fy)
