
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara menggelar apel Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Sabtu (17/10). Kegiatan yang berlangsung di lapangan madrasah tersebut diikuti oleh hampir seluruh GTK Madtsansa dengan pembina apel Kepala Madrasah, H. Yatiman. Apel menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, membangun budaya prestasi, serta menjaga kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Dalam amanatnya, H. Yatiman menyampaikan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian seluruh GTK Madtsansa. Ketiga hal tersebut meliputi pemberian keteladanan, mengaktifkan semangat berprestasi di semua bidang, serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan madrasah.
H. Yatiman menegaskan bahwa keteladanan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter murid. Sebagai pendidik dan tenaga kependidikan, GTK tidak cukup hanya menyampaikan nasihat, tetapi juga harus menunjukkan perilaku nyata yang dapat dicontoh oleh murid dalam kehidupan sehari-hari.
“Keteladanan harus menjadi bagian dari keseharian kita. Murid tidak hanya belajar dari apa yang disampaikan oleh guru, tetapi juga dari sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan cara kita menjalankan tugas. Karena itu, seluruh GTK harus mampu memberikan contoh yang baik, baik dalam perkataan maupun tindakan,” tegasnya.
Selain keteladanan, kepala madrasah juga mengajak seluruh GTK untuk terus menghidupkan semangat berprestasi di berbagai bidang. Menurutnya, prestasi Madtsansa tidak hanya diukur dari pencapaian akademik murid, tetapi juga dari keberhasilan dalam bidang nonakademik, pengembangan kreativitas, literasi, olahraga, seni, serta peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan tenaga kependidikan.
Ia berharap setiap GTK mampu mengambil peran sesuai dengan tugas dan kompetensinya untuk mendukung pengembangan potensi murid. Kolaborasi, inovasi, dan konsistensi dalam pembinaan menjadi modal penting agar Madtsansa terus berkembang dan mampu menorehkan prestasi yang membanggakan.
“Jangan pernah berhenti mendorong lahirnya prestasi. Setiap bidang memiliki peluang untuk berkembang dan memberikan hasil terbaik. Mari kita aktifkan semangat berprestasi, saling mendukung, dan terus berinovasi agar potensi murid dapat berkembang secara maksimal serta membawa nama baik Madtsansa,” tambahnya.
Pesan ketiga yang disampaikan H. Yatiman berkaitan dengan pelaksanaan distribusi MBG. Ia mengingatkan seluruh GTK yang terlibat agar memahami dan mematuhi SOP yang telah ditetapkan. Pelaksanaan program tersebut membutuhkan koordinasi, ketertiban, serta tanggung jawab bersama sehingga distribusi dapat berlangsung sesuai ketentuan.
Kepatuhan terhadap prosedur, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya menjaga kelancaran pelaksanaan program sekaligus memastikan seluruh tahapan berjalan tertib. Setiap petugas perlu memahami peran masing-masing dan melaksanakan tugas dengan cermat, disiplin, serta mengutamakan kepentingan murid.
Kepala Urusan Tata Usaha Madtsansa, Aida Wachidah Hikmawati, menyambut baik arahan kepala madrasah tersebut. Ia menilai apel GTK menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarpersonel dalam melaksanakan tugas.
“Apel seperti ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan madrasah merupakan hasil kerja bersama. Setiap GTK memiliki tanggung jawab yang saling berkaitan. Dengan kedisiplinan, keteladanan, dan kepatuhan terhadap prosedur kerja, kita dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan mendukung kemajuan Madtsansa,” ungkap Aida.
Senada dengan hal tersebut, guru Informatika, Aulia Nazla Rindani, memandang pesan tentang keteladanan dan prestasi sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas diri. Menurutnya, guru perlu menunjukkan semangat belajar sepanjang hayat agar mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi murid.
“Amanat ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki diri, mengembangkan kompetensi, dan menghadirkan pembelajaran yang kreatif. Prestasi murid tentu tidak terlepas dari pendampingan guru yang konsisten serta lingkungan madrasah yang mendukung,” tuturnya.
Sementara itu, Slamet Supriyadi, salah satu pegawai Madtsansa, menyampaikan bahwa arahan mengenai kepatuhan SOP MBG menjadi pengingat penting bagi seluruh petugas untuk bekerja secara tertib dan bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama agar setiap kegiatan berjalan sesuai prosedur.
“Sebagai tenaga kependidikan, kami siap mendukung program madrasah dengan melaksanakan tugas sebaik mungkin. Kepatuhan terhadap SOP, koordinasi yang baik, dan tanggung jawab setiap petugas menjadi kunci agar pelayanan berjalan lancar,” ujarnya.
Melalui apel GTK tersebut, Madtsansa kembali meneguhkan komitmen untuk membangun budaya kerja yang berlandaskan keteladanan, prestasi, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Arahan kepala madrasah diharapkan tidak berhenti sebagai amanat apel, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh GTK demi meningkatkan mutu layanan pendidikan dan mengantarkan MTs Negeri 1 Banjarnegara semakin berprestasi. (Lin)
