Dua Tim Riset Madtsansa Raih Medali Emas Ajang Internasional WSDG 2026

Banjarnegara — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) di kancah internasional. Dua tim riset madrasah berhasil meraih medali emas (Gold Award) dalam ajang World Sustainable Development Goals Challenge (WSDG) 2026, yang diselenggarakan oleh Malaysia Young Scientist Organisation.

WSDG 2026 merupakan kompetisi internasional yang mengangkat berbagai inovasi dan gagasan riset yang berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kompetisi ini dilaksanakan dalam dua kategori, yakni offline dan online. Kategori offline dijadwalkan berlangsung pada September 2026, sedangkan kategori online telah dilaksanakan pada awal Agustus 2026.

Pada kategori online tersebut, dua tim riset Madtsansa sukses menunjukkan kualitas penelitian mereka dan memperoleh penghargaan tertinggi, yakni Gold Award. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan konsistensi Madtsansa dalam mengembangkan budaya riset di kalangan peserta didik.

Tim Online 1 beranggotakan Singgih Setiawan, Nada Khaira Lubnna, Husna Dzhini Meirin, Syafiqa Hanafadhila Ivama, dan Deline Okta Indriyanto. Tim ini mengusung penelitian berjudul “CelluPec Gel: A Biodegradable Hydrogel Film Made From Water Hyacinth and Robusta Coffee Husk Banjarnegara to Support Soil Hydration.” Penelitian tersebut memanfaatkan eceng gondok dan kulit kopi robusta Banjarnegara sebagai bahan dasar film hidrogel biodegradable yang diarahkan untuk membantu menjaga kelembapan tanah.

Sementara itu, Tim Online 2 terdiri atas Zulfikar Adhi Musaffa, Nydia Pratistha Umar, Aisha Aspusya Aulianisa, Haqillah Cantika Putri, dan Jacellyn Khalisa Balqis. Tim ini mengangkat penelitian berjudul “Prediction and Classification of Water Quality with the Addition of Microplastic Parameters Based on Machine Learning Algorithms.” Penelitian tersebut memanfaatkan pendekatan machine learning untuk memprediksi dan mengklasifikasikan kualitas air dengan mempertimbangkan parameter mikroplastik.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua tim. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan riset yang dilakukan secara berkelanjutan sekaligus menjadi bukti bahwa peserta didik madrasah mampu bersaing di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian dua tim riset Madtsansa yang berhasil meraih medali emas dalam kompetisi internasional WSDG 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan, kreativitas, dan daya saing yang sangat baik. Kami berharap capaian ini semakin memotivasi siswa untuk terus melakukan penelitian dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap H. Yatiman.

Koordinator Kelas Unggulan Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Tri Widayati, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras siswa, pendampingan guru, serta proses penelitian yang dilakukan secara serius.

“Anak-anak telah melalui proses yang panjang, mulai dari menemukan ide, melakukan penelitian, mengolah data, menyusun laporan, hingga mempresentasikan hasil penelitian. Gold Award ini menjadi apresiasi atas kerja keras mereka. Yang terpenting, mereka belajar bagaimana sebuah penelitian dapat menjawab persoalan nyata dan memberikan solusi yang berkelanjutan,” tuturnya.

Salah satu perwakilan tim, Singgih Setiawan, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih. Menurutnya, kompetisi internasional tersebut memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan riset sekaligus memperluas wawasan.

“Kami sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan Gold Award. Prosesnya cukup menantang, tetapi kami belajar banyak tentang penelitian, kerja sama tim, dan bagaimana menyampaikan hasil penelitian kepada juri. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan penelitian,” ujarnya.

Senada, perwakilan Tim Online 2 menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. “Kami merasa bangga karena penelitian yang kami kerjakan dapat memperoleh apresiasi di ajang internasional. Semoga hasil penelitian ini tidak berhenti pada kompetisi, tetapi juga dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.

Capaian dua Gold Award dalam WSDG 2026 semakin memperkuat reputasi Madtsansa sebagai madrasah yang serius mengembangkan potensi peserta didik melalui riset dan inovasi. Ke depan, madrasah berharap prestasi tersebut menjadi pijakan untuk menghadirkan lebih banyak karya penelitian yang inovatif, solutif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. (Lin)