Sesi Materi BRUS MATAMUDA Madtsansa Tanamkan Budaya Madrasah Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan

Banjarnegara — Rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MTs Negeri 1 Banjarnegara Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7) diisi dengan penyampaian materi BRUS (Bullying, Rokok, Uap/Vapor, dan Narkoba) yang bertujuan membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut diikuti seluruh peserta MATAMUDA dengan pendampingan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Materi disampaikan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ardian Apriliana. Dalam paparannya, Ardian mengangkat tema “Madrasah Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan” sebagai fondasi pembentukan budaya positif di lingkungan madrasah.

Ia menjelaskan bahwa madrasah sehat diwujudkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga, serta membiasakan mencuci tangan dan membuang sampah pada tempatnya.

Selanjutnya, konsep madrasah aman ditekankan sebagai lingkungan belajar yang bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, rokok, vapor, narkoba, maupun tindakan yang membahayakan peserta didik. Sementara itu, madrasah nyaman dibangun melalui sikap saling menghargai, menggunakan bahasa yang santun, tidak membeda-bedakan teman, serta menjaga fasilitas madrasah. Adapun madrasah menyenangkan diwujudkan dengan terciptanya suasana belajar yang membuat seluruh warga madrasah merasa diterima, dihargai, aman, dan bersemangat mengembangkan potensinya.

Agar materi lebih mudah dipahami, Ardian mengajak peserta mendiskusikan beberapa studi kasus yang berkaitan dengan bullying, ajakan merokok, bahaya rokok, hingga ancaman narkoba. Para peserta diminta menganalisis penyebab masalah, dampaknya terhadap korban, serta menentukan solusi terbaik yang dapat dilakukan apabila menghadapi situasi serupa.

Di akhir sesi, seluruh peserta bersama-sama mengucapkan ikrar murid baru sebagai bentuk komitmen untuk beriman dan bertakwa, menjunjung tinggi akhlak mulia, menghormati guru dan orang tua, menjaga nama baik madrasah, serta menolak segala bentuk bullying, kekerasan, rokok, minuman keras, narkoba, dan perilaku negatif lainnya.

Guru BK MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ardian Apriliana, mengatakan bahwa materi BRUS tidak hanya bertujuan memberikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran dan keberanian peserta didik untuk mengambil keputusan yang benar dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin peserta MATAMUDA memahami bahwa menjadi murid Madtsansa berarti siap menciptakan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan. Mereka harus berani berkata tidak terhadap bullying, rokok, vapor, maupun narkoba. Keberanian menjaga diri dan peduli kepada teman adalah karakter yang ingin kami tanamkan sejak awal,” ujarnya.

Salah satu pengurus OSIM yang terlibat sebagai panitia, Amira, mengaku senang dapat mendampingi adik-adik kelas selama mengikuti kegiatan MATAMUDA. Menurutnya, kehadiran pengurus OSIM menjadi jembatan agar peserta baru lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan madrasah.

“Kami berusaha menciptakan suasana yang ramah dan menyenangkan sehingga adik-adik tidak sungkan bertanya atau meminta bantuan. Materi BRUS juga penting agar sejak awal mereka memahami budaya positif yang menjadi identitas Madtsansa,” kata Amira.

Sementara itu, peserta MATAMUDA Aurel mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, terutama mengenai pentingnya menghargai teman dan berani menolak ajakan yang mengarah pada perilaku negatif.

“Saya jadi tahu kalau bullying bukan hanya memukul, tetapi juga mengejek atau mengucilkan teman. Setelah mengikuti materi ini saya ingin menjadi teman yang saling mendukung dan berani melapor jika melihat tindakan yang salah,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Nissa, yang merasa sesi diskusi kasus membuat materi lebih mudah dipahami karena dikaitkan dengan situasi yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

“Penyampaiannya tidak membosankan karena kami diajak berdiskusi. Saya sekarang lebih mengerti bahaya rokok dan narkoba serta pentingnya menjaga nama baik madrasah melalui sikap yang baik,” tuturnya.

Adapun siswa kelas 8B, Aurel, yang turut berbagi pengalaman sebagai peserta didik Madtsansa, menyampaikan bahwa materi seperti ini menjadi bekal penting bagi murid baru untuk beradaptasi dengan budaya madrasah.

“Materi BRUS mengingatkan bahwa setiap siswa memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan belajar yang positif. Kalau semua saling menghargai dan berani melakukan hal yang benar, Madtsansa akan menjadi tempat belajar yang nyaman untuk semua,” ujarnya.

Melalui sesi materi BRUS ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap seluruh peserta MATAMUDA tidak hanya mengenal lingkungan madrasah, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk menjadi generasi yang berakhlak mulia, disiplin, peduli terhadap sesama, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar. (Fy)