
Banjarnegara — Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MTs Negeri 1 Banjarnegara Tahun Ajaran 2026/2027 terus menghadirkan berbagai materi pembekalan bagi peserta didik baru. Pada Senin (13/7), seluruh peserta MATAMUDA kelas VII mengikuti sesi materi kemadrasahan yang disampaikan langsung oleh Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, di Masjid Darul Ulum Madtsansa.
Selama kurang lebih 90 menit, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai jati diri madrasah melalui pemaparan visi, misi, dan tujuan MTs Negeri 1 Banjarnegara. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang tertib dan interaktif. Para siswa tampak antusias menyimak setiap penjelasan sebagai bekal untuk memulai perjalanan belajar selama tiga tahun ke depan.
Dalam pemaparannya, H. Yatiman menegaskan bahwa visi MTs Negeri 1 Banjarnegara adalah “Terwujudnya Generasi Islami, Cerdas, Peduli, dan Berbudaya Lingkungan.” Menurutnya, visi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah yang menjadi pedoman seluruh warga madrasah dalam melaksanakan proses pendidikan.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang akan membawa nama baik keluarga, bangsa, dan agama. Karena itu, Madtsansa berkomitmen membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan,” tutur H. Yatiman.
Ia kemudian menjelaskan setiap indikator dari visi tersebut. Pada aspek Islami, peserta didik dibimbing untuk membiasakan ibadah, membaca Al-Qur’an dengan tartil, menghafal doa-doa harian, surat pilihan, hadis, serta membangun akhlakul karimah melalui budaya salam, sapa, dan senyum.
Sementara pada aspek kecerdasan, madrasah mendorong peserta didik untuk mencapai prestasi akademik maupun nonakademik, mulai dari kompetisi sains, riset, olahraga, seni, kepramukaan hingga berbagai ajang tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Adapun pada aspek kepedulian dan budaya lingkungan, siswa dibiasakan menerapkan perilaku ramah lingkungan melalui pengelolaan sampah, penghematan energi dan air, serta kegiatan penghijauan.
“Madrasah ingin mencetak lulusan yang seimbang. Pintar saja belum cukup jika tidak dibarengi akhlak yang baik. Begitu pula religius saja belum cukup tanpa kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Semua itu harus berjalan beriringan,” jelasnya.
Selain visi, H. Yatiman juga memaparkan delapan misi madrasah, di antaranya membiasakan peserta didik memiliki keimanan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap Islami, menerapkan pembelajaran profesional berbasis teknologi digital, mengembangkan pembelajaran yang holistik dan bermakna, mengoptimalkan layanan bimbingan peserta didik, memperkuat kegiatan ekstrakurikuler sesuai bakat dan minat, menerapkan manajemen partisipatif, serta mewujudkan perilaku dan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik.
Menurutnya, seluruh program tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh warga madrasah memiliki komitmen yang sama dalam menjaga budaya positif di lingkungan sekolah.
“Kalian sekarang resmi menjadi bagian dari keluarga besar Madtsansa. Mari tumbuhkan rasa bangga terhadap madrasah ini dengan menunjukkan disiplin, tanggung jawab, semangat belajar, dan sikap saling menghormati. Prestasi akan mengikuti apabila karakter yang baik sudah terbentuk,” pesannya kepada peserta MATAMUDA.
Ketua Panitia MATAMUDA 2026, Ikhsanudin, mengatakan bahwa materi kemadrasahan menjadi salah satu sesi penting dalam rangkaian MATAMUDA karena memberikan gambaran utuh mengenai identitas dan budaya MTs Negeri 1 Banjarnegara.
“Peserta didik baru perlu memahami lebih dahulu arah pendidikan di Madtsansa. Dengan mengenal visi, misi, dan tujuan madrasah sejak awal, mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan budaya belajar, tata tertib, maupun berbagai program pembiasaan yang ada di madrasah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyampaian materi langsung oleh kepala madrasah memberikan motivasi tersendiri bagi peserta didik baru.
“Anak-anak dapat mendengar secara langsung harapan dan cita-cita madrasah terhadap mereka. Hal ini menjadi bekal penting agar mereka memiliki semangat untuk berkembang sejak hari pertama menjadi siswa Madtsansa,” tambahnya.
Salah seorang peserta MATAMUDA, Alifa, mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai MTs Negeri 1 Banjarnegara.
“Saya menjadi lebih tahu bahwa Madtsansa tidak hanya mengajarkan pelajaran di kelas, tetapi juga membiasakan kami beribadah, peduli lingkungan, dan mengembangkan prestasi. Penjelasan dari Bapak Kepala Madrasah membuat saya semakin yakin memilih sekolah di sini,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan peserta lainnya, Hafiz, yang merasa termotivasi setelah mengikuti sesi tersebut.
“Yang paling saya ingat adalah pesan bahwa kami harus menjadi generasi yang Islami sekaligus cerdas dan peduli. Saya ingin mengikuti berbagai kegiatan di madrasah dan berusaha meraih prestasi selama belajar di Madtsansa,” katanya.
Melalui penyampaian materi kemadrasahan tersebut, peserta MATAMUDA diharapkan memiliki pemahaman yang utuh mengenai nilai-nilai dasar MTs Negeri 1 Banjarnegara. Bekal tersebut menjadi langkah awal dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, berprestasi, peduli terhadap sesama, serta berbudaya lingkungan sesuai visi besar Madtsansa. (Fy)
