GTK Madtsansa Didaulat Jadi Petugas Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Kankemenag Banjarnegara

Banjarnegara — Semangat nasionalisme dan pengabdian kepada bangsa kembali ditunjukkan oleh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Negeri 1 Banjarnegara. Sejumlah GTK Madtsansa mendapat kepercayaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara untuk menjadi petugas dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026). Kepercayaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus kesempatan bagi GTK Madtsansa untuk mengambil bagian dalam menyukseskan peringatan salah satu momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Penugasan tersebut berdasarkan Surat Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara Nomor B-558/Kk.11.04/1/KP.01/10/2026 tertanggal 26 Oktober 2026. Upacara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dengan melibatkan sejumlah petugas dari lingkungan madrasah.

Untuk memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan dengan tertib dan khidmat, GTK Madtsansa terlebih dahulu melaksanakan latihan pada Senin (26/10). Latihan tersebut menjadi kesempatan bagi masing-masing petugas untuk memahami tugas dan tanggung jawabnya, sekaligus menyelaraskan gerakan serta koordinasi antarpersonel. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gladi bersih di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara pada Selasa (27/10).

Dalam susunan petugas yang ditetapkan, Ahmad Munir Effendi dipercaya sebagai petugas pembaca doa, Reni Oktaningsih bertugas membacakan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan Rosidin mendapat tugas sebagai ajudan. Selain ketiganya, sejumlah GTK Madtsansa juga mengemban tugas lainnya, di antaranya sebagai pemimpin upacara, pemimpin barisan, pengibar bendera, pembaca teks Kongres Pemuda, pembawa acara, dirigen, dokumentasi, dan operator lagu.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Karyono, menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan kesediaan GTK MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam menerima amanah tersebut. Menurutnya, keterlibatan GTK madrasah dalam upacara tingkat kabupaten merupakan bentuk sinergi dan kontribusi nyata satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama.

Ia berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan kesungguhan. Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk kembali menghidupkan semangat persatuan, gotong royong, serta komitmen bersama dalam membangun bangsa. Karyono juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi teladan bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan para pemuda Indonesia.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada GTK Madtsansa. Ia menyampaikan bahwa penugasan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Menurut Yatiman, keterlibatan guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan di lingkungan Kementerian Agama menjadi salah satu wujud kontribusi madrasah dalam mendukung program dan kegiatan kelembagaan. Ia berharap kesempatan ini semakin memperkuat kepercayaan diri, kedisiplinan, serta semangat pengabdian GTK Madtsansa.

“Kepercayaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Madtsansa. Saya berharap seluruh petugas dapat melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab, mempersiapkan diri secara maksimal, dan memberikan penampilan terbaik. Jadikan kesempatan ini sebagai bagian dari pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Salah satu petugas, Ahmad Munir Effendi, mengaku bersyukur mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari petugas upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Ia menyampaikan bahwa tugas tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik.

Hal senada disampaikan Reni Oktaningsih. Menurutnya, membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945 dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan amanah yang harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Ia berupaya menguasai teks, memperhatikan intonasi, artikulasi, serta ketepatan pembacaan agar pesan konstitusi dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh peserta upacara.

Sementara itu, Rosidin menyampaikan kesiapannya menjalankan tugas sebagai ajudan. Baginya, setiap bagian dalam pelaksanaan upacara memiliki peran penting untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Oleh karena itu, koordinasi, ketelitian, dan kedisiplinan menjadi hal yang harus diperhatikan oleh setiap petugas.

Melalui latihan dan gladi bersih yang telah dilaksanakan, GTK Madtsansa menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan diri. Semangat kebersamaan yang terbangun selama persiapan diharapkan menjadi modal penting untuk menyukseskan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Partisipasi GTK MTs Negeri 1 Banjarnegara ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat pengabdian insan madrasah. Tidak hanya berperan dalam dunia pendidikan, GTK Madtsansa juga siap mengambil bagian dalam kegiatan kelembagaan dan kebangsaan, sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda: bersatu, bangkit, dan tumbuh untuk Indonesia yang lebih maju. (Fy)