Lantunkan Hafalan dengan Penuh Khidmat, Khairunnisa Az Zahra Tuntaskan Tasmi 5 Juz Al-Qur’an

Banjarnegara — Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema khidmat di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Sabtu (24/10). Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Tasmi Al-Qur’an Bil Hifdhi 5 Juz yang dilaksanakan oleh Khairunnisa Az Zahra, murid kelas IX C Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi atas kesungguhan murid dalam menjaga hafalan Al-Qur’an sekaligus wujud nyata keberhasilan pembinaan program kelas unggulan tahfiz di Madtsansa.

Bertempat di masjid Darul Ulum Madtsansa, kegiatan tasmi disaksikan oleh seluruh murid kelas unggulan Tahfiz dari kelas 7, 8, dan 9. Dengan penuh kesungguhan, Khairunnisa melantunkan hafalan lima juz Al-Qur’an di hadapan para penyimak. Kegiatan ini bukan sekadar menjadi ajang untuk menunjukkan capaian hafalan, tetapi juga menjadi sarana menguji kekuatan ingatan, ketepatan bacaan, kelancaran, serta kemampuan menjaga hafalan yang telah dipelajari dan dimurajaah secara berkelanjutan.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian Khairunnisa. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan tasmi lima juz merupakan prestasi yang patut disyukuri karena membutuhkan proses panjang, kedisiplinan, kesabaran, dan komitmen yang kuat.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus dijaga, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dicapai Khairunnisa hari ini merupakan buah dari kesungguhan dan ketekunan. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi murid-murid lainnya untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Madrasah akan terus memberikan dukungan terhadap program tahfiz sebagai bagian dari pembentukan generasi Qur’ani yang berkarakter,” ungkapnya.

Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz, Khoerul Mahbub Alhafidz, menjelaskan bahwa kegiatan tasmi memiliki peran penting dalam proses pembinaan hafalan. Menurutnya, hafalan tidak cukup hanya disetorkan kepada pembimbing, tetapi juga perlu diperdengarkan secara terbuka agar kualitas hafalan dapat teruji.

“Melalui tasmi, murid belajar mempertanggungjawabkan hafalan yang telah diperoleh. Mereka harus benar-benar mempersiapkan diri, menjaga kelancaran, memperhatikan makharijul huruf, serta menerapkan kaidah tajwid dengan baik. Capaian lima juz Khairunnisa ini tentu menjadi motivasi bagi teman-temannya. Kami berharap semakin banyak murid yang bersemangat meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalannya,” jelas Khoerul.

Khairunnisa Az Zahra mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya karena dapat menyelesaikan tasmi lima juz. Baginya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses belajar yang membutuhkan perjuangan, terutama dalam menjaga konsistensi murajaah di tengah berbagai aktivitas sekolah.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan tasmi lima juz. Prosesnya tentu tidak selalu mudah. Ada kalanya merasa lelah atau kesulitan mengingat ayat-ayat yang sudah dihafalkan. Namun, dengan terus mengulang hafalan, bimbingan ustaz dan ustazah, serta dukungan orang tua, akhirnya saya bisa sampai pada tahap ini. Semoga hafalan ini tetap terjaga dan bisa menjadi bekal untuk kehidupan saya ke depan,” tuturnya.

Kebahagiaan juga dirasakan ibunda Khairunnisa yang turut mendampingi perjalanan putrinya dalam menghafalkan Al-Qur’an. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada madrasah serta para pembimbing yang telah memberikan pendampingan. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata-mata tentang banyaknya juz yang dihafalkan, melainkan tentang proses pembentukan karakter, kesabaran, dan kedekatan anak dengan Al-Qur’an.

“Sebagai orang tua, tentu kami merasa sangat bahagia dan terharu. Kami tahu bahwa menghafalkan Al-Qur’an membutuhkan perjuangan dan kedisiplinan. Harapan kami, Khairunnisa tidak berhenti sampai di sini. Semoga ia selalu istiqamah menjaga hafalannya, semakin mencintai Al-Qur’an, dan mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Kegiatan tasmi juga memberikan kesan mendalam bagi murid yang menyaksikan. Faqih, murid kelas 8C Unggulan Tahfiz, mengaku termotivasi melihat keberhasilan kakak kelasnya menyelesaikan hafalan lima juz. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan semangat dalam menghafal.

“Saya kagum dan termotivasi melihat Kak Khairunnisa. Ternyata dengan rajin menghafal dan mengulang hafalan, kita bisa mencapai lima juz. Saya juga ingin bisa seperti Kak Khairunnisa dan terus meningkatkan hafalan saya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Naura, murid kelas 7C Unggulan Tahfiz. Sebagai murid yang masih berada di jenjang awal, ia merasa kegiatan tersebut memberikan gambaran sekaligus motivasi tentang target yang dapat dicapai melalui kesungguhan.

“Senang bisa menyaksikan langsung tasmi lima juz. Saya jadi semakin semangat untuk menghafalkan Al-Qur’an. Semoga suatu saat nanti saya juga bisa melaksanakan tasmi seperti Kak Khairunnisa,” ungkapnya.

Pelaksanaan Tasmi 5 Juz Khairunnisa Az Zahra menjadi momentum penting bagi keluarga besar kelas unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara. Lebih dari sekadar pencapaian hafalan, kegiatan ini menegaskan bahwa keberhasilan menghafal Al-Qur’an membutuhkan sinergi antara murid, pembimbing, madrasah, dan keluarga.

Melalui kegiatan semacam ini, Madtsansa terus berkomitmen menumbuhkan generasi yang tidak hanya mampu menghafalkan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kecintaan, kedekatan, serta komitmen untuk menjaga dan mengamalkan kalam Allah dalam kehidupan. (Lin)