
Banjarnegara — Suasana pembukaan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Jumat (23/10/2026) berlangsung meriah dan penuh semangat. Salah satu penampilan yang berhasil menarik perhatian seluruh peserta dan tamu undangan adalah atraksi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dari Tim Dewan Penggalang (DP) Madtsansa. Dengan gerakan yang energik, formasi yang tertata, serta kekompakan yang terjaga, tim ini sukses menghadirkan penampilan yang memukau dalam rangkaian upacara pembukaan Perjusa.
Tim DP yang beranggotakan 16 siswa, yaitu Raffasya, Fabian, Hasbi, Dheliza, Aya, Raisa, Kirana, Ais, Nikita, Rokhmah, Nabilah, Azizah, Intan, Fadhilah, Nazhifa, dan Ayra, tampil penuh percaya diri di hadapan seluruh peserta Perjusa. Mereka memperagakan berbagai gerakan PBB yang dikemas secara menarik dengan perpaduan ketegasan, ketepatan gerakan, dan penghayatan terhadap setiap formasi.
Penampilan tersebut tidak hanya memperlihatkan kemampuan teknis baris-berbaris, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat perjuangan. Terlebih, konsep penampilan yang diusung mengangkat kisah perjuangan para pahlawan Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Konseptor ide penampilan, Fabian, menjelaskan bahwa konsep tersebut sengaja dirancang untuk menghadirkan pesan sejarah melalui sebuah pertunjukan PBB. Menurutnya, penampilan ini ingin menggambarkan bagaimana para pejuang Indonesia dahulu berjuang dengan gigih, penuh keberanian, dan pantang menyerah demi meraih kemerdekaan.
“Kami ingin penampilan ini tidak sekadar menjadi atraksi baris-berbaris, tetapi juga mempunyai cerita dan pesan yang dapat dipahami oleh penonton. Konsepnya menceritakan kegigihan para pejuang Indonesia dalam melawan penjajah untuk memperjuangkan kemerdekaan. Kami berharap melalui penampilan ini teman-teman dapat mengingat kembali perjuangan para pahlawan dan meneladani semangat pantang menyerah mereka,” ungkap Fabian.
Keberhasilan penampilan tersebut tentu tidak diraih secara instan. Seluruh anggota Tim DP menjalani latihan secara mandiri setiap hari menjelang pelaksanaan Perjusa. Dengan memanfaatkan waktu yang tersedia, mereka berusaha menyempurnakan setiap gerakan, menyelaraskan langkah, serta membangun koordinasi antarpersonel agar seluruh rangkaian penampilan dapat berjalan sesuai konsep.
Ketua Tim DP, Raffasya, menyampaikan bahwa persiapan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh anggota. Konsistensi latihan dan kemauan untuk saling mengingatkan menjadi kunci dalam membangun kekompakan tim.
“Kami berlatih secara mandiri setiap hari menjelang Perjusa. Awalnya tentu ada beberapa gerakan yang harus kami ulang agar benar-benar kompak dan sesuai dengan formasi yang direncanakan. Namun, karena semua anggota mempunyai semangat dan tanggung jawab yang sama, kami berusaha terus berlatih sampai mendapatkan hasil yang diharapkan. Kami senang akhirnya bisa menampilkan yang terbaik pada pembukaan Perjusa,” tutur Raffasya.
Pembina Pramuka Madtsansa, Ikhsanudin, yang sekaligus bertindak sebagai pembina upacara pembukaan Perjusa, memberikan apresiasi terhadap penampilan Tim DP. Ia menilai bahwa penampilan tersebut merupakan bentuk kreativitas dan hasil kerja keras para anggota Dewan Penggalang dalam mempersiapkan kegiatan kepramukaan.
Menurut Ikhsanudin, PBB merupakan salah satu sarana pembentukan karakter dalam kegiatan Pramuka. Melalui latihan dan penampilan seperti ini, peserta didik belajar mengenai kedisiplinan, kepemimpinan, kekompakan, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab secara bersama-sama.
“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh anggota Tim DP yang telah mempersiapkan penampilan ini dengan sungguh-sungguh. Mereka menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Saya berharap semangat berlatih, kedisiplinan, dan kekompakan yang telah ditunjukkan dapat terus dipertahankan dan menjadi teladan bagi peserta Perjusa lainnya,” ungkap Ikhsanudin.
Apresiasi juga disampaikan oleh Surya Widhi Prakosa. Ia menilai penampilan Tim DP memberikan warna tersendiri dalam pembukaan Perjusa. Keselarasan gerakan dan semangat yang diperlihatkan para anggota menunjukkan bahwa persiapan yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan penampilan yang membanggakan.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta Perjusa yang menyaksikan atraksi tersebut. Alenna mengungkapkan kekagumannya terhadap kekompakan dan keberanian anggota Tim DP saat tampil di hadapan ratusan peserta.
“Penampilannya sangat menarik dan membuat kami ikut bersemangat. Gerakannya kompak dan energik. Saya juga salut karena mereka bisa menampilkan formasi yang bagus setelah menjalani latihan,” ungkap Alenna.
Hal senada disampaikan Alifa. Menurutnya, penampilan Tim DP menjadi salah satu bagian paling menarik dalam rangkaian pembukaan Perjusa. Ia juga mendapatkan inspirasi tentang pentingnya kedisiplinan dan kerja sama dalam sebuah tim.
“Melihat penampilan kakak-kakak DP membuat saya semakin tertarik dengan kegiatan Pramuka. Ternyata untuk menghasilkan penampilan yang bagus diperlukan latihan, kesabaran, dan kekompakan. Semoga ke depan kami juga bisa belajar dan memiliki kemampuan seperti mereka,” ujarnya.
Penampilan Tim DP menjadi bukti bahwa kreativitas, semangat, dan kerja keras peserta didik dapat dikemas menjadi pertunjukan yang edukatif dan inspiratif. Lebih dari sekadar atraksi PBB, penampilan tersebut berhasil menyampaikan pesan tentang perjuangan, nasionalisme, dan pentingnya menjaga persatuan.
Melalui penampilan ini, Tim DP Madtsansa turut menyemarakkan pembukaan Perjusa sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Semangat perjuangan yang dikisahkan melalui gerakan PBB diharapkan menjadi inspirasi bagi para penggalang untuk terus belajar, berdisiplin, berani, dan pantang menyerah dalam meraih cita-cita. (Lin)
