
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) bagi seluruh murid kelas VII pada Jumat hingga Sabtu (23–24/10/2026). Bertempat di lingkungan madrasah, kegiatan yang dikemas dalam rangka Jambore Gugus Depan 06.219–06.220 Pangkalan MTs Negeri 1 Banjarnegara ini menjadi salah satu bentuk pembinaan karakter melalui kegiatan kepramukaan yang edukatif, menyenangkan, dan penuh pengalaman.
Mengusung tema “Membentuk Generasi yang Mandiri, Disiplin, dan Berkarakter”, Perjusa 2026 mengangkat motto MANTAP, yakni Mandiri, Aktif, Nasionalis, Tangguh, Amanah, dan Prestasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan kepramukaan, tetapi juga mampu mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa kegiatan Perjusa merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang tidak seluruhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas. Menurutnya, pengalaman mengikuti perkemahan memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar menghadapi tantangan, beradaptasi, serta membangun hubungan sosial dengan teman-temannya.
“Pramuka merupakan salah satu wadah pembentukan karakter yang sangat strategis. Melalui Perjusa, anak-anak belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Saya berharap pengalaman selama dua hari ini dapat memberikan kesan positif sekaligus membentuk kebiasaan baik yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah, keluarga, maupun masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para pembina dan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan sehingga dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta.
Ketua Gugus Depan sekaligus Pembina Pramuka MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menjelaskan bahwa Perjusa dirancang dengan berbagai aktivitas yang memadukan pengetahuan, keterampilan, pembinaan keagamaan, dan pengembangan diri. Seluruh rangkaian kegiatan disusun agar peserta memperoleh pengalaman kepramukaan secara langsung.
“Perjusa bukan sekadar kegiatan menginap bersama di madrasah. Ada banyak nilai pendidikan yang ingin kami tanamkan, mulai dari kedisiplinan, kekompakan, keberanian, kemandirian, hingga kepedulian terhadap sesama. Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar Pramuka itu menyenangkan sekaligus memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat,” jelas Ikhsanudin.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta dan penataan barang di ruang kelas, dilanjutkan upacara pembukaan. Peserta kemudian menyaksikan penampilan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan pionering oleh Dewan Penggalang. Setelah pelaksanaan salat Asar, kegiatan berlanjut dengan Misi Sang Pandu, yakni pendalaman pengetahuan kepramukaan, Semaphore Team Mission, dan PBB bertongkat.
Suasana semakin meriah pada malam hari melalui upacara api unggun dan pentas seni (pensi). Momen tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, serta kekompakan dalam menampilkan potensi masing-masing. Setelah seluruh rangkaian malam selesai, peserta beristirahat bersama di ruang kelas.
Pembina Pramuka lainnya, Yuliana Rahmanti, menyampaikan bahwa keberhasilan Perjusa tidak hanya diukur dari kelancaran setiap agenda, tetapi juga dari perubahan sikap dan pengalaman yang diperoleh peserta.
“Kami ingin anak-anak belajar melakukan banyak hal secara mandiri, mulai dari mengatur perlengkapan pribadi, mengikuti jadwal kegiatan, menjaga kebersihan, hingga menyelesaikan tugas bersama regunya. Hal-hal sederhana seperti inilah yang sesungguhnya menjadi latihan karakter. Harapannya, mereka semakin percaya diri dan terbiasa bertanggung jawab,” tuturnya.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan tahajud, salat Subuh berjamaah, kultum, dan senam pagi. Setelah sarapan dan persiapan, peserta mengikuti kegiatan penjelajahan di lingkungan sekitar madrasah. Tantangan berikutnya adalah materi Fire Rescue bersama tim Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk memberikan wawasan mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Salah seorang peserta, Nadine dari kelas 7A, mengaku senang dapat mengikuti Perjusa karena memperoleh pengalaman baru bersama teman-teman.
“Menurut saya, Perjusa sangat seru karena banyak kegiatan yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya paling menikmati kegiatan pentas seni dan penjelajahan. Selain menyenangkan, saya juga belajar lebih mandiri, berani, dan kompak bersama teman satu regu,” ungkap Nadine.
Hal senada disampaikan Tegar dari kelas 7J. Ia merasa kegiatan Perjusa memberikan pengalaman berharga sekaligus melatih kedisiplinan dan kerja sama.
“Awalnya saya merasa kegiatan Perjusa akan melelahkan, tetapi ternyata sangat menyenangkan. Banyak hal baru yang bisa dipelajari, terutama tentang kepramukaan, kekompakan, dan tanggung jawab. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali karena memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran sehari-hari,” ujar Tegar.
Rangkaian Perjusa 2026 ditutup dengan upacara penutupan dan pembagian kejuaraan pada Sabtu menjelang siang. Penilaian kegiatan meliputi Misi Sang Pandu, pentas seni, dan penjelajahan.
Melalui penyelenggaraan Perjusa ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap tumbuh generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, semangat kebersamaan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan. Semangat MANTAP diharapkan tidak berhenti setelah perkemahan usai, melainkan terus menjadi nilai yang melekat dalam keseharian seluruh murid Madtsansa. (Lin)
