SAFARI MODESTA 2026 Meriahkan Hari Santri Madtsansa, Tampilkan Pesona Busana Muslim yang Anggun dan Berkarakter

Banjarnegara — Semarak peringatan Hari Santri Tahun 2026 di MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) semakin terasa melalui penyelenggaraan SAFARI MODESTA 2026 (Santri Fashion & Aesthetic Runway of Madtsansa 2026), Kamis (22/10). Kegiatan lomba peragaan busana muslim ini menjadi salah satu agenda yang menghadirkan kreativitas, kepercayaan diri, serta nilai kesantunan dalam berbusana bagi para murid.

SAFARI MODESTA dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 dengan subtema “Santri Madtsansa: Cerdas Beraqidah, Anggun Berkarakter, Menguatkan Indonesia Emas”. Kegiatan ini melengkapi semangat pengembangan kecerdasan intelektual dan religius yang sebelumnya diwadahi melalui SARTIKA (Santri Smart & Critical Thinker PAI Madtsansa), yakni lomba cepat tepat Pendidikan Agama Islam berbasis digital.

Setelah pelaksanaan SARTIKA, perhatian peserta dan warga madrasah beralih pada panggung SAFARI MODESTA. Perwakilan putra dan putri dari seluruh kelas mengikuti kompetisi tersebut dengan menampilkan busana muslim yang memadukan unsur kesopanan, keanggunan, dan kreativitas. Setiap pasangan peserta membawa karakter penampilan masing-masing, sekaligus menunjukkan bahwa busana santri dapat tampil menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai Islami.

Koordinator SAFARI MODESTA, Linara, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang peragaan busana, melainkan juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi murid. Melalui kegiatan tersebut, murid diharapkan mampu memahami bahwa penampilan yang baik perlu berjalan seiring dengan adab dan kesantunan.

“SAFARI MODESTA menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus belajar menampilkan jati diri sebagai santri. Kami ingin mereka memahami bahwa berbusana muslim bukan hanya tentang penampilan yang menarik, tetapi juga tentang kesopanan, kerapian, dan karakter yang tercermin melalui sikap,” ungkap Linara.

Linara yang juga bertugas sebagai juri bersama Hj. Amri Inayati dan Hj. Asih Wijayanti menambahkan bahwa penilaian dilakukan dengan memperhatikan sejumlah aspek yang telah ditetapkan. Kriteria tersebut meliputi kesesuaian busana dan kesopanan, teknik catwalk dan pose, harmonisasi warna serta desain, hingga ekspresi dan adab santri.

Menurutnya, seluruh aspek tersebut penting untuk melihat penampilan peserta secara menyeluruh. Kepercayaan diri ketika berjalan di atas panggung perlu diimbangi dengan sikap santun dan kemampuan membawa busana sesuai nilai-nilai Islam.

Sementara itu, Hj. Amri Inayati menyampaikan bahwa SAFARI MODESTA dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi murid untuk mengenal pentingnya berbusana muslim dengan baik. Ia berharap peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam membangun keberanian dan menghargai penampilan orang lain.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar bahwa tampil percaya diri harus tetap disertai kesantunan. Busana yang indah akan semakin bermakna ketika dikenakan dengan sikap yang baik dan mencerminkan karakter seorang santri,” tutur Hj. Amri Inayati.

Senada dengan hal tersebut, Hj. Asih Wijayanti menilai SAFARI MODESTA sebagai wadah positif untuk mengembangkan potensi murid di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Menurutnya, kreativitas dalam memadukan busana dapat menjadi sarana untuk melatih keberanian, kedisiplinan, dan kemampuan menampilkan diri secara santun di hadapan orang lain.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan pemahaman bahwa identitas santri tidak hanya tercermin melalui pengetahuan agama, tetapi juga melalui perilaku, cara berkomunikasi, serta kesadaran menjaga kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme juga terlihat dari para peserta. Abby, perwakilan kelas 9E, mengungkapkan bahwa mengikuti SAFARI MODESTA menjadi pengalaman menarik sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dalam berbusana muslim.

“Bagi saya, kegiatan ini menyenangkan karena bisa belajar tampil lebih percaya diri di depan banyak orang. Saya juga belajar bahwa penampilan bukan hanya soal pakaian, tetapi bagaimana kita membawa diri dengan sopan dan tetap menunjukkan karakter sebagai santri,” ujar Abby.

Hal senada disampaikan Tegar dari kelas 7J. Sebagai peserta dari jenjang kelas tujuh, ia merasakan pengalaman baru melalui kesempatan tampil di panggung bersama perwakilan kelas lainnya.

“Saya senang bisa ikut SAFARI MODESTA. Awalnya tentu ada rasa gugup, tetapi saya berusaha tampil percaya diri dan mengikuti arahan yang diberikan. Semoga kegiatan ini bisa membuat kami semakin berani, kreatif, dan tetap menjaga kesantunan sebagai murid madrasah,” kata Tegar.

Penyelenggaraan SAFARI MODESTA 2026 menjadi bukti bahwa peringatan Hari Santri di Madtsansa dikemas melalui kegiatan edukatif yang memadukan nilai keagamaan, kreativitas, dan pengembangan karakter. Semangat tersebut selaras dengan tagline kegiatan, “Anggun Berbusana, Santun Berbudaya, Elegan Berkarya”.

Hingga berita ini diturunkan, hasil kejuaraan SAFARI MODESTA 2026 belum diumumkan. Terlepas dari hasil akhir perlombaan, partisipasi perwakilan seluruh kelas menjadi bagian penting dari upaya menumbuhkan keberanian, kreativitas, sportivitas, dan kebanggaan sebagai santri Madtsansa dalam menyemarakkan Hari Santri Tahun 2026. (Fy)