
Banjarnegara — Guru-guru MTs Negeri 1 Banjarnegara berpartisipasi aktif dalam kegiatan penyusunan modul pembelajaran semester genap tahun ajaran 2026/2027 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Banjarnegara pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Joglo RM Sari Rahayu 2 Banjarnegara tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terarah, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan ini melibatkan para guru penyusun modul dari madrasah tsanawiyah negeri di Kabupaten Banjarnegara. Berdasarkan undangan KKMTs Kabupaten Banjarnegara Nomor 026/KKMTs/Bna/10/2026, agenda utama pertemuan adalah penyusunan modul semester 2 tahun ajaran 2026/2027. Para peserta diharapkan dapat berkolaborasi dalam menghasilkan bahan pembelajaran yang dapat mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada semester mendatang.
Dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, sejumlah guru ditugaskan sebagai penyusun modul untuk beberapa mata pelajaran dan jenjang kelas. Mereka adalah H. Surya Widhi Prakosa, S.Pd., penyusun modul Bahasa Indonesia kelas VIII; Estu Dyah Fitriani, S.Pd., Matematika kelas VIII; Novia Fajriati Alqomar, S.Pd., Bio, IPA kelas VII; Ratna Damayanti, S.E., IPS kelas IX; Slamet Brotoseno, S.S., M.Pd., Bahasa Inggris kelas IX; Dody Herdiyanto, S.Pd., PJOK kelas VII; Haki Wanudya Tatanggana, S.Pd., Seni Budaya kelas VIII; serta Erma Ratnaningrom, S.Pd., Bahasa Jawa kelas IX.
Ketua KKMTs Kabupaten Banjarnegara, Natir, menekankan pentingnya kerja sama antarguru dalam mempersiapkan modul pembelajaran. Menurutnya, kegiatan penyusunan modul menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk menyatukan pemikiran, berbagi pengalaman, serta menghasilkan bahan ajar yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di madrasah.
“Penyusunan modul ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mempersiapkan pembelajaran semester genap dengan lebih baik. Melalui kolaborasi para guru, diharapkan modul yang dihasilkan dapat membantu pelaksanaan pembelajaran agar lebih terarah dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, menyambut baik keikutsertaan para guru Madtsansa dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan guru dalam penyusunan modul merupakan bentuk tanggung jawab profesional sekaligus kesempatan untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran.
Menurut Hj. Yuniyati, persiapan perangkat pembelajaran perlu dilakukan secara cermat agar guru memiliki acuan yang jelas dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Modul yang disusun diharapkan dapat membantu guru mengorganisasikan materi, kegiatan pembelajaran, serta evaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik.
“Partisipasi guru Madtsansa dalam penyusunan modul semester genap merupakan langkah positif untuk memperkuat kesiapan pembelajaran. Kami berharap para guru dapat berkontribusi secara optimal, saling bertukar pengalaman, dan menghasilkan modul yang bermanfaat bagi guru maupun peserta didik,” ungkapnya.
Salah seorang peserta, H. Surya Widhi Prakosa, yang bertugas menyusun modul Bahasa Indonesia kelas VIII, memandang kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat kualitas perencanaan pembelajaran. Melalui penyusunan modul secara kolaboratif, guru dapat meninjau kembali kebutuhan pembelajaran dan memastikan materi tersusun secara runtut.
Ia berharap hasil kegiatan dapat menjadi pedoman yang membantu guru melaksanakan pembelajaran secara lebih terencana. Selain itu, penyusunan modul bersama juga membuka ruang untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang menarik dan bermakna bagi peserta didik.
Sementara itu, Haki Wanudya Tatanggana, peserta penyusun modul Seni Budaya kelas VIII, turut berkontribusi dalam agenda tersebut. Ia diharapkan dapat mengembangkan bahan pembelajaran yang mendukung pemahaman peserta didik terhadap materi Seni Budaya sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas dan apresiasi seni.
Keikutsertaan para guru MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam kegiatan KKMTs ini menunjukkan komitmen madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi dan kolaborasi profesional. Penyusunan modul bukan sekadar menyiapkan dokumen pembelajaran, melainkan juga menjadi bagian dari proses merancang pengalaman belajar yang lebih terstruktur dan sesuai dengan tujuan pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan modul semester genap tahun ajaran 2026/2027 dapat mendukung kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran di masing-masing madrasah. Kolaborasi yang terbangun di lingkungan KKMTs Kabupaten Banjarnegara juga diharapkan terus berlanjut sebagai upaya bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah dan memberikan layanan pembelajaran terbaik bagi peserta didik. (Lin)
