Dua Guru Madtsansa Sabet Peringkat Pertama Kabupaten, Melaju ke Grand Final Anugerah GTK MTs Jawa Tengah 2026

Banjarnegara — Kabar membanggakan kembali datang dari MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa). Dua guru terbaik madrasah ini berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat pertama pada penyisihan tingkat Kabupaten Banjarnegara dalam ajang Anugerah GTK MTs Tingkat Provinsi Jawa Tengah Wilayah IV Tahun 2026. Keduanya juga dinyatakan lolos ke babak grand final setelah melewati penilaian portofolio dan produk inovasi guru.

Dua guru berprestasi tersebut adalah Hj. Yuniyati, S.Pd.I., M.Pd., yang meraih peringkat pertama kategori Guru Inspiratif, serta Musfiatul Muniroh, S.Pd.I., M.Pd., yang menempati peringkat pertama kategori Guru Inovatif. Hasil tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panitia Anugerah GTK MTs Tingkat Provinsi Jawa Tengah Wilayah IV Tahun 2026 tertanggal 19 Oktober 2026.

Berdasarkan keputusan tersebut, Hj. Yuniyati dan Musfiatul Muniroh termasuk enam peserta terbaik pada masing-masing kategori yang berhak melaju ke babak grand final. Tahapan selanjutnya berupa presentasi dan wawancara yang menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memaparkan pengalaman, gagasan, serta kontribusi mereka dalam pengembangan pendidikan madrasah.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian kedua guru tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Madtsansa sekaligus bukti bahwa guru madrasah memiliki potensi besar untuk terus berkembang, berinovasi, dan memberikan inspirasi.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Ibu Yuniyati dan Ibu Musfiatul Muniroh. Keduanya telah menunjukkan semangat, dedikasi, dan komitmen sebagai pendidik yang terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi madrasah. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi murid,” ungkapnya.

H. Yatiman juga berharap kedua peserta dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi babak grand final. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang penghargaan tersebut bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, melainkan juga menjadi ruang berbagi praktik baik dan pengalaman yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Hj. Yuniyati mengungkapkan rasa syukur atas hasil penilaian yang menempatkannya pada peringkat pertama kategori Guru Inspiratif tingkat Kabupaten Banjarnegara. Baginya, pencapaian tersebut merupakan dorongan untuk terus menjalankan tugas sebagai pendidik dengan penuh tanggung jawab serta memberikan keteladanan bagi murid dan lingkungan madrasah.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas hasil ini. Bagi saya, menjadi guru inspiratif bukan hanya tentang memperoleh penghargaan, tetapi bagaimana seorang guru mampu memberikan teladan, menumbuhkan semangat belajar, serta mendampingi murid agar berkembang sesuai potensi mereka. Saya berharap pengalaman dan ikhtiar yang selama ini dilakukan dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kesempatan melaju ke grand final menjadi tantangan sekaligus pembelajaran berharga. Dirinya akan berusaha mempersiapkan presentasi dan wawancara dengan sebaik-baiknya, sembari tetap berpegang pada semangat pengabdian sebagai seorang guru.

Sementara itu, Musfiatul Muniroh menyambut bahagia keberhasilannya meraih peringkat pertama kategori Guru Inovatif. Menurutnya, inovasi dalam pendidikan perlu terus dikembangkan agar pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan murid dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas capaian ini. Menjadi guru inovatif menuntut kita untuk terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan berani mengembangkan gagasan yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Saya memandang penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berproses dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi murid,” jelasnya.

Musfiatul menambahkan bahwa lolosnya ke babak grand final merupakan kesempatan untuk belajar dari para pendidik terbaik di wilayah Banyumas Raya. Ia berharap proses tersebut dapat memperkaya wawasan sekaligus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan bermakna.

Keberhasilan Hj. Yuniyati dan Musfiatul Muniroh menjadi catatan positif bagi MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam upaya membangun budaya prestasi dan meningkatkan profesionalisme guru. Prestasi ini sekaligus mempertegas pentingnya keteladanan, kreativitas, serta inovasi sebagai bagian dari pengembangan mutu pendidikan madrasah.

Keluarga besar Madtsansa pun berharap kedua guru tersebut mampu memberikan penampilan terbaik pada babak grand final. Apa pun hasil akhirnya, capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh guru untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa. (Lin)