Tiga Atlet Panahan Madtsansa Ukir Prestasi Gemilang di Kejurkab Banjarnegara 2026

Banjarnegara — Tiga atlet panahan MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Panahan Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026. Ketiganya berhasil membawa pulang sejumlah medali dari kategori dan nomor pertandingan berbeda, sekaligus menunjukkan potensi besar atlet muda Madtsansa di bidang olahraga panahan.

Ketiga atlet tersebut adalah Syabiel Al Ghifari Muliawan dari kelas 7D, Syafiq Khairy Zakwan dari kelas 9D, dan Naura Izzatunnisa dari kelas 7C. Capaian mereka menjadi bukti bahwa semangat berlatih, kedisiplinan, serta keberanian menghadapi persaingan dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Syabiel Al Ghifari Muliawan tampil gemilang pada kategori compound putra U15. Ia berhasil meraih juara 1 pada babak kualifikasi dan juara 1 pada babak eliminasi. Dengan demikian, Syabiel membawa pulang dua medali emas dari kejuaraan tingkat kabupaten tersebut.

Sementara itu, Syafiq Khairy Zakwan yang berlaga pada kategori standar nasional pra remaja putra berhasil meraih juara 2 pada nomor eliminasi individu jarak 30 meter dan juara 3 pada nomor total sesi jarak 30 meter. Prestasi tersebut mengantarkannya meraih medali perak dan perunggu.

Adapun Naura Izzatunnisa dari kelas 7C berhasil meraih juara 3 pada nomor recurve eliminasi individu jarak 40 meter kategori pra remaja putri. Medali perunggu yang diraihnya menjadi pencapaian tersendiri sekaligus menambah daftar prestasi olahraga MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Wakil kepala urusan kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ketiga atlet tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil positif dari pembinaan minat dan bakat peserta didik yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih anak-anak dalam Kejurkab Panahan Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026. Mereka telah menunjukkan bahwa peserta didik Madtsansa mampu mengembangkan potensi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan,” ungkapnya.

Ikhsanudin juga berharap keberhasilan ketiga atlet tersebut dapat menginspirasi peserta didik lainnya agar berani mengembangkan bakat sesuai minat masing-masing. Menurutnya, madrasah mendukung tumbuhnya peserta didik yang berprestasi, berkarakter, disiplin, dan mampu membawa nama baik lembaga melalui berbagai bidang.

Guru pendamping panahan, Radiono, turut mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diperoleh anak didiknya. Ia menilai capaian tersebut menjadi buah dari proses latihan dan kesungguhan para atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.

“Prestasi ini tentu patut disyukuri. Setiap atlet memiliki tantangan tersendiri sesuai kategori yang diikuti. Syabiel mampu meraih dua medali emas, Syafiq memperoleh medali perak dan perunggu, sedangkan Naura meraih medali perunggu. Hasil ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas latihan,” tuturnya.

Radiono menambahkan bahwa panahan membutuhkan konsentrasi, ketenangan, konsistensi, serta pengendalian diri. Atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga mampu menjaga fokus ketika menghadapi tekanan pertandingan. Oleh karena itu, latihan rutin dan evaluasi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

Syabiel Al Ghifari Muliawan mengungkapkan rasa bahagianya setelah berhasil meraih dua medali emas. “Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mendapatkan juara 1 pada babak kualifikasi dan eliminasi. Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih, memperbaiki teknik, dan mempertahankan prestasi pada kejuaraan berikutnya,” ungkapnya.

Syafiq Khairy Zakwan juga merasa senang dapat menyumbangkan dua medali untuk Madtsansa. “Saya bersyukur bisa meraih juara 2 dan juara 3. Pengalaman bertanding ini menjadi pelajaran bagi saya untuk lebih fokus, menjaga konsistensi, dan meningkatkan kemampuan agar bisa memperoleh hasil yang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Naura Izzatunnisa menyampaikan rasa syukur atas medali perunggu yang berhasil diraihnya. “Alhamdulillah, saya senang bisa meraih juara 3. Saya ingin terus belajar dan berlatih supaya kemampuan memanah saya semakin baik dan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi pada kesempatan berikutnya,” ujarnya.

Keberhasilan ketiga atlet tersebut menjadi tambahan catatan prestasi MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam bidang olahraga. Madtsansa berharap capaian ini semakin memperkuat semangat pembinaan bakat peserta didik, sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet muda yang mampu berkompetisi dengan percaya diri, menjunjung sportivitas, dan mengharumkan nama madrasah di tingkat yang lebih tinggi.

Prestasi Syabiel, Syafiq, dan Naura menjadi pengingat bahwa setiap medali lahir dari proses, ketekunan, dan kemauan untuk terus berkembang. Madtsansa pun terus berkomitmen mendukung peserta didik agar mampu meraih prestasi terbaik sesuai potensi yang dimiliki. (Fy)