
Banjarnegara — Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026, MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikutsertakan dua guru dan enam murid kelas unggulan Tahfiz dalam kegiatan Sema’an Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjarnegara bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/10/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Dipayuda Adhi Graha Banjarnegara.
Dua guru Madtsansa yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Linara dan Hj. Umi Mahmudah. Sementara itu, enam murid yang ditugaskan merupakan peserta didik kelas unggulan Tahfiz dari kelas 8C dan 7C. Dari kelas 8C, mereka adalah Naila Izzatunusa, Adiva Reisya Azzahra, dan Nicky Zaneta Calisa Orlin. Adapun dari kelas 7C, peserta terdiri atas Naura Izzatunnisa, Balqis Ayudya Ramadani, dan Fakhira Hasna Akifah.
Keikutsertaan para guru dan murid tersebut menjadi wujud partisipasi aktif MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Selain memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman spiritual sekaligus menumbuhkan semangat para murid untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan para guru dan murid dalam kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, kegiatan Sema’an Al-Qur’an memiliki nilai penting dalam membangun karakter peserta didik yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki kedekatan dengan kitab suci.
“Peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kita terhadap agama, tradisi keilmuan Islam, dan Al-Qur’an. Kami berharap keikutsertaan guru dan murid Madtsansa dalam Sema’an Al-Qur’an ini dapat menambah semangat mereka untuk membaca, menghafal, memahami, serta mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
H. Yatiman juga berharap para murid kelas unggulan Tahfiz dapat menjadi teladan bagi teman-temannya, baik dalam kedisiplinan menjaga hafalan maupun dalam menunjukkan perilaku yang mencerminkan akhlak Qur’ani. Menurutnya, kemampuan menghafal Al-Qur’an perlu diiringi dengan pembiasaan sikap santun, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Salah satu guru peserta, Linara, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Sema’an Al-Qur’an menjadi kesempatan berharga bagi para murid untuk memperluas pengalaman belajar Al-Qur’an di luar lingkungan madrasah. Melalui kegiatan bersama masyarakat dan berbagai unsur keagamaan tersebut, murid dapat merasakan secara langsung suasana kebersamaan dalam menjaga tradisi membaca dan menyimak ayat-ayat suci.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar menjaga hafalan di kelas, tetapi juga berkesempatan mengikuti kegiatan keagamaan bersama masyarakat. Semoga pengalaman ini semakin menguatkan motivasi mereka untuk mencintai Al-Qur’an dan istiqamah dalam murajaah,” tuturnya.
Senada dengan itu, Hj. Umi Mahmudah berharap kegiatan Sema’an Al-Qur’an dapat menumbuhkan kesungguhan para murid dalam menjaga hafalan. Menurutnya, proses menghafal membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, serta dukungan dari guru dan keluarga. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk memupuk semangat tersebut sekaligus mempererat hubungan antara pendidikan madrasah dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Para murid peserta juga menyambut baik kesempatan mengikuti kegiatan dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026. Naila Izzatunusa dan rekan-rekannya berharap keikutsertaan mereka dapat menambah pengalaman serta meningkatkan semangat untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur’an.
“Kami senang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan Sema’an Al-Qur’an. Semoga kegiatan ini membuat kami semakin semangat menjaga hafalan, rajin murajaah, dan bisa mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap salah satu peserta mewakili harapan para murid.
Melalui partisipasi ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan yang membentuk karakter peserta didik. Momentum Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus menanamkan nilai keislaman, memperkuat tradisi membaca Al-Qur’an, serta membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan mencintai kitab sucinya. (Fy)
