Semarak Hari Santri 2026, Murid dan GTK Madtsansa Kenakan Busana Santri

Banjarnegara — Suasana semarak peringatan Hari Santri Tahun 2026 mewarnai aktivitas di MTs Negeri 1 Banjarnegara atau Madtsansa mulai Selasa hingga Kamis (20–22/10/2026). Selama tiga hari tersebut, seluruh murid dan Guru serta Tenaga Kependidikan (GTK) Madtsansa mengenakan busana santri sebagai bentuk partisipasi dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi pesantren dan nilai-nilai keislaman.

Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Bupati Banjarnegara Nomor B/400/285/BUPATI/2026 tentang Peringatan Hari Santri Tahun 2026. Dalam surat edaran tersebut, seluruh ASN dan siswa di lingkungan satuan kerja maupun lembaga pendidikan diimbau mengenakan pakaian bernuansa santri pada 20–22 Oktober 2026. Laki-laki mengenakan pakaian putih dan sarung, sedangkan perempuan mengenakan gamis atau atasan bernuansa putih dengan bawahan menyesuaikan.

Di Madtsansa, pengaturan jadwal warna pakaian dikoordinasikan oleh tim hubungan masyarakat (humas) agar pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan seragam sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Kehadiran murid dan GTK dengan busana khas santri menghadirkan nuansa religius sekaligus memperkuat identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri merupakan momentum penting untuk menanamkan semangat perjuangan, keteladanan, dan kecintaan terhadap agama serta bangsa. Menurutnya, santri memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Indonesia, baik melalui perjuangan merebut kemerdekaan maupun kontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat.

“Peringatan Hari Santri jangan hanya dimaknai sebagai kegiatan mengenakan pakaian santri. Lebih dari itu, kita perlu meneladani semangat para santri dalam menuntut ilmu, menjaga akhlak, berdisiplin, dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam perilaku sehari-hari seluruh warga madrasah,” ungkapnya.

H. Yatiman juga berharap momentum Hari Santri dapat memperkuat karakter religius murid sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa belajar merupakan bagian dari perjuangan meraih masa depan. Ia mengajak seluruh warga Madtsansa untuk menjadikan nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan tanggung jawab sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas pendidikan.

Sementara itu, Wakil Kepala Urusan Humas MTs Negeri 1 Banjarnegara, Linara, menjelaskan bahwa tim humas mengatur jadwal warna pakaian selama tiga hari pelaksanaan agar partisipasi seluruh warga madrasah berjalan dengan baik. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Hari Santri sekaligus menyosialisasikan pelaksanaan peringatan sesuai surat edaran pemerintah daerah.

“Kami ingin semangat Hari Santri terasa di seluruh lingkungan Madtsansa. Melalui penggunaan busana santri secara serentak, murid dan GTK dapat merasakan kebersamaan sekaligus mengenal lebih dekat tradisi yang menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan Islam di Indonesia,” jelas Linara.

Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Santri juga menjadi kesempatan untuk menguatkan pesan bahwa identitas santri tidak berhenti pada pakaian yang dikenakan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap santun, kedisiplinan, kepedulian, serta kesungguhan dalam menuntut ilmu.

Antusiasme turut terlihat dari kalangan murid. Mikayla, murid kelas 7, mengaku senang dapat mengikuti peringatan Hari Santri dengan mengenakan busana santri bersama teman-temannya. Baginya, kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman berbeda sekaligus menambah pemahaman tentang pentingnya menghormati tradisi keislaman.

“Senang bisa memakai pakaian santri bersama teman-teman. Suasananya terasa berbeda dan lebih religius. Saya berharap melalui peringatan ini kami bisa semakin rajin belajar, lebih disiplin, dan menjaga sopan santun kepada guru maupun orang tua,” tutur Mikayla.

Hal senada disampaikan Aulia, murid kelas 9, yang menilai peringatan Hari Santri menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menghargai perjuangan para santri dan ulama dalam membangun bangsa. Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi motivasi bagi murid untuk terus mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperbaiki akhlak.

“Menurut saya, Hari Santri mengajarkan bahwa menjadi generasi muda tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus memiliki akhlak yang baik dan peduli terhadap sesama. Kami sebagai murid Madtsansa ingin menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Aulia.

Selain mengenakan busana santri, surat edaran Bupati Banjarnegara juga mengimbau siswa beragama Islam untuk membaca Al-Qur’an sebelum jam pelajaran pertama selama 20–22 Oktober 2026. Puncak peringatan Hari Santri Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Kamis (22/10) dengan tema “Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”

Melalui partisipasi seluruh murid dan GTK, Madtsansa berharap semarak Hari Santri tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat karakter Islami, menumbuhkan semangat belajar, serta membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi Indonesia. (Fy)