Tiga Guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Didaulat Jadi Juri MAPSI SD Tingkat Kecamatan Banjarnegara

Banjarnegara — Tiga guru MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali mendapat kepercayaan untuk berkontribusi dalam ajang pengembangan bakat dan prestasi peserta didik melalui keterlibatan sebagai juri pada Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) SD Tahun 2026 tingkat Kecamatan Banjarnegara. Ketiganya adalah Hj. Umi Mahmudah, Linara, dan Ma’arif Gunawan Alhafidz yang masing-masing dipercaya menjadi juri pada cabang lomba yang berbeda.

Kegiatan MAPSI SD tingkat Kecamatan Banjarnegara tersebut dilaksanakan pada Rabu (16/9/2026) bertempat di SD Negeri 1 Krandegan Banjarnegara. Berdasarkan surat permohonan dispensasi dari Panitia MAPSI SD Tingkat Kecamatan Banjarnegara, kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kehadiran ketiga guru MTs Negeri 1 Banjarnegara menjadi bagian dari dukungan dan sinergi antarsatuan pendidikan dalam penyelenggaraan kompetisi keagamaan bagi peserta didik jenjang sekolah dasar.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Umi Mahmudah dipercaya menjadi juri cabang tilawah, Linara menjadi juri cabang khitobah, sedangkan Ma’arif Gunawan Alhafidz bertugas sebagai juri cabang Hifdzil Qur’an. Ketiga cabang tersebut membutuhkan kompetensi, ketelitian, serta pemahaman terhadap aspek-aspek penilaian yang menjadi dasar dalam menentukan capaian peserta lomba.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada tiga guru Madtsansa tersebut. Menurutnya, keterlibatan guru dalam kegiatan di luar madrasah merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan yang berkaitan dengan penguatan nilai-nilai keislaman.

“Kami tentu mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Hj. Umi Mahmudah, Linara, dan Ma’arif Gunawan Alhafidz. Menjadi juri bukan sekadar menjalankan tugas penilaian, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian dan kontribusi guru dalam mendukung lahirnya generasi yang memiliki kompetensi sekaligus kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman,” ungkap H. Yatiman.

Hj. Umi Mahmudah mengaku senang dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan MAPSI SD, khususnya pada cabang tilawah. Ia menilai kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik.

“Menjadi bagian dari kegiatan MAPSI merupakan pengalaman yang sangat berharga. Pada cabang tilawah, kami berupaya melaksanakan penilaian secara objektif sesuai ketentuan dan aspek yang telah ditetapkan. Yang paling penting, anak-anak mendapatkan pengalaman berkompetisi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an,” tuturnya.

Sementara itu, Linara yang bertugas sebagai juri cabang khitobah menyampaikan bahwa kemampuan berbicara di depan umum perlu ditumbuhkan sejak dini. Menurutnya, lomba khitobah tidak hanya mengukur kemampuan peserta dalam menyampaikan materi, tetapi juga keberanian, penguasaan materi, ekspresi, serta kemampuan menyampaikan pesan keislaman kepada pendengar.

“Khitobah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar menyampaikan gagasan dan pesan keagamaan dengan percaya diri. Sebagai juri, kami berusaha memberikan penilaian secara proporsional berdasarkan kriteria yang ditentukan. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk terus berani tampil dan berbicara di hadapan orang lain,” jelas Linara.

Hal senada disampaikan Ma’arif Gunawan Alhafidz yang dipercaya menjadi juri Hifdzil Qur’an. Ia mengungkapkan bahwa lomba tersebut menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an sekaligus memberikan apresiasi terhadap proses belajar dan hafalan yang telah mereka jalani.

“Hifdzil Qur’an membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan proses latihan yang tidak singkat. Karena itu, kami berusaha memberikan penilaian dengan cermat dan sesuai pedoman. Semoga kompetisi ini semakin memotivasi anak-anak untuk mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari kehidupan mereka,” katanya.

Ketua Panitia MAPSI SD Tingkat Kecamatan Banjarnegara, Faozan Asror,  menyampaikan terima kasih kepada pihak MTs Negeri 1 Banjarnegara yang telah memberikan izin dan dukungan kepada ketiga gurunya untuk menjalankan tugas sebagai juri.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada MTs Negeri 1 Banjarnegara yang telah memberikan kesempatan kepada tiga guru untuk menjadi bagian dari dewan juri. Kami membutuhkan juri yang memiliki kompetensi dan pengalaman agar pelaksanaan lomba dapat berlangsung dengan baik, objektif, dan sesuai ketentuan,” ujar Faozan.

Keterlibatan Hj. Umi Mahmudah, Linara, dan Ma’arif Gunawan Alhafidz dalam MAPSI SD 2026 sekaligus memperkuat peran MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam membangun sinergi pendidikan di wilayah Banjarnegara. Selain menjalankan tugas utama sebagai pendidik di madrasah, ketiganya turut berbagi kompetensi dan pengalaman untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan yang mendorong prestasi serta penguatan karakter religius peserta didik. (Fy)