
Banjarnegara — Guru Bahasa Arab MTs Negeri 1 Banjarnegara, Musfiatul Muniroh, dipercaya menjadi salah satu juri lomba pidato bahasa Arab dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tahun 2026 tingkat Kecamatan Madukara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (15/9) di MI Madukara dan diikuti oleh peserta dari sejumlah madrasah ibtidaiyah di wilayah Kecamatan Madukara.
Keterlibatan Musfiatul Muniroh sebagai juri menjadi bagian dari kontribusi guru MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mendukung pelaksanaan berbagai ajang kompetisi pendidikan di tingkat madrasah. Dengan pengalaman dan kompetensinya sebagai guru Bahasa Arab, Musfiatul turut memberikan penilaian terhadap penampilan peserta lomba pidato bahasa Arab secara objektif berdasarkan sejumlah aspek yang telah ditetapkan oleh panitia.
Dalam pelaksanaan lomba, para peserta menampilkan kemampuan berpidato menggunakan bahasa Arab di hadapan dewan juri. Mereka dinilai berdasarkan beberapa komponen, di antaranya penguasaan materi, kefasihan berbahasa, pelafalan, intonasi, ekspresi, serta kemampuan menyampaikan pesan pidato secara runtut dan komunikatif.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Musfiatul Muniroh untuk menjadi bagian dari dewan juri Porseni MI 2026 tingkat Kecamatan Madukara.
“Kepercayaan kepada Ibu Musfiatul untuk menjadi juri merupakan bentuk apresiasi terhadap kompetensi yang dimiliki guru MTs Negeri 1 Banjarnegara. Kami tentu bersyukur dan bangga karena guru-guru kami dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan pendidikan di tingkat kecamatan,” ungkap H. Yatiman.
Menurutnya, keterlibatan guru dalam kegiatan di luar madrasah tidak hanya memberikan manfaat bagi penyelenggara dan peserta kegiatan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas pengalaman serta memperkuat jejaring antarsatuan pendidikan madrasah.
“Semoga pengalaman ini semakin memperkaya wawasan dan pengalaman Ibu Musfiatul. Yang lebih penting, semoga kontribusi tersebut dapat ikut mendorong lahirnya generasi madrasah yang memiliki kemampuan berbahasa Arab, percaya diri, dan mampu berkomunikasi dengan baik,” tambahnya.
Musfiatul Muniroh mengaku bersyukur sekaligus merasa mendapat amanah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai juri. Ia berupaya menjalankan tugas tersebut secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Menjadi juri bagi saya bukan hanya tentang memberikan nilai kepada peserta, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung potensi dan kemampuan anak-anak MI dalam berbahasa Arab. Saya sangat mengapresiasi keberanian dan persiapan mereka untuk tampil di depan umum,” tutur Musfiatul.
Ia menambahkan bahwa lomba pidato bahasa Arab dapat menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa Arab sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan publik.
“Harapan saya, kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan pembinaan bahasa Arab di madrasah semakin ditingkatkan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, anak-anak akan semakin percaya diri dan memiliki kemampuan bahasa Arab yang lebih baik,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, guru Bahasa Arab MTs Negeri 1 Banjarnegara, Abdul Majid, memberikan apresiasi atas keterlibatan Musfiatul Muniroh dalam ajang tersebut. Menurutnya, keikutsertaan guru Bahasa Arab sebagai juri menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki guru madrasah dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan.
“Guru Bahasa Arab memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berbahasa peserta didik. Ketika guru mendapat kesempatan menjadi juri, kompetensi tersebut dapat turut berkontribusi dalam proses pembinaan dan pengembangan potensi siswa di madrasah lain,” ujar Abdul Majid.
Ia berharap kegiatan Porseni dapat menjadi momentum untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam mempelajari bahasa Arab.
“Kompetisi hendaknya tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta. Keberanian tampil, kemampuan menyampaikan gagasan, dan kemauan untuk terus belajar merupakan capaian penting yang perlu diapresiasi,” pungkasnya.
Keikutsertaan Musfiatul Muniroh sebagai juri pidato bahasa Arab dalam Porseni MI 2026 tingkat Kecamatan Madukara sekaligus memperkuat peran MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mendukung pengembangan kompetensi dan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan pendidikan dan seni di wilayah Kabupaten Banjarnegara. (Lin)
