Linara Kembali Dipercaya Jadi Juri Pidato Putra Porseni MI Kecamatan Pejawaran 2026

Banjarnegara — Kiprah guru MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mendukung pengembangan bakat dan prestasi peserta didik madrasah kembali mendapat kepercayaan dari lingkungan pendidikan madrasah. Linara, guru sekaligus Waka Humas MTs Negeri 1 Banjarnegara, kembali dipercaya menjadi juri lomba pidato putra dalam seleksi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat Kecamatan Pejawaran tahun 2026.

Kegiatan seleksi tersebut dilaksanakan di MTs Muhammadiyah Sarwodadi pada Jumat (11/9). Linara bersama tim juri bertugas menilai kemampuan para peserta yang merupakan perwakilan MI se-Kecamatan Pejawaran untuk menentukan peserta terbaik yang nantinya berkesempatan melanjutkan perjuangan pada jenjang seleksi berikutnya.

Kepercayaan kembali kepada Linara sebagai juri menjadi bagian dari kontribusi MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mendukung peningkatan kualitas kompetensi peserta didik madrasah, khususnya di bidang seni dan keterampilan berbicara. Pengalaman Linara dalam mendampingi dan mengembangkan kemampuan komunikasi peserta didik menjadi salah satu modal dalam memberikan penilaian secara objektif.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Linara. Menurutnya, keterlibatan guru madrasah dalam kegiatan lintas satuan pendidikan merupakan bentuk kontribusi positif sekaligus kesempatan untuk turut membangun budaya prestasi di lingkungan madrasah.

“Kepercayaan kepada Ibu Linara sebagai juri tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi Madtsansa. Ini menunjukkan bahwa kompetensi guru tidak hanya dibutuhkan di lingkungan internal madrasah, tetapi juga dapat memberikan kontribusi dalam kegiatan pendidikan di tingkat kecamatan. Semoga tugas ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi perkembangan potensi peserta didik,” ungkap H. Yatiman.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai juri, Linara menegaskan bahwa setidaknya terdapat tiga aspek utama yang harus diperhatikan untuk menghasilkan pidato yang berkualitas, yaitu tujuan, isi, dan penampilan.

Menurutnya, aspek pertama yang harus diperhatikan adalah tujuan pidato. Seorang peserta harus memahami dengan jelas untuk apa pidato tersebut disampaikan. Apakah pidato bertujuan memberikan informasi, mengajak, memengaruhi, atau menyampaikan pesan tertentu. Kejelasan tujuan tersebut kemudian akan berkaitan erat dengan aspek kedua, yaitu isi pidato.

“Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pidato, yakni tujuan, isi, dan penampilan. Tujuan pidato harus jelas, apakah bersifat ajakan atau informasi. Dari tujuan itu kemudian akan berkaitan dengan isi pidatonya,” jelas Linara.

Lebih lanjut, Linara menekankan pentingnya kebenaran dalam isi pidato. Menurutnya, pidato tidak cukup hanya disusun dengan kata-kata yang menarik, tetapi juga harus memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Isi pidato idealnya memuat data dan fakta, sekaligus dapat dilengkapi dengan pendapat pribadi yang relevan dengan tema yang disampaikan.

“Isi pidato harus berisi kebenaran sehingga memuat data dan fakta serta pendapat pribadi. Jangan sampai pidato hanya terdengar bagus, tetapi substansinya tidak memiliki dasar yang kuat,” tambahnya.

Aspek terakhir yang menjadi perhatian adalah penampilan. Pesan yang baik tidak akan tersampaikan secara maksimal apabila peserta tidak mampu menyampaikannya dengan jelas. Karena itu, Linara menilai volume suara, artikulasi, dan intonasi menjadi bagian penting dalam penampilan seorang peserta pidato.

“Pidato yang berkualitas adalah pidato yang disampaikan dengan jelas, baik dari segi volume, artikulasi, maupun intonasi. Pesan yang sebenarnya bagus bisa kurang tersampaikan jika cara penyampaiannya tidak jelas,” tutur Linara.

Sementara itu, Ketua Panitia seleksi Porseni MI tingkat Kecamatan Pejawaran, Hanifudin, menyampaikan terima kasih atas keterlibatan Linara sebagai salah satu juri. Menurutnya, kehadiran juri yang berpengalaman sangat membantu panitia dalam memperoleh penilaian yang objektif sekaligus memberikan masukan yang konstruktif kepada peserta.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Ibu Linara menjadi juri. Kami berharap penilaian yang diberikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan, bukan hanya untuk menghadapi Porseni, tetapi juga sebagai bekal mereka dalam berkomunikasi dan menyampaikan gagasan di masa mendatang,” ungkap Hanifudin.

Keterlibatan Linara dalam seleksi Porseni MI tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi antarmadrasah dalam membangun generasi yang berani berbicara, mampu menyampaikan gagasan dengan baik, serta memiliki kemampuan komunikasi yang kuat dan berkarakter. (Fy)