Sembilan Murid Madtsansa Lolos Seleksi OMI Sains Tingkat Satuan Pendidikan, Siap Berlaga di Tingkat Kabupaten

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan talenta akademik murid melalui pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Sains Tahun 2026 tingkat satuan pendidikan. Hasil seleksi yang dilaksanakan dalam rangka menjaring calon peserta OMI tingkat kabupaten tersebut diterbitkan pada Kamis (3/9), dengan menetapkan sembilan murid terbaik dari tiga bidang sains untuk mewakili Madtsansa pada tahapan berikutnya.

OMI Bidang Sains jenjang MTs meliputi tiga bidang studi, yaitu Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi. Ketiga bidang tersebut menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah.

Pelaksanaan OMI tingkat satuan pendidikan merupakan bagian dari tahapan resmi OMI 2026. Berdasarkan Petunjuk Teknis OMI Tahun 2026, tahapan satuan pendidikan dilaksanakan pada 22–26 Agustus 2026 dan bertujuan memilih tiga siswa terbaik untuk masing-masing bidang studi. Selanjutnya, tiga siswa terbaik tersebut berhak mengikuti OMI tingkat kabupaten/kota.

Di MTs Negeri 1 Banjarnegara, proses seleksi diikuti oleh calon peserta yang telah dipersiapkan melalui pembinaan masing-masing bidang. Setiap mata pelajaran mengikutsertakan sekitar lima hingga delapan murid dalam seleksi. Dari proses tersebut, terpilih tiga murid terbaik pada masing-masing bidang untuk melaju ke tingkat kabupaten.

Pada bidang Matematika Terintegrasi, peringkat pertama diraih Daffa, disusul Benita sebagai peringkat kedua dan Syafika sebagai peringkat ketiga. Sementara pada bidang IPA Terintegrasi, posisi pertama ditempati Neztya, peringkat kedua Zaskia, dan peringkat ketiga Alin. Adapun pada bidang IPS Terintegrasi, Noviana berhasil meraih peringkat pertama, diikuti Raisa di peringkat kedua dan Afkar di peringkat ketiga.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, menyampaikan apresiasi atas kesungguhan murid dan pembina dalam mengikuti rangkaian seleksi OMI.

“OMI bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan talenta akademik murid. Kami berharap sembilan murid yang terpilih dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan memberikan hasil terbaik bagi Madtsansa,” ungkapnya.

Menurut Hj. Yuniyati, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap capaian pada tingkat satuan pendidikan menjadi motivasi bagi murid lain untuk berani mengembangkan potensi akademiknya.

Pembina Matematika, Arif Widayanto, menilai hasil seleksi menjadi gambaran positif dari proses pembinaan yang telah dilakukan. “Anak-anak sudah menunjukkan usaha dan kemampuan yang baik. Setelah ini tantangannya tentu semakin besar. Kami akan fokus memperkuat pemahaman konsep, ketelitian, kecepatan, serta kemampuan menyelesaikan soal-soal yang membutuhkan penalaran,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Pembina IPA, Novia Fajriati Alqomar.  Menurutnya, persaingan dalam seleksi berlangsung cukup ketat karena setiap peserta memiliki kemampuan yang baik.

“Neztya, Zaskia, dan Alin telah menunjukkan potensi yang sangat baik. Kami akan terus mendampingi mereka agar semakin siap menghadapi karakter soal OMI yang tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan menerapkan konsep dalam berbagai konteks,” tuturnya.

Pembina IPS, Hj. Asih Wijayanti, juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta seleksi. “Hasil ini bukan hanya tentang siapa yang berada di peringkat pertama, kedua, atau ketiga. Semua peserta sudah memberikan usaha terbaik. Bagi Noviana, Raisa, dan Afkar, tugas berikutnya adalah mempersiapkan diri lebih matang untuk menghadapi persaingan di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Bagi para murid yang berhasil lolos, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab baru. Daffa, peringkat pertama Matematika, mengaku bersyukur atas hasil yang diperolehnya.

“Saya senang dan bersyukur bisa mendapat peringkat pertama. Setelah ini saya ingin belajar lebih giat dan memperbanyak latihan supaya bisa memberikan hasil terbaik di tingkat kabupaten,” katanya.

Sementara Neztya, peringkat pertama IPA, mengungkapkan bahwa hasil seleksi menjadi motivasi untuk terus berkembang. “Saya akan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. Semoga bisa tampil maksimal dan membawa nama baik Madtsansa,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Noviana, peringkat pertama IPS. Ia mengaku siap mengikuti pembinaan lanjutan. “Saya ingin menjadikan kesempatan ini sebagai pengalaman untuk belajar lebih banyak. Saya akan berusaha mempersiapkan diri dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.

OMI Bidang Sains memang dirancang dengan karakter soal yang mengintegrasikan sains dan teknologi dengan nilai-nilai Islam, budaya lokal, serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Karena itu, tahapan tingkat kabupaten menjadi kesempatan penting bagi sembilan murid Madtsansa untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.

Berdasarkan jadwal resmi OMI 2026, peserta yang telah terpilih pada tingkat satuan pendidikan selanjutnya mengikuti tahapan OMI Kabupaten/Kota. Pada tahap ini, setiap satuan pendidikan mengirimkan tiga siswa terbaik untuk masing-masing bidang studi dan pelaksanaan dilakukan secara berbasis komputer.

Dengan terpilihnya sembilan murid tersebut, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap pembinaan sains semakin berkembang dan melahirkan talenta-talenta akademik yang mampu berprestasi di jenjang lebih tinggi. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, OMI menjadi bagian dari upaya Madtsansa membangun budaya belajar, kompetisi sehat, berpikir kritis, serta kecintaan murid terhadap bidang keilmuan. (Lin)