Lima Atlet Madtsansa Berangkat Berlaga di POPDA Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026

Banjarnegara — Lima atlet terbaik MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) resmi berangkat untuk memperkuat Kabupaten Banjarnegara dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Selasa (1/9). Kelima atlet tersebut akan berjuang pada lima cabang olahraga berbeda, yakni bulutangkis, Wushu, karate, tenis meja, dan panahan.

Kelima atlet POPDA Madtsansa tersebut adalah Shelia yang turun pada cabang bulutangkis, Rayyan pada cabang Wushu, Raisa pada cabang karate, Azzam pada cabang tenis meja, serta Syabiel pada cabang panahan. Keberangkatan mereka menjadi bagian dari kiprah Madtsansa dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik, khususnya di bidang olahraga.

Sebelum bertolak menuju Kota Semarang, kelima atlet dilepas secara resmi oleh Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin. Dalam kesempatan tersebut, Ikhsanudin memberikan motivasi sekaligus pesan agar para atlet mampu menjaga nama baik madrasah dan Kabupaten Banjarnegara selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

“Keberangkatan lima atlet Madtsansa pada POPDA tingkat provinsi ini merupakan sebuah kebanggaan. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama MTs Negeri 1 Banjarnegara dan Kabupaten Banjarnegara. Kami berharap mereka bertanding dengan penuh semangat, disiplin, menjunjung sportivitas, serta memberikan kemampuan terbaik,” ujar Ikhsanudin.

Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang tingkat provinsi merupakan pengalaman berharga bagi para peserta didik. Selain menjadi ruang untuk menguji kemampuan, POPDA juga menjadi kesempatan bagi para atlet muda untuk belajar mengenai perjuangan, kedisiplinan, mental bertanding, dan sportivitas.

“Menang tentu menjadi harapan, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana anak-anak mampu menikmati proses, berani menghadapi lawan terbaik dari berbagai daerah, serta memperoleh pengalaman yang akan menjadi bekal untuk perkembangan mereka ke depan. Kami dari madrasah akan terus memberikan dukungan,” imbuhnya.

POPDA Jawa Tengah 2026 berlangsung di Kota Semarang pada 1–6 September 2026. Ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut diikuti sekitar 9.010 peserta dari 35 kabupaten/kota, meliputi atlet jenjang SD, SMP, dan SMA/ sederajat, serta pelatih dan ofisial. Sebanyak 23 cabang olahraga dipertandingkan dengan total 522 nomor pertandingan. POPDA tahun ini mengusung tema “Tingkatkan Tradisi Prestasi.”

Shelia, atlet Madtsansa dari cabang bulutangkis, mengaku bersyukur memperoleh kesempatan untuk tampil pada kompetisi tingkat provinsi. “Saya merasa senang sekaligus bangga bisa mewakili madrasah dan Banjarnegara. Saya ingin bermain maksimal, tetap fokus, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi pertandingan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Rayyan yang akan bertanding pada cabang Wushu. Ia bertekad menjadikan POPDA sebagai ajang untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding. “Saya akan berusaha memberikan penampilan terbaik. Yang paling penting bagi saya adalah tetap percaya diri, fokus, dan menjaga sportivitas,” tuturnya.

Raisa, atlet karate Madtsansa, juga membawa tekad serupa. “Saya ingin bertanding dengan penuh semangat dan memberikan hasil terbaik. Dukungan dari madrasah, keluarga, dan teman-teman menjadi motivasi bagi saya untuk tampil lebih percaya diri,” katanya.

Sementara itu, Azzam yang turun pada cabang tenis meja menyatakan siap menghadapi persaingan. “Saya akan berusaha bermain tenang dan fokus pada setiap pertandingan. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya sekaligus berusaha meraih prestasi,” ujarnya.

Adapun Syabiel, atlet cabang panahan, menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi selama pertandingan. “Dalam panahan, fokus dan ketenangan sangat penting. Saya akan berusaha menjaga konsentrasi, mengikuti arahan pelatih, dan memberikan hasil terbaik untuk Madtsansa dan Banjarnegara,” ungkapnya.

Ikhsanudin kembali berpesan agar kelima atlet senantiasa menjaga kesehatan, kedisiplinan, serta kekompakan selama berada di arena POPDA.

“Berangkatlah dengan doa dan keyakinan. Bertandinglah dengan hati yang kuat, pikiran yang tenang, dan semangat pantang menyerah. Apa pun hasil akhirnya, kalian sudah menjadi bagian dari kebanggaan Madtsansa,” pungkasnya.

Keberangkatan lima atlet tersebut menjadi bukti bahwa Madtsansa terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. Semangat mereka diharapkan mampu menambah deretan prestasi madrasah sekaligus memperkuat semangat “Madtsansa Semakin Mendunia.” (Fy)