
Banjarnegara — Budaya literasi terus diperkuat di MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) melalui program Membaca Senyap, sebuah pembiasaan literasi yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin pada pekan ganjil. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan (GTK), serta peserta didik di seluruh ruang yang ada di lingkungan madrasah, mulai dari ruang kelas, ruang guru, ruang tata usaha, perpustakaan, hingga kantor-kantor layanan.
Suasana Madtsansa tampak berbeda ketika bel pembiasaan literasi berbunyi pada Senin (20/7). Seluruh aktivitas dihentikan sejenak dan berganti dengan keheningan yang penuh makna. Setiap warga madrasah larut dalam bacaan yang mereka pilih, baik buku pelajaran, buku pengetahuan umum, karya sastra, biografi tokoh, maupun bacaan inspiratif lainnya. Selama beberapa menit, seluruh sudut madrasah dipenuhi semangat membaca sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi yang kuat.
Program Membaca Senyap merupakan salah satu bentuk implementasi pembiasaan positif yang terus dikembangkan Madtsansa untuk meningkatkan minat baca sekaligus membentuk karakter peserta didik yang gemar belajar sepanjang hayat. Melalui kegiatan ini, madrasah ingin menanamkan bahwa membaca bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa budaya membaca harus dibangun melalui keteladanan dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga madrasah.
“Membaca Senyap bukan hanya program literasi, tetapi juga ikhtiar membangun karakter pembelajar. Ketika guru, tenaga kependidikan, dan siswa bersama-sama membaca dalam suasana yang tenang, sesungguhnya kita sedang menanamkan budaya ilmu. Kami berharap kebiasaan ini terus tumbuh sehingga membaca menjadi bagian dari gaya hidup warga Madtsansa, baik di madrasah maupun di rumah,” ujar H. Yatiman.
Wali Kelas 9H, Yuliana Rahmanti, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap kesiapan belajar peserta didik. Menurutnya, suasana tenang sebelum pembelajaran membuat siswa lebih fokus dan siap mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Membaca Senyap membantu siswa menenangkan pikiran sebelum memulai pelajaran. Mereka menjadi lebih konsentrasi, lebih antusias berdiskusi, dan secara tidak langsung memperkaya kosakata maupun wawasan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang cerdas dan berbudaya literasi,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Wali Kelas 8B, H. Surya Widhi Prakosa. Ia mengungkapkan bahwa konsistensi menjadi kunci keberhasilan pembiasaan literasi.
“Literasi tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan rutinitas yang dilakukan terus-menerus. Melalui Membaca Senyap, siswa belajar menghargai waktu, melatih fokus, dan membiasakan diri memperoleh pengetahuan dari berbagai sumber bacaan. Saya melihat antusiasme siswa semakin meningkat dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Semangat literasi juga dirasakan langsung oleh peserta didik. Azzam, siswa kelas 7A, mengaku senang mengikuti kegiatan Membaca Senyap karena memberinya kesempatan mengenal berbagai buku yang sebelumnya belum pernah dibaca.
“Saya jadi lebih suka membaca karena setiap Senin kami punya waktu khusus untuk menikmati buku. Sekarang saya lebih sering meminjam buku di perpustakaan dan menemukan banyak cerita serta pengetahuan baru yang menarik,” ungkap Azzam.
Sementara itu, Ibnu, siswa kelas 9F, mengatakan bahwa kebiasaan membaca membantunya dalam mempersiapkan diri menghadapi pembelajaran maupun berbagai kompetisi akademik.
“Dengan sering membaca, saya merasa lebih mudah memahami materi pelajaran. Selain itu, wawasan saya juga bertambah sehingga lebih percaya diri ketika berdiskusi atau mengikuti lomba. Semoga kegiatan ini terus dilaksanakan karena manfaatnya benar-benar terasa,” ujarnya.
Melalui program Membaca Senyap, MTs Negeri 1 Banjarnegara menunjukkan komitmennya dalam mendukung Gerakan Literasi Madrasah sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya generasi pembelajar. Pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap membaca, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, serta membentuk karakter peserta didik yang gemar belajar, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan keterlibatan seluruh GTK dan peserta didik, budaya literasi di Madtsansa tidak hanya menjadi sebuah program, tetapi telah berkembang menjadi identitas madrasah yang terus menginspirasi lahirnya generasi unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia. (Fy)
