
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya riset di lingkungan madrasah melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim OPSI dan KREASI Tahun 2026 yang dilaksanakan pada hari pertama, Senin (20/7), di Laboratorium Komputer Madtsansa. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas unggulan riset kelas VIII dan IX bersama para pembimbing riset sebagai bagian dari proses pendampingan menuju kompetisi penelitian tingkat nasional.
Monev menjadi tahapan penting untuk mengevaluasi perkembangan setiap tim penelitian, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, analisis data, hingga kesiapan penyusunan laporan dan presentasi. Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh masukan secara langsung dari tim pembimbing sehingga kualitas penelitian yang dihasilkan semakin matang dan memiliki nilai kebaruan.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa program kelas unggulan riset merupakan salah satu program strategis madrasah dalam mencetak generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu menghadirkan solusi bagi permasalahan di lingkungan sekitar melalui penelitian ilmiah.
“Madrasah tidak hanya membentuk peserta didik yang unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga membangun budaya ilmiah. Kami berharap melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, seluruh tim semakin termotivasi untuk menyempurnakan penelitiannya sehingga mampu bersaing dan mengharumkan nama MTs Negeri 1 Banjarnegara pada ajang OPSI maupun KREASI Tahun 2026,” tutur H. Yatiman.
Koordinator Kelas Unggulan Riset, Hj. Tri Widayati, menjelaskan bahwa kegiatan monev dirancang sebagai wadah untuk memantau progres penelitian sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi peserta selama proses penelitian.
“Setiap tim memiliki perkembangan yang berbeda. Melalui monev ini kami dapat mengetahui sejauh mana penelitian telah berjalan, mengevaluasi metode yang digunakan, sekaligus memberikan arahan agar hasil penelitian semakin sistematis, valid, dan sesuai dengan kaidah ilmiah. Kami optimistis seluruh tim mampu menunjukkan perkembangan yang sangat baik,” ungkapnya.
Sementara itu, pembimbing riset Musfiatul Muniroh menilai antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan penelitian tahun ini semakin meningkat. Menurutnya, siswa tidak hanya belajar menyusun karya ilmiah, tetapi juga berlatih bekerja sama, berpikir logis, mengolah data, hingga menyampaikan hasil penelitian secara ilmiah.
“Anak-anak menunjukkan semangat yang luar biasa. Mereka aktif berdiskusi, melakukan revisi berdasarkan masukan, serta terus menyempurnakan penelitian masing-masing. Kami berharap proses pendampingan yang berkelanjutan ini mampu menghasilkan karya-karya inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Musfiatul Muniroh.
Salah satu tim OPSI kelas VIII yang mengikuti monev adalah Raisa dan Noviana. Keduanya mengangkat penelitian mengenai tekstur tanah dan laju infiltrasi sebagai upaya memahami karakteristik tanah di berbagai lokasi dan hubungannya terhadap kemampuan tanah menyerap air.
Raisa menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Kami ingin mengetahui bagaimana perbedaan tekstur tanah memengaruhi laju infiltrasi air. Dari penelitian ini kami berharap dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk pengelolaan lahan maupun upaya menjaga keseimbangan lingkungan,” ujarnya.
Noviana menambahkan bahwa proses penelitian memberikan banyak pengalaman baru, mulai dari pengambilan sampel hingga analisis hasil pengukuran.
“Kami mendapat banyak masukan saat monev sehingga kami mengetahui bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki. Masukan tersebut menjadi bekal agar penelitian kami semakin baik dan layak dipresentasikan pada tahap berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Tim OPSI kelas IX yang beranggotakan Zulfikar dan Zizi mempresentasikan perkembangan penelitian mengenai pembuatan smart sticker untuk mendeteksi tingkat kematangan buah Carica. Inovasi tersebut diharapkan mampu membantu petani maupun pelaku usaha dalam menentukan tingkat kematangan buah secara lebih praktis dan akurat.
Menurut Zulfikar, penelitian ini lahir dari keinginan untuk memberikan solusi sederhana yang dapat mendukung komoditas khas Banjarnegara.
“Kami ingin mengembangkan smart sticker yang dapat memberikan indikator kematangan buah Carica sehingga proses distribusi maupun pemasaran menjadi lebih efektif. Masukan dari para pembimbing saat monev sangat membantu kami dalam menyempurnakan konsep dan pengujian produk,” jelasnya.
Senada dengan itu, Zizi menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi memberikan motivasi baru bagi timnya untuk terus mengembangkan inovasi yang sedang dirancang.
“Kami semakin yakin bahwa penelitian yang kami lakukan memiliki potensi untuk dikembangkan. Arahan dari pembimbing membuat kami lebih percaya diri dalam melanjutkan tahapan penelitian hingga menghasilkan produk yang benar-benar siap dipresentasikan pada kompetisi,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan hari pertama Monitoring dan Evaluasi Tim OPSI dan KREASI Tahun 2026 ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang terus menumbuhkan budaya riset, inovasi, dan kreativitas di kalangan peserta didik. Dengan pendampingan yang berkelanjutan dari para guru pembimbing, diharapkan lahir karya-karya penelitian berkualitas yang mampu membawa prestasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. (Lin)
