Siswa Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara Ikuti Rihlah Edukatif ke Pondok Yanbu’ul Qur’an Kudus

Banjarnegara — Seluruh siswa kelas unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti kegiatan rihlah edukatif ke Pondok Yanbu’ul Qur’an pada Selasa-Rabu (19-20/5). Kegiatan yang diikuti para siswa bersama para pembimbing tersebut berlangsung penuh khidmat sekaligus menyenangkan karena memadukan agenda spiritual, edukasi, dan refreshing.

Rombongan berangkat dari madrasah pada Selasa malam pukul 21.00 WIB setelah sebelumnya dilakukan registrasi peserta, pengecekan perlengkapan, serta doa bersama. Setibanya di Kudus, para peserta melaksanakan salat Subuh berjamaah di kawasan Masjid Menara Kudus dan melanjutkan ziarah ke makam Sunan Kudus sebelum menuju Pondok Yanbu’ul Qur’an.

Di pondok pesantren yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Al-Qur’an tersebut, para siswa mendapatkan kesempatan bersilaturahmi langsung dengan pengasuh pondok serta mendengarkan mauidhah hasanah tentang pentingnya menjaga semangat menghafal Al-Qur’an.

Pengasuh Pondok Yanbu’ul Qur’an Kudus, KH. Muhammad Ulil Albab Arwani, dalam nasihatnya menyampaikan bahwa seorang penghafal Al-Qur’an harus memiliki keyakinan kuat terhadap kemampuan dirinya dalam menghafal kalamullah. Menurutnya, Allah SWT telah menjamin kemudahan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh mempelajari Al-Qur’an.

“Menjadi penghafal Al-Qur’an harus diawali dengan keyakinan. Selain itu, hati juga harus dijaga dengan memperbanyak istighfar dan shalawat agar Al-Qur’an mudah masuk ke dalam hati,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga doa dan semangat dalam proses menghafal. Menurutnya, keberhasilan seorang hafiz tidak hanya terletak pada kuatnya hafalan, tetapi juga pada kemampuan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Puncak dari menghafal Al-Qur’an adalah mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya. Hafalan yang baik harus melahirkan akhlak dan perilaku yang baik pula,” tambahnya.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, yang turut membersamai kegiatan tersebut menyampaikan bahwa rihlah ini menjadi bagian dari penguatan karakter dan motivasi siswa kelas unggulan Tahfiz.

“Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk melihat budaya menghafal Al-Qur’an di pesantren besar. Harapannya, semangat mereka dalam murojaah dan menjaga hafalan semakin meningkat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, para peserta menunjukkan sikap disiplin, tertib, dan penuh semangat sejak keberangkatan hingga kepulangan ke Banjarnegara.

Koordinator kelas unggulan Tahfiz, Khoerul Mahbub Alhafidz, mengatakan bahwa rihlah ini merupakan program rutin yang dirancang untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperluas wawasan para siswa.

“Kami ingin para siswa memiliki pengalaman langsung berkunjung ke pondok pesantren tahfiz yang memiliki sanad keilmuan kuat. Dengan begitu, mereka bisa termotivasi untuk lebih tekun dalam menghafal dan menjaga adab terhadap Al-Qur’an,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Abdul Majid, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan lancar sesuai jadwal. Selain agenda utama di Pondok Yanbu’ul Qur’an, peserta juga mengikuti kegiatan refreshing di kawasan wisata Dusun Semilir, Eling Bening, serta beberapa lokasi lainnya di wilayah Jawa Tengah.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan tertib dan seluruh peserta dapat mengikuti setiap agenda dengan baik. Kami berharap rihlah ini menjadi pengalaman berharga dan membekas bagi para siswa,” ujarnya.

Kesan positif juga disampaikan oleh para peserta. Febri, siswa kelas 7C, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengalaman baru yang berharga.

“Saya merasa termotivasi setelah mendengar nasihat dari pengasuh pondok. Saya jadi lebih semangat untuk menambah hafalan dan lebih rajin murojaah,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Faqih dari kelas 9C. Ia mengaku kagum dengan suasana Pondok Yanbu’ul Qur’an yang penuh semangat belajar Al-Qur’an.

“Lingkungannya sangat mendukung untuk menghafal Al-Qur’an. Saya jadi ingin lebih disiplin menjaga hafalan dan berharap someday bisa menjadi hafiz yang bermanfaat,” katanya.

Kegiatan rihlah ditutup dengan perjalanan kembali ke Banjarnegara pada Rabu malam. Rombongan tiba di madrasah sekitar pukul 23.30 WIB dan disambut para wali murid. Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya kuat hafalan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan semangat menebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (Lin)