Dua Guru Matematika Madtsansa Ikuti Perenungan dan Ulang Janji Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwarcab Banjarnegara

Banjarnegara — Semangat pengabdian dan komitmen terhadap Gerakan Pramuka ditunjukkan oleh dua guru MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati dan Yuliana Rahmanti, melalui keikutsertaan dalam kegiatan Perenungan dan Ulang Janji dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Banjarnegara, Kamis (13/8). Keduanya tergabung dalam Tim Paduan Suara yang bertugas mendukung rangkaian prosesi peringatan yang berlangsung khidmat di Pendopo Dipayuda Adigraha Kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus dan anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Banjarnegara beserta unsur terkait. Suasana penuh refleksi terasa sejak awal kegiatan, terlebih ketika seluruh peserta mengikuti prosesi Perenungan dan Ulang Janji sebagai bagian penting dalam menyambut Hari Pramuka ke-65.

Dalam kegiatan tersebut, pembacaan teks Ulang Janji dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Hendro Cahyono, selaku pembina upacara. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan penuh khidmat sembari memegang ujung setangan leher merah putih yang ditempelkan di dada sebelah kiri.

Prosesi Ulang Janji menjadi momentum untuk kembali menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam Satya dan Darma Pramuka. Tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, kegiatan tersebut menjadi ruang perenungan bagi seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk memperbarui tekad, memperkuat komitmen, serta meneguhkan kembali semangat pengabdian.

Dalam amanatnya, Hendro Cahyono berharap kegiatan Perenungan dan Ulang Janji dapat menjadi momentum bagi seluruh jajaran Gerakan Pramuka Banjarnegara untuk memperbarui niat dan semangat dalam berkarya serta mengabdi bagi masyarakat, daerah, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pramuka harus berada di barisan terdepan dalam merawat persatuan, membangun karakter dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Hendro.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), H. Yatiman, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dua guru Madtsansa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan guru dalam kegiatan kepramukaan merupakan bagian dari keteladanan sekaligus bentuk nyata dukungan madrasah terhadap pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Pramuka mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, dan semangat pengabdian. Karena itu, keterlibatan guru dalam kegiatan seperti Perenungan dan Ulang Janji menjadi bagian penting dalam memberikan teladan kepada para peserta didik,” ungkap H. Yatiman.

Hj. Yuniyati, salah satu anggota Tim Paduan Suara, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari kegiatan yang sarat makna tersebut. Guru matematika Madtsansa ini menilai Perenungan dan Ulang Janji memberikan pengalaman spiritual dan kebangsaan yang mendalam bagi setiap anggota Pramuka.

“Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya menjalankan tugas sebagai bagian dari Tim Paduan Suara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali mengingat makna pengabdian. Ulang Janji mengingatkan kita bahwa setiap peran yang kita jalankan harus dilandasi niat yang baik dan semangat memberikan manfaat,” tutur Yuniyati.

Senada, Yuliana Rahmanti juga mengungkapkan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarcab Banjarnegara. Menurutnya, suasana khidmat selama prosesi mampu menghadirkan kembali semangat untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan tugas.

“Suasana Perenungan dan Ulang Janji terasa sangat khidmat. Ketika seluruh peserta mengikuti prosesi sambil memegang setangan leher merah putih, ada rasa haru sekaligus pengingat bahwa menjadi bagian dari Gerakan Pramuka berarti siap untuk terus belajar, mengabdi, dan memberi manfaat,” ujar Yuliana.

Keikutsertaan Hj. Yuniyati dan Yuliana Rahmanti dalam Tim Paduan Suara sekaligus memperlihatkan kontribusi aktif guru Madtsansa dalam berbagai kegiatan kepramukaan di tingkat Kabupaten Banjarnegara. Kehadiran keduanya diharapkan semakin memperkuat sinergi antara madrasah dan Gerakan Pramuka dalam menanamkan nilai karakter, nasionalisme, kedisiplinan, serta semangat pengabdian kepada generasi muda.

Momentum Hari Pramuka ke-65 pun diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh insan pendidikan dan anggota Pramuka untuk terus bergerak, berkarya, dan mengabdi demi masyarakat, daerah, serta Indonesia. (Lin)