
Banjarnegara — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Darul Ulum MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Sabtu (16/5) saat digelarnya kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an Kelas Unggulan Tahfiz kelas 9C. Kegiatan yang diikuti oleh 12 siswa tersebut menjadi momentum istimewa sebagai bentuk ujian hafalan sekaligus apresiasi atas perjuangan para siswa dalam menghafal Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di madrasah.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta menampilkan hafalan Al-Qur’an dengan capaian yang beragam, mulai dari 2 juz, 3 juz, hingga 5 juz. Lantunan ayat suci yang menggema di dalam masjid menghadirkan suasana syahdu yang turut disaksikan oleh guru, orang tua, serta para tamu undangan yang hadir.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H Yatiman, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada para siswa kelas unggulan Tahfiz yang telah menunjukkan kesungguhan dalam menjaga dan menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan tasmi’ bukan sekadar ajang menunjukkan hafalan, tetapi juga sarana membangun karakter dan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
“Anak-anak ini telah membuktikan bahwa mereka mampu menyeimbangkan antara pendidikan akademik dan pendidikan keagamaan. Tasmi’ Al-Qur’an menjadi bukti nyata kesungguhan mereka dalam menjaga Kalamullah. Kami berharap hafalan yang dimiliki tidak hanya selesai di bangku madrasah, tetapi terus dijaga dan diamalkan sepanjang hayat,” ujar Yatiman.
Ia juga menambahkan bahwa program kelas unggulan Tahfiz menjadi salah satu program unggulan madrasah yang terus dikembangkan untuk mencetak generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlakul karimah.
“Kami ingin MTs Negeri 1 Banjarnegara tidak hanya dikenal karena prestasi akademiknya, tetapi juga karena keberhasilannya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz, Khoerul Mahbub Alhafidz, menjelaskan bahwa kegiatan tasmi’ dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi akhir sekaligus motivasi bagi para siswa untuk terus meningkatkan hafalan mereka.
“Tasmi’ ini bukan hanya menguji hafalan, tetapi juga melatih mental, ketenangan, dan rasa percaya diri siswa saat melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an di hadapan banyak orang. Kami sangat bersyukur karena seluruh peserta mampu tampil dengan baik dan lancar,” jelas Khoerul.
Ia mengungkapkan bahwa proses pembinaan hafalan dilakukan secara bertahap dan konsisten melalui murojaah rutin, pendampingan guru tahfiz, serta dukungan penuh dari orang tua di rumah.
“Kunci keberhasilan tahfiz bukan hanya pada kemampuan menghafal, tetapi juga istiqamah menjaga hafalan. Karena itu sinergi antara madrasah, guru, dan orang tua menjadi faktor yang sangat penting,” lanjutnya.
Salah satu peserta tasmi’, Najla, mengaku merasa gugup sekaligus bahagia dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan perjuangan dan kesabaran yang tidak mudah.
“Awalnya saya merasa sangat tegang karena harus menyetorkan hafalan di depan banyak orang. Tetapi setelah mulai membaca, saya merasa lebih tenang. Saya bersyukur bisa sampai di tahap ini dan berharap dapat terus menambah hafalan,” ungkap Najla.
Hal serupa juga disampaikan peserta lainnya, Gani. Ia mengatakan bahwa tasmi’ menjadi pengalaman berharga yang akan selalu diingatnya selama belajar di MTs Negeri 1 Banjarnegara.
“Kegiatan ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus dekat dengan Al-Qur’an. Saya ingin menjaga hafalan yang sudah dimiliki dan melanjutkan hafalan ke jenjang berikutnya,” kata Gani.
Dukungan dan rasa haru juga dirasakan para orang tua siswa yang hadir menyaksikan langsung penampilan putra-putri mereka. Gones Saptowati, wali dari Hayun Ceta, mengaku bangga dan terharu melihat perjuangan anaknya dalam menghafal Al-Qur’an.
“Sebagai orang tua tentu saya sangat bersyukur dan bangga. Melihat anak bisa melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an di depan banyak orang adalah kebahagiaan yang luar biasa. Terima kasih kepada para guru dan madrasah yang telah membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter dan spiritual siswa.
Kegiatan tasmi’ berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan hingga selesai. Selain menjadi ajang evaluasi hafalan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara madrasah, siswa, dan orang tua dalam membangun generasi Qur’ani yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia. (Lin)
