
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan kegiatan koreksi bersama hasil Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Selasa (12/5) di aula ruang sekretariat UM. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian pelaksanaan Ujian Madrasah setelah seluruh siswa menyelesaikan ujian beberapa hari sebelumnya.
Kegiatan koreksi bersama dipimpin langsung oleh Koordinator Seksi Naskah, Linara, didampingi anggota Seksi Naskah, Arif Widayanto. Seluruh korektor yang terdiri atas guru mata pelajaran mengikuti kegiatan dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab guna memastikan hasil penilaian objektif dan akurat.
Tahun ini, Ujian Madrasah MTs Negeri 1 Banjarnegara diikuti oleh 303 siswa kelas IX yang terbagi ke dalam 19 ruang tes. Pelaksanaan ujian berlangsung lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Setelah seluruh rangkaian ujian selesai, proses koreksi bersama dilaksanakan untuk menyamakan persepsi penilaian sekaligus menjaga kualitas hasil evaluasi belajar siswa.
Dalam arahannya, Linara menegaskan bahwa koreksi bersama bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab profesional seorang pendidik.
“Proses koreksi ini harus dilakukan dengan cermat, teliti, dan penuh integritas. Kita tidak hanya memberi nilai, tetapi juga memastikan setiap hasil yang diperoleh siswa benar-benar mencerminkan kemampuan mereka secara objektif. Saya mengapresiasi komitmen seluruh korektor yang hadir hari ini,” ujar Linara.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antarkorektor sangat diperlukan agar tidak terjadi perbedaan penafsiran dalam pemberian skor.
“Setiap butir soal sudah dilengkapi pedoman penskoran. Jika ada jawaban yang meragukan, kita diskusikan bersama agar hasilnya adil bagi seluruh peserta,” tambahnya.
Senada dengan itu, anggota Seksi Naskah Arif Widayanto menekankan pentingnya konsistensi dalam penilaian.
“Koreksi bersama ini menjadi forum penyamaan persepsi. Dengan cara ini, standar penilaian tetap sama di semua mata pelajaran sehingga hasil akhirnya dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” jelas Arif.
Ketua Panitia Ujian Madrasah, Hj Yuniyati, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian UM tahun ini, mulai dari persiapan, pelaksanaan ujian, hingga tahap koreksi.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Ujian Madrasah berjalan tertib dan kondusif. Ini berkat kerja sama seluruh panitia, pengawas, pembuat soal, serta para korektor yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi,” tutur Hj Yuniyati.
Ia berharap hasil koreksi nantinya dapat menjadi gambaran nyata capaian kompetensi siswa selama menempuh pendidikan di MTs Negeri 1 Banjarnegara.
“Hasil UM ini akan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembelajaran sekaligus bahan evaluasi bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” imbuhnya.
Beberapa guru korektor juga menyampaikan kesan mereka selama mengikuti kegiatan tersebut. Riski Arbangi Nopi, korektor mata pelajaran Bahasa Indonesia, menilai koreksi bersama sangat membantu menjaga objektivitas.
“Dengan berdiskusi langsung bersama rekan sejawat, kami bisa lebih mantap dalam menentukan skor, terutama pada soal uraian yang membutuhkan pertimbangan khusus,” katanya.
Sementara itu, Khoiril Abda Anam, korektor mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menunjukkan budaya kerja profesional di lingkungan madrasah.
“Semangat kebersamaan dalam koreksi ini sangat baik. Semua bekerja fokus dan saling mengingatkan agar hasilnya benar-benar valid,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dewi Fairuz Zulaikha, korektor mata pelajaran IPA.
“Kami berharap hasil UM tahun ini memuaskan dan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar lebih baik di jenjang berikutnya,” katanya.
Kegiatan koreksi bersama berlangsung tertib dan penuh suasana kolaboratif. Panitia menargetkan seluruh proses koreksi selesai tepat waktu agar hasil Ujian Madrasah dapat segera diumumkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Melalui pelaksanaan koreksi yang profesional dan transparan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu evaluasi pendidikan demi melahirkan lulusan yang berprestasi, berintegritas, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Fy)
