Resmi Ditutup: Pelaksanaan UM MTs Negeri 1 Banjarnegara Tahun 2026 Berjalan Sukses dan Lancar

Banjarnegara — Rangkaian panjang pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) di MTs Negeri 1 Banjarnegara untuk tahun ajaran 2025/2026 resmi berakhir hari ini, Selasa (12/5). Setelah berlangsung selama delapan hari penuh sejak dibuka pada Senin (4/5) lalu, kegiatan ujian yang menjadi salah satu penentu kelulusan siswa kelas akhir ini ditutup dengan khidmat dalam sebuah seremoni sederhana di aula ruang sekretariat UM.

Pelaksanaan UM tahun ini mencakup 15 mata pelajaran yang diujikan secara maraton. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, para siswa telah menghadapi berbagai disiplin ilmu, mulai dari mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia dan Matematika, hingga muatan lokal dan keagamaan seperti Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, SKI, dan Bahasa Arab yang menjadi ciri khas madrasah. Seluruh proses, mulai dari persiapan administrasi hingga pengawasan di dalam ruang kelas, dilaporkan berjalan tanpa kendala berarti.

Acara penutupan dipimpin langsung oleh Sekretaris Panitia UM, Aida Wachdah Hikmawati. Dalam laporannya, Aida menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang terlibat. “Alhamdulillah, hari ini mata pelajaran terakhir yakni PJOK telah selesai dilaksanakan. Secara administratif dan teknis, seluruh rangkaian ujian selama delapan hari dengan total 15 mata pelajaran ini berjalan sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) yang ditetapkan. Kami bersyukur semua berjalan lancar tanpa hambatan teknis yang berarti,” ungkapnya di hadapan panitia dan pengawas.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, memberikan catatan positif atas kinerja tim tahun ini. Beliau menekankan bahwa UM bukan sekadar formalitas akademik, melainkan bentuk pertanggungjawaban madrasah dalam mengukur capaian kompetensi lulusan.

“Saya melihat dedikasi yang luar biasa dari para guru dan panitia. Kita tidak hanya mengejar nilai angka, tetapi integritas dalam pelaksanaan ujian adalah yang utama. Semoga hasil yang diraih para siswa nantinya mencerminkan kerja keras mereka selama tiga tahun menimba ilmu di madrasah ini,” ujar H. Yatiman.

Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi kolektif yang solid.

Ketua Panitia UM, Hj. Yuniyati, turut memberikan pernyataan terkait teknis pelaksanaan. Menurutnya, pengelolaan waktu dan logistik ujian tahun ini sangat efisien. “Dengan 15 mata pelajaran, tantangan terbesarnya adalah menjaga stamina siswa dan ketertiban administrasi. Namun, berkat koordinasi yang kuat, setiap sesi dari pukul 07.30 hingga selesai selalu tepat waktu. Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari seluruh pihak yang membuat UM tahun ini terasa sangat terorganisir,” kata Hj. Yuniyati.

Suasana di ruang pengawas juga terekam sangat kondusif. Hani Farhatun, salah satu pengawas ruang, menceritakan pengalamannya selama bertugas memantau para siswa.

“Siswa-siswa terlihat sangat tertib dan siap. Meskipun mereka harus menghadapi jadwal yang padat selama delapan hari, semangat mereka tidak luntur. Kedisiplinan mereka di dalam ruang ujian sangat membantu kami dalam menjalankan tugas pengawasan dengan nyaman,” tuturnya.

Senada dengan Hani, Khoiril Abda Anam yang juga bertugas sebagai pengawas, menyoroti aspek kejujuran siswa selama ujian berlangsung. “Nilai utama yang kami saksikan selama UM ini adalah kejujuran. Saya bangga melihat para siswa mengerjakan soal secara mandiri dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Integritas seperti inilah yang sebenarnya menjadi esensi dari pendidikan di madrasah kita,” tegas Khoiril.

Pelaksanaan UM yang dimulai sejak awal Mei ini memang menguras energi, namun tingkat kehadiran siswa dilaporkan mencapai seratus persen. Setelah penutupan ini, panitia akan segera beralih ke tahap pengolahan nilai dan persiapan rapat kelulusan. Dengan selesainya UM, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap dapat kembali melahirkan lulusan-lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter akhlakul karimah yang kuat sebagai bekal ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Kegiatan di ruang sekretariat diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar seluruh siswa kelas IX mendapatkan hasil terbaik. (Lin)