
Banjarnegara — Kreativitas siswa kelas 7F MTs Negeri 1 Banjarnegara terlihat dalam kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berupa pembuatan video presentasi bertema Tata Surya yang dilaksanakan pada Kamis (7/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkelompok di berbagai sudut lingkungan madrasah dengan memanfaatkan area taman, halaman, hingga spot-spot menarik di lingkungan Madtsansa sebagai latar pembuatan video.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mempelajari materi Tata Surya secara teori, tetapi juga dituntut mampu menyampaikan materi melalui presentasi kreatif dalam bentuk video. Setiap kelompok menampilkan miniatur Tata Surya yang dibuat secara mandiri dengan berbagai desain dan konsep menarik. Setelah proses pengambilan video selesai, hasil karya kemudian diunggah ke akun Instagram masing-masing ketua kelompok dan tautannya disetorkan kepada guru mata pelajaran IPA sebagai bentuk penilaian proyek pembelajaran.
Guru IPA kelas 7, Hj. Tri Widayati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa sekaligus mengasah kreativitas dan kemampuan komunikasi mereka di era digital.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami materi Tata Surya dari buku saja, tetapi juga mampu menjelaskan kembali dengan bahasa mereka sendiri melalui media yang menarik. Dengan pembuatan video ini, siswa belajar bekerja sama, berlatih berbicara di depan kamera, sekaligus memanfaatkan teknologi secara positif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan media sosial sebagai sarana publikasi karya juga menjadi langkah agar siswa lebih semangat dalam membuat hasil terbaik. Menurutnya, pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan ketika siswa diberi ruang untuk berekspresi dan berkarya.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan media digital. Maka pembelajaran juga perlu menyesuaikan perkembangan zaman agar mereka lebih antusias. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa sekaligus membuat materi IPA lebih mudah dipahami,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembelajaran kreatif tersebut. Ia menilai kegiatan proyek seperti pembuatan video presentasi mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam belajar.
“Pembelajaran saat ini memang diarahkan agar siswa lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif. Melalui proyek video presentasi ini, siswa belajar tidak hanya tentang materi IPA, tetapi juga tentang tanggung jawab, komunikasi, dan kerja sama tim,” tuturnya.
Menurutnya, model pembelajaran berbasis proyek sangat relevan diterapkan di madrasah karena dapat mengembangkan berbagai keterampilan abad 21 yang dibutuhkan siswa. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dalam berbagai mata pelajaran lainnya.
“Madrasah mendukung penuh inovasi pembelajaran yang membuat siswa lebih berani berekspresi dan berpikir kreatif. Selain meningkatkan pemahaman materi, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana melatih literasi digital siswa secara bijak,” jelasnya.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa kelas 7F yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Aqifa Zahra Meylina, salah satu siswi kelas 7F, mengaku senang dapat mengikuti pembelajaran dengan metode berbeda dari biasanya. Ia bersama kelompoknya menyiapkan miniatur Tata Surya dan membagi tugas untuk proses presentasi video.
“Seru sekali karena kami bisa belajar sambil praktik langsung. Kami membuat miniatur planet, menentukan konsep video, lalu latihan presentasi supaya hasilnya bagus saat direkam. Jadi tidak bosan seperti hanya belajar di kelas,” ungkapnya.
Aqifa Zahra Meylina juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut membuatnya lebih memahami urutan planet dan karakteristik masing-masing planet dalam Tata Surya. Menurutnya, belajar melalui praktik langsung membuat materi lebih mudah diingat.
Hal senada disampaikan oleh Mu’tiyyatur Rokhmah, siswa kelas 7F lainnya. Ia mengaku tertantang saat harus berbicara di depan kamera dan menjelaskan materi secara runtut. Namun, pengalaman tersebut justru membuatnya lebih percaya diri.
“Awalnya agak gugup karena harus presentasi di depan kamera, tetapi lama-lama jadi terbiasa. Kami juga belajar bagaimana bekerja sama dalam kelompok agar videonya bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Daffa menambahkan bahwa proses pengambilan video di lingkungan madrasah menjadi pengalaman menyenangkan karena setiap kelompok berusaha mencari tempat terbaik untuk menghasilkan video yang menarik. Ia berharap kegiatan pembelajaran seperti itu dapat lebih sering dilakukan.
Kegiatan pembuatan video presentasi Tata Surya tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan kreativitas. Para siswa tampak antusias menampilkan hasil karya terbaik mereka sambil memanfaatkan lingkungan madrasah sebagai media belajar yang menyenangkan. Melalui kegiatan ini, pembelajaran IPA tidak hanya menjadi sarana memahami konsep sains, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kreativitas, komunikasi, dan kemampuan literasi digital siswa di era modern. (Lin)
