Perkuat Kesiapan Penelitian, Dua Tim Riset MTsN 1 Banjarnegara Jalani Pembinaan di Politeknik

Banjarnegara — Dua tim riset dari MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan kegiatan pra penelitian di Politeknik Banjarnegara pada Selasa (5/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan penelitian menuju tahap pelaksanaan riset yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Dua tim yang mengikuti kegiatan tersebut yakni tim Raisa dan Noviana serta tim My Farrand dan Abid Yuwono. Kedua tim berasal dari kelas 7A, namun memiliki bidang penelitian yang berbeda. Tim Raisa dan Noviana merupakan tim bidang IPA, sedangkan tim My Farrand dan Abid Yuwono merupakan tim bidang IPT.

Kegiatan pra penelitian dilakukan dengan tujuan menyusun rencana penelitian secara lebih matang, mulai dari penyusunan jadwal penelitian, konsultasi teknis, hingga pemaparan kebutuhan alat dan bahan yang diperlukan oleh masing-masing tim. Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga mendapatkan arahan langsung dari dosen Politeknik Banjarnegara terkait langkah-langkah penelitian yang sistematis dan efektif.

Koordinator kelas unggulan riset MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj Tri Widayati, menyampaikan bahwa kegiatan pra penelitian sangat penting untuk membantu siswa memahami proses penelitian secara nyata sebelum terjun langsung ke lapangan maupun laboratorium.

“Pra penelitian ini menjadi langkah awal yang sangat penting bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar menyusun konsep penelitian, tetapi juga belajar bagaimana menentukan kebutuhan alat, bahan, serta menyusun jadwal penelitian dengan baik. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesiapan mental dan kemampuan teknis siswa dalam melaksanakan penelitian,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Politeknik Banjarnegara yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar langsung dari para akademisi dan praktisi di lingkungan perguruan tinggi.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Politeknik Banjarnegara yang telah menerima dan membimbing siswa kami dengan baik. Pengalaman ini tentu menjadi motivasi besar bagi anak-anak untuk terus mengembangkan kemampuan riset mereka sejak dini,” tambahnya.

Sementara itu, dosen Politeknik Banjarnegara, Eko Aprilianto, menjelaskan bahwa kegiatan pra penelitian penting dilakukan agar penelitian berjalan lebih terarah dan terukur.

“Dalam penelitian, perencanaan menjadi hal yang sangat menentukan keberhasilan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami tahapan penelitian mulai dari identifikasi kebutuhan alat dan bahan, penyusunan jadwal, hingga teknik pelaksanaan penelitian yang sesuai prosedur,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan riset perlu ditanamkan sejak usia sekolah karena dapat melatih pola pikir kritis, kreatif, dan sistematis pada siswa.

“Saya melihat semangat dan rasa ingin tahu siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara sangat baik. Mereka aktif bertanya dan mampu menjelaskan ide penelitian yang dimiliki. Ini menjadi modal yang bagus untuk pengembangan riset di tingkat pelajar,” katanya.

Salah satu anggota tim bidang IPA dari kelas 7A, Raisa, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pra penelitian tersebut. Ia mengatakan bahwa kunjungan ke Politeknik Banjarnegara memberikan banyak pengalaman baru mengenai proses penelitian.

“Kami jadi lebih paham bagaimana menyusun penelitian dengan baik, termasuk menentukan alat dan bahan yang dibutuhkan. Selain itu, kami juga mendapat banyak masukan agar penelitian kami bisa berjalan lebih lancar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh anggota tim bidang IPT dari kelas 7A, My Farrand. Ia merasa kegiatan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses penelitian yang akan dilakukan.

“Melalui kegiatan ini kami jadi lebih siap untuk melaksanakan penelitian. Kami juga lebih memahami tahapan-tahapan yang harus dilakukan agar hasil penelitian nantinya sesuai dengan tujuan yang sudah direncanakan,” katanya.

Kegiatan pra penelitian berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif berdiskusi dengan dosen pendamping mengenai konsep penelitian yang akan mereka kembangkan. Selain itu, mereka juga mencatat berbagai saran dan masukan yang diberikan untuk penyempurnaan rencana penelitian masing-masing tim.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kedua tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat melaksanakan penelitian secara optimal dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Kegiatan tersebut juga menjadi bukti komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan budaya riset dan inovasi di kalangan siswa sejak dini. (Fy)