Tujuh Tim Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara Laksanakan Pra Penelitian di Labkesmas

Banjarnegara — Sebanyak tujuh tim riset dari MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan kegiatan pra penelitian di Labkesmas Banjarnegara pada Senin (4/5). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta sebelum memasuki tahapan penelitian dalam ajang OPSI 2026.

Tujuh tim yang mengikuti kegiatan terdiri atas lima tim bidang IPA dan dua tim bidang IPT. Seluruh tim tersebut merupakan tim yang lolos babak proposal dan berhak melanjutkan ke tahap penelitian OPSI 2026. Dari tujuh tim, dua tim berasal dari kelas 7 dan lima tim lainnya berasal dari kelas 8.

Kegiatan pra penelitian dilaksanakan untuk membantu para peserta menyusun rencana penelitian secara lebih matang. Dalam kegiatan itu, masing-masing tim memaparkan rancangan penelitian, kebutuhan alat dan bahan, serta menyusun jadwal penelitian bersama pihak laboratorium.

Koordinator Kelas Unggulan Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj Tri Widayati, menyampaikan bahwa kegiatan pra penelitian sangat penting agar proses penelitian para siswa berjalan lebih terarah dan sesuai prosedur laboratorium.

“Pra penelitian ini menjadi tahap penting karena siswa tidak hanya belajar membuat proposal, tetapi juga belajar bagaimana menyusun langkah penelitian secara nyata. Mereka dikenalkan dengan prosedur laboratorium, penjadwalan penggunaan alat, hingga kebutuhan bahan yang akan digunakan selama penelitian berlangsung,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan pihak Labkesmas Banjarnegara memberikan pengalaman berharga bagi para siswa, terutama dalam membangun budaya riset sejak dini.

“Kami berharap siswa dapat memperoleh pengalaman langsung di lingkungan laboratorium profesional sehingga kemampuan berpikir ilmiah dan keterampilan penelitian mereka semakin berkembang,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias berdiskusi dengan pihak laboratorium. Mereka mempresentasikan ide penelitian masing-masing sekaligus berkonsultasi mengenai kemungkinan teknis pelaksanaan penelitian.

Laboran dari Labkesmas Banjarnegara, Anggun Paramita, mengapresiasi semangat dan kesiapan para siswa dalam mengikuti tahapan penelitian.

“Anak-anak terlihat cukup siap dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka sudah membawa rancangan penelitian yang baik dan mulai memahami kebutuhan alat maupun bahan yang diperlukan. Kami tentu mendukung kegiatan seperti ini karena dapat menumbuhkan minat penelitian pada pelajar,” ungkapnya.

Menurut Anggun, pendampingan pada tahap awal sangat penting agar penelitian yang dilakukan siswa tetap aman, terukur, dan sesuai prosedur laboratorium.

“Melalui pra penelitian ini, kami membantu mereka menyesuaikan metode penelitian dengan fasilitas yang tersedia sehingga penelitian nanti bisa berjalan lebih efektif,” katanya.

Salah satu peserta dari tim bidang IPA kelas 7A, Raisa, mengaku senang mendapatkan kesempatan belajar langsung di laboratorium kesehatan masyarakat.

“Kami jadi tahu alat-alat yang akan digunakan dan bagaimana prosedur penelitian yang benar. Awalnya kami merasa bingung menentukan langkah penelitian, tetapi setelah berdiskusi di sini menjadi lebih jelas,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan rekannya, Noviana. Ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut membuat timnya semakin termotivasi untuk menyelesaikan penelitian dengan baik.

“Kegiatan ini membuat kami lebih percaya diri karena mendapat banyak masukan dari pihak laboratorium. Kami jadi lebih siap menghadapi tahap penelitian OPSI,” tuturnya.

Sementara itu, peserta dari tim bidang IPT kelas 7A, My Farrand, menilai kegiatan pra penelitian membantu timnya memahami kebutuhan penelitian secara lebih rinci.

“Kami jadi tahu apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum penelitian dimulai. Selain itu, kami juga mendapat saran agar penelitian kami bisa lebih maksimal,” katanya.

Rekan satu timnya, Abid Yuwono, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal untuk menghasilkan penelitian yang bermanfaat.

“Kami ingin memberikan hasil terbaik untuk madrasah. Semoga penelitian kami nanti berjalan lancar dan bisa memberikan manfaat,” ujarnya.

Melalui kegiatan pra penelitian tersebut, MTs Negeri 1 Banjarnegara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan budaya riset di kalangan siswa. Dengan pendampingan yang terarah dan kerja sama bersama Labkesmas Banjarnegara, diharapkan seluruh tim mampu melaksanakan penelitian secara optimal dan meraih hasil terbaik pada ajang OPSI 2026. (Lin)