Pelayanan Publik MTs Negeri 1 Banjarnegara Tetap Optimal di Awal Ramadan 1447 H

Banjarnegara — Mengawali bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 18–21 Februari 2026, MTs Negeri 1 Banjarnegara tetap menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik secara optimal. Meski seluruh siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tetap hadir dan menjalankan tugas di madrasah.

Kegiatan pembelajaran mandiri yang dilaksanakan siswa merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter selama bulan Ramadhan. Para siswa diarahkan untuk mengisi waktu dengan kegiatan ibadah, membantu orang tua, mengikuti aktivitas keagamaan di masjid atau musala, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang bernilai edukatif. Sementara itu, suasana di lingkungan madrasah tetap aktif dengan berbagai pelayanan administrasi dan akademik yang berjalan sebagaimana mestinya.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti meskipun kegiatan belajar mengajar tatap muka ditiadakan sementara.

“Ramadan bukan menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan. Justru di bulan yang penuh berkah ini, kami ingin menunjukkan bahwa madrasah tetap hadir untuk masyarakat. Seluruh GTK tetap melaksanakan tugas sesuai tupoksi masing-masing,” ungkap H. Yatiman.

Beliau menjelaskan bahwa pelayanan yang tetap berjalan meliputi layanan administrasi surat-menyurat, legalisasi dokumen, konsultasi orang tua, pelayanan informasi akademik, hingga koordinasi program madrasah. Selain itu, para guru juga memanfaatkan waktu untuk menyusun perangkat pembelajaran, melakukan evaluasi, serta menyiapkan program pasca-Ramadan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Tata Usaha, Aida Wachdah Hikmawaty, menyampaikan bahwa bagian tata usaha tetap membuka layanan setiap hari kerja selama periode tersebut.

“Kami memastikan bahwa kebutuhan administrasi masyarakat tetap terlayani. Baik itu pengambilan surat keterangan, pengurusan berkas, maupun konsultasi terkait data siswa. Semua tetap kami proses sesuai prosedur,” jelas Aida.

Ia menambahkan bahwa suasana kerja selama Ramadan tetap kondusif. Para pegawai datang tepat waktu dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pelayanan prima merupakan wujud integritas madrasah sebagai lembaga pendidikan negeri yang dipercaya masyarakat.

Sementara itu, salah satu guru Seni Budaya, Hj. Amri Inayati, menyampaikan bahwa para guru tetap produktif meskipun siswa belajar mandiri dari rumah.

“Guru tetap menyusun laporan pembelajaran, melakukan refleksi, serta mempersiapkan materi lanjutan. Kami juga melakukan koordinasi terkait pemantauan kegiatan mandiri siswa selama Ramadan. Jadi, meskipun siswa tidak berada di kelas, proses pendidikan tetap berjalan,” ujarnya.

Hj. Amri menambahkan bahwa momen Ramadan menjadi kesempatan bagi guru untuk melakukan penguatan spiritual sekaligus peningkatan profesionalisme. Keseimbangan antara ibadah dan tanggung jawab pekerjaan menjadi nilai yang terus dijaga.

Dari unsur tenaga kependidikan, Robbi Arya Fadila turut menegaskan komitmen pelayanan yang tetap berjalan. Ia menyampaikan bahwa bagian layanan teknis dan pendukung operasional madrasah juga tetap aktif.

“Kami tetap memastikan sarana prasarana dalam kondisi baik, melakukan pengecekan rutin, serta membantu kelancaran layanan administrasi. Prinsipnya, walaupun siswa belajar mandiri, madrasah tetap hidup dan berfungsi,” jelas Robbi.

Menurutnya, pelayanan publik yang konsisten menjadi cerminan budaya kerja profesional di lingkungan madrasah. Ramadan justru menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan dengan semangat keikhlasan dan tanggung jawab.

Selama periode 18–21 Februari 2026 tersebut, masyarakat yang datang ke madrasah tetap mendapatkan pelayanan yang ramah dan cepat. Beberapa orang tua siswa memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai perkembangan belajar anak selama program pembelajaran mandiri Ramadan. Komitmen seluruh GTK MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga institusi pelayanan masyarakat yang responsif dan profesional. Di tengah suasana Ramadan yang penuh khidmat, semangat pengabdian tetap menyala, meneguhkan peran madrasah sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima. (Lin)