MTs Negeri 1 Banjarnegara Meriahkan Karnaval Kemerdekaan ke-81 dengan Kreativitas Berbasis Aset Madrasah

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan semangat nasionalisme dan kreativitas dalam memeriahkan Karnaval Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Banjarnegara yang dilaksanakan pada Sabtu (22/8). Mengusung konsep low budget berbasis aset sekolah masing-masing, Madtsansa tampil semarak dengan melibatkan hampir 200 murid dan 25 guru serta tenaga kependidikan (GTK).

Karnaval Kemerdekaan ke-81 RI Kabupaten Banjarnegara merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Berdasarkan undangan resmi panitia, karnaval mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. MTs Negeri 1 Banjarnegara menjadi salah satu satuan pendidikan yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Keikutsertaan Madtsansa dikoordinasikan oleh Ikhsanudin. Dengan mengoptimalkan potensi, kreativitas, serta berbagai aset yang tersedia di madrasah, kontingen Madtsansa dibagi ke dalam sejumlah pasukan. Di antaranya pasukan Bhinneka, Trashion, Patchwork, kelas unggulan Tahfiz, kelas unggulan Riset, kelas unggulan Sastra, pasukan prestasi akademik dan nonakademik, serta atraksi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Pramuka.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam karnaval menjadi momentum penting bagi madrasah untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki sekaligus menanamkan nilai nasionalisme kepada peserta didik.

“Bagi kami, karnaval bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kreativitas, prestasi, kebersamaan, dan rasa cinta terhadap Indonesia. Konsep berbasis aset sekolah juga mengajarkan bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan biaya besar,” ungkapnya.

Ketua panitia kontingen Madtsansa, Ikhsanudin, menjelaskan bahwa persiapan dilakukan dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki madrasah. Konsep low budget menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi seluruh peserta untuk menghasilkan penampilan yang kreatif dan menarik.

“Kami berusaha memanfaatkan apa yang sudah ada di madrasah. Hampir 200 murid dan 25 GTK kami libatkan dalam beberapa pasukan dengan karakter masing-masing. Harapannya, setiap pasukan mampu membawa pesan tentang keunggulan dan identitas Madtsansa,” jelas Ikhsanudin.

Penampilan Madtsansa semakin menarik dengan kehadiran pasukan Trashion yang mengusung kreativitas busana berbahan limbah. Ketua OSIS Madtsansa, Tessa, menjadi salah satu peserta yang tampil mengenakan gaun berbahan limbah plastik.

“Awalnya memang terasa menantang membuat pakaian dari limbah plastik, tetapi justru di situlah kreativitas kami diuji. Kami ingin menunjukkan bahwa barang yang dianggap tidak terpakai masih bisa diolah menjadi sesuatu yang menarik dan memiliki nilai seni,” tutur Tessa.

Sementara itu, pasukan kelas unggulan Tahfiz menghadirkan simbol yang sarat makna melalui tiruan Al-Qur’an berukuran raksasa. Faqih, salah satu peserta dari kelas unggulan Tahfiz, mengungkapkan kebanggaannya dapat membawa properti tersebut dalam karnaval.

“Kami ingin menunjukkan identitas kelas Tahfiz sekaligus mengajak masyarakat untuk mencintai Al-Qur’an. Membawa tiruan Al-Qur’an berukuran besar menjadi pengalaman yang berkesan bagi kami,” ujar Faqih.

Narator karnaval Madtsansa, Novia Fajriati Alqomar, turut memegang peran penting dalam menyampaikan pesan dari setiap pasukan kepada masyarakat yang menyaksikan. Menurutnya, keberagaman penampilan menjadi kekuatan utama kontingen Madtsansa.

“Setiap pasukan memiliki cerita dan karakter yang berbeda. Ada yang menampilkan keberagaman, kepedulian terhadap lingkungan, keunggulan program madrasah, prestasi, hingga keterampilan baris-berbaris. Semuanya kami rangkai menjadi satu kesatuan yang menggambarkan Madtsansa,” ungkap Novia.

Karnaval tersebut menjadi ruang bagi murid dan GTK MTs Negeri 1 Banjarnegara untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang kreatif, edukatif, dan penuh kebersamaan. Melalui konsep low budget berbasis aset madrasah, Madtsansa membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghadirkan karya yang menarik.

Keikutsertaan dalam Karnaval Kemerdekaan ke-81 RI Kabupaten Banjarnegara sekaligus menjadi bentuk kontribusi MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan. Lebih dari sekadar tampil di hadapan masyarakat, kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta didik untuk belajar tentang kerja sama, kreativitas, tanggung jawab, keberagaman, dan kebanggaan terhadap almamater serta bangsa Indonesia. (Lin)