
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara turut ambil bagian dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (21/5) di Surya Yudha Park Banjarnegara. Pada ajang bergengsi yang mempertemukan para siswa berbakat dari berbagai sekolah dan madrasah tersebut, MTs Negeri 1 Banjarnegara mengirimkan peserta pada lima cabang lomba, yaitu Mendongeng, Menulis Cerpen, Tari Kreasi, Ilustrasi, dan Solo Vokal.
Masing-masing cabang lomba diikuti oleh dua peserta yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan di tingkat madrasah. Kehadiran para peserta menjadi wujud komitmen MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mengembangkan potensi siswa di bidang seni, sastra, dan kreativitas.
Dari seluruh cabang yang diikuti, prestasi berhasil diraih pada cabang Mendongeng melalui peserta atas nama Denessia Alya Khairunnisa yang berhasil meraih Juara Harapan 3. Dalam penampilannya, Denessia membawakan dongeng bertema cinta alam dan lingkungan yang dikemas dalam balutan cerita misteri. Penyajian yang menarik, ekspresi yang kuat, serta kemampuan membangun suasana cerita menjadi nilai lebih yang mengantarkan dirinya meraih penghargaan.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berjuang membawa nama baik madrasah. Menurutnya, keikutsertaan dalam FLS3N bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi para siswa.
“Alhamdulillah, kami bersyukur salah satu peserta berhasil meraih Juara Harapan 3 pada cabang Mendongeng. Namun yang lebih penting adalah keberanian dan pengalaman yang diperoleh seluruh peserta dalam berkompetisi di tingkat kabupaten. Mereka telah menunjukkan semangat, kerja keras, dan dedikasi yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Yatiman menambahkan bahwa madrasah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Ia berharap pengalaman mengikuti FLS3N tahun ini dapat menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan mendatang.
“Prestasi adalah proses yang dibangun secara bertahap. Kami akan melakukan evaluasi dan pembinaan yang lebih intensif sehingga pada ajang berikutnya siswa-siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat tampil lebih optimal dan meraih prestasi yang lebih membanggakan,” tambahnya.
Pembimbing cabang Mendongeng, Linara, mengungkapkan bahwa persiapan yang dilakukan cukup panjang. Bersama rekannya, Agustina Dewi, ia mendampingi peserta dalam penyusunan naskah, penguatan karakter tokoh, penghayatan cerita, hingga teknik vokal dan ekspresi.
“Tema yang diangkat Denessia tentang cinta alam dan lingkungan. Agar lebih menarik, cerita dikemas dalam nuansa misteri sehingga penonton dapat mengikuti alur cerita dengan rasa penasaran. Kami bersyukur usaha yang dilakukan selama proses latihan membuahkan hasil meskipun masih ada banyak hal yang perlu ditingkatkan,” jelas Linara.
Sementara itu, Agustina Dewi menilai keberhasilan Denessia merupakan hasil dari kedisiplinan dan kesungguhan selama masa latihan.
“Denessia memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia terbuka terhadap masukan dan selalu berusaha memperbaiki penampilannya dari waktu ke waktu. Penghargaan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkembang,” katanya.
Denessia Alya Khairunnisa mengaku senang dan bangga dapat mewakili madrasah serta memperoleh penghargaan pada ajang tersebut. Menurutnya, proses latihan yang dijalani memberikan banyak pelajaran tentang kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara Harapan 3. Awalnya saya merasa gugup karena harus tampil di hadapan banyak orang dan peserta lain yang hebat-hebat. Tetapi saya berusaha fokus pada cerita yang saya bawakan. Terima kasih kepada para pembimbing, orang tua, dan madrasah yang selalu mendukung,” ungkap Denessia.
Di sisi lain, peserta cabang Menulis Cerpen, Raisa Alin, mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga meskipun belum berhasil meraih juara.
“FLS3N menjadi kesempatan bagi saya untuk menguji kemampuan menulis sekaligus belajar dari karya peserta lain. Hasil yang diperoleh tahun ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas tulisan saya,” tuturnya.
Keikutsertaan dalam FLS3N 2026 menjadi bukti bahwa MTs Negeri 1 Banjarnegara terus mendorong peserta didik untuk berani berkarya, berkompetisi, dan mengembangkan potensi diri. Prestasi yang diraih Denessia Alya Khairunnisa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berusaha dan tidak takut menghadapi tantangan dalam berbagai bidang lomba maupun kegiatan pengembangan diri. (Fy)
