
Banjarnegara — Sebanyak lima tim riset dari MTs Negeri 1 Banjarnegara berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos ke babak final Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026. Pengumuman hasil seleksi tersebut disampaikan pada Senin (18/5) melalui laman resmi penyelenggara KREASI. Ajang nasional ini menjadi wadah pengembangan riset dan inovasi pelajar Indonesia di bidang ilmu pengetahuan, sosial, humaniora, teknologi, dan keagamaan.
Kelima tim yang lolos seluruhnya berasal dari bidang Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora dan Keagamaan (ISHK) dengan berbagai subbidang penelitian. Tim pertama terdiri atas Yumna Nur Mabruroh dan Alifhia Callista Putri Darmawan pada subbidang Sosiologi, Ekonomi, dan Kewirausahaan. Tim kedua adalah Jocelyn Khalisa Balqis dan Nova Amalia Kayla Putri pada subbidang Pendidikan, Psikologi, dan Kesehatan Mental. Tim ketiga beranggotakan Miladya Khansa Maulana dan Shafa Zalika Lorena pada subbidang Bahasa, Budaya, dan Agama. Selanjutnya, tim keempat terdiri atas Nada Khaira Lubna dan Haqilah Cantika Putri, serta tim kelima Narendra Parama Neshaputra dan Nauval Azka Pratama Santoso yang juga mengangkat penelitian pada subbidang Bahasa, Budaya, dan Agama.
Kepala madrasah, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian luar biasa tersebut. Menurutnya, keberhasilan lima tim menembus babak final menjadi bukti bahwa budaya riset di madrasah semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kabar yang sangat membanggakan bagi keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara. Anak-anak menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berprestasi dalam riset dan inovasi. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan berani meneliti berbagai persoalan di lingkungan sekitar,” ujar H. Yatiman.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru pembimbing yang selama ini mendampingi proses penelitian siswa dengan penuh kesabaran dan dedikasi. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi yang baik antara siswa, guru pembimbing, dan dukungan orang tua.
Koordinator kelas unggulan riset, Hj. Tri Widayati, turut mengungkapkan rasa haru atas hasil yang diraih para siswa binaannya. Ia menjelaskan bahwa proses menuju babak final tidaklah mudah karena setiap tim harus melewati tahapan seleksi proposal yang cukup ketat.
“Kami sangat bersyukur karena lima tim berhasil lolos final. Anak-anak sudah bekerja keras sejak tahap penyusunan ide, pengumpulan data, hingga penulisan proposal penelitian. Mereka belajar berpikir kritis, ilmiah, dan mampu menuangkan gagasan secara sistematis. Ini merupakan hasil dari proses panjang yang penuh semangat dan kerja sama,” jelasnya.
Tri Widayati menambahkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi indikator positif berkembangnya budaya literasi dan penelitian di lingkungan madrasah. Ia berharap para finalis dapat mempersiapkan diri lebih maksimal untuk menghadapi tahap berikutnya.
Salah satu anggota tim, Yumna Nur Mabruroh, mengaku tidak menyangka dapat melaju hingga babak final. Ia mengatakan bahwa proses penelitian memberikan banyak pengalaman baru baginya.
“Awalnya kami hanya ingin mencoba menuangkan ide penelitian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ternyata bisa lolos final dan itu membuat kami semakin semangat. Kami ingin memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik madrasah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Jocelyn Khalisa Balqis. Ia merasa kegiatan riset membuat dirinya lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan serta melatih kemampuan bekerja sama dalam tim.
“Kami belajar banyak selama proses penelitian, mulai dari mencari referensi hingga menyusun laporan ilmiah. Meski cukup melelahkan, kami menikmati setiap prosesnya. Semoga di final nanti kami bisa tampil maksimal,” katanya.
Sementara itu, Narenda Parama Neshaputra mengungkapkan rasa bangganya dapat menjadi bagian dari tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal berharga untuk melanjutkan pendidikan di masa mendatang.
Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) merupakan ajang nasional yang bertujuan mendorong lahirnya peneliti muda Indonesia yang kreatif dan inovatif. Kompetisi ini diikuti oleh pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam bidang penelitian.
Keberhasilan lima tim MTs Negeri 1 Banjarnegara lolos ke babak final menjadi prestasi membanggakan sekaligus memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang aktif mengembangkan budaya riset, inovasi, dan prestasi di tingkat nasional. (Lin)
