
Banjarnegara — Linara, guru matematika yang juga pembimbing kelas sastra MTs Negeri 1 Banjarnegara didaulat sebagai jslaah satu juri dalam ajang Lomba Bertutur Jenjang MI tingkat Kabupaten Banjarnegara. kegiatan yang digelar pada Rabu (1/4). Bertempat di Aula Lantai 2 Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Banjarnegara, kegiatan ini berlangsung meriah dengan diikuti oleh 24 peserta yang merupakan utusan dari masing-masing kecamatan di Banjarnegara.
Lomba bertutur yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan literasi, serta melatih kepercayaan diri peserta didik dalam menyampaikan cerita secara lisan. Selain itu, ajang ini juga menjadi tahap seleksi untuk menentukan 10 peserta terbaik yang nantinya akan mewakili MI dalam Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah Banjarnegara pada 14 April mendatang, bersama peserta dari 40 sekolah dasar se-Kabupaten Banjarnegara.
Dalam keterangannya, Linara mengungkapkan bahwa dirinya merasa bangga dapat dipercaya menjadi bagian dari dewan juri dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kemampuan bertutur merupakan salah satu bentuk nyata dari hasil literasi yang baik.
“Melalui lomba bertutur ini, anak-anak tidak hanya dituntut mampu membaca, tetapi juga memahami isi cerita dan menyampaikannya kembali dengan ekspresi, intonasi, serta penghayatan yang baik. Ini adalah keterampilan penting yang perlu terus diasah sejak dini,” ujar Linara.
Ia juga menambahkan bahwa para peserta menunjukkan potensi yang luar biasa. “Saya melihat banyak peserta yang sudah tampil dengan sangat percaya diri dan mampu membawakan cerita dengan menarik. Tentu ini menjadi harapan besar bagi perkembangan literasi di Banjarnegara,” imbuhnya.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, turut memberikan apresiasi atas keikutsertaan Linara sebagai juri dalam ajang tersebut. Ia menilai hal ini sebagai bentuk kontribusi nyata madrasah dalam mendukung pengembangan pendidikan di tingkat dasar.
“Kami sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada salah satu guru kami. Ini menunjukkan bahwa kompetensi guru MTs Negeri 1 Banjarnegara diakui secara luas. Semoga keikutsertaan ini juga dapat menginspirasi siswa untuk terus mengembangkan bakatnya, khususnya di bidang literasi dan sastra,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara, Suharno, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaring bibit-bibit unggul dalam bidang literasi.
“Kami berharap melalui lomba ini akan lahir generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu mengekspresikan isi bacaan dengan baik. Sepuluh peserta terbaik hari ini akan kami siapkan untuk melaju ke tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah,” jelas Suharno.
Dari sisi pendamping, Rosikhun, salah satu guru dari MIN 2 Banjarnegara, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam meningkatkan keberanian dan keterampilan berbicara di depan umum.
“Anak-anak jadi lebih percaya diri dan belajar bagaimana menyampaikan cerita dengan baik. Ini pengalaman berharga bagi mereka, apalagi bisa bertemu dan berkompetisi dengan peserta dari berbagai kecamatan,” tuturnya.
Ajeng, peserta dari MI Al Fatah Banjarnegara yang berhasil meraih juara pertama, mengaku sangat senang dan tidak menyangka dapat meraih prestasi tersebut.
“Saya sangat bahagia bisa menjadi juara satu. Awalnya sempat gugup, tapi saya mencoba tampil semaksimal mungkin. Terima kasih kepada guru dan orang tua yang selalu mendukung saya,” ujar Ajeng dengan penuh semangat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan budaya literasi di kalangan siswa madrasah semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, serta percaya diri dalam menyampaikan gagasan. (Fy)
