
Banjarnegara — Pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) bagi kelas VII dan VIII serta Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) bagi kelas IX di MTs Negeri 1 Banjarnegara mendapat monitoring dan evaluasi langsung dari Pengawas MTs/MA Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Hj. Nur Farida, pada Senin (2/3). Kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga mutu pelaksanaan asesmen agar berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan.
Kehadiran pengawas disambut langsung oleh Kepala Madrasah, dewan guru, serta panitia pelaksana ASTS dan ASAT. Monitoring dilaksanakan melalui sesi tanya jawab dan diskusi bersama panitia guna memastikan seluruh tahapan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan teknis di lapangan, berjalan tertib dan lancar.
Kepala Madrasah, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan yang dilakukan pengawas. Menurutnya, monitoring ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan asesmen di madrasah.
“Kami menyambut baik kegiatan monitoring dan evaluasi ini. Kehadiran Ibu Pengawas menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga integritas dan mutu pelaksanaan ASTS dan ASAT. Kami berkomitmen melaksanakan asesmen secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar H. Yatiman.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ASTS untuk kelas VII dan VIII dilaksanakan berbasis Android melalui aplikasi CBT Exam, sedangkan ASAT kelas IX menggunakan sistem ujian berbasis kertas. Sebanyak 30 ruang ujian telah disiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan, lengkap dengan pengawasan yang terjadwal secara sistematis.
Sementara itu, Pengawas MTs/MA, Hj. Nur Farida, menegaskan bahwa monitoring yang dilakukan bertujuan memastikan pelaksanaan asesmen berjalan sesuai dengan petunjuk teknis dan prinsip penilaian yang objektif.
“Monitoring ini bukan semata mencari kekurangan, tetapi sebagai bentuk pendampingan dan pembinaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari penyusunan soal, penggandaan, distribusi, hingga pelaksanaan ujian di ruang-ruang kelas, berjalan sesuai standar operasional prosedur,” jelasnya.
Dalam sesi tanya jawab bersama panitia, Hj. Nur Farida menggali informasi terkait kesiapan perangkat ujian, mekanisme pengawasan, sistem keamanan naskah soal, hingga kendala teknis yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan. Ia juga mengapresiasi kesiapan panitia dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan hambatan, terutama pada pelaksanaan ujian berbasis digital.
“Saya melihat pelaksanaan ASTS dan ASAT di MTs Negeri 1 Banjarnegara sudah berjalan dengan baik dan tertib. Panitia memahami tugas dan tanggung jawabnya. Semoga kualitas ini terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.
Ketua Panitia ASTS dan ASAT Madtsansa, Hj. Siti Masruroh, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan. Panitia membentuk beberapa seksi, mulai dari penyusunan jadwal, pengolahan soal, hingga tim teknis CBT.
“Kami melakukan koordinasi intensif agar semua berjalan sesuai rencana. Untuk ujian berbasis Android, kami memastikan perangkat siswa siap dan jaringan dalam kondisi stabil. Sedangkan untuk ujian berbasis kertas, pengamanan naskah soal menjadi prioritas utama,” ungkap Hj. Siti Masruroh.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan penuh dari kepala madrasah dan seluruh guru menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan asesmen tahun ini.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Panitia, Novia Fajriati Alqomar, menjelaskan bahwa administrasi pelaksanaan ujian disusun secara detail dan terdokumentasi dengan baik.
“Kami menyiapkan seluruh dokumen pendukung, mulai dari daftar hadir, berita acara, hingga laporan pelaksanaan harian. Semua kami arsipkan secara rapi sebagai bentuk pertanggungjawaban dan bahan evaluasi ke depan,” jelas Novia.
Menurutnya, sesi evaluasi bersama pengawas menjadi kesempatan berharga untuk menerima masukan konstruktif demi penyempurnaan pelaksanaan asesmen di masa mendatang.
Pelaksanaan monitoring ini diharapkan semakin memperkuat komitmen mutu di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara. Dengan kolaborasi yang baik antara pihak madrasah dan pengawas, diharapkan ASTS dan ASAT Tahun Ajaran 2025/2026 dapat memberikan gambaran capaian kompetensi siswa secara objektif dan akurat. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif tersebut ditutup dengan harapan bersama agar seluruh rangkaian asesmen berjalan lancar hingga hari terakhir pelaksanaan. Monitoring ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara madrasah dan Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berintegritas. (Lin)
