
Banjarnegara — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid MTs Negeri 1 Banjarnegara. Kali ini, Adhiyaksa, murid kelas 7A unggulan riset, berhasil meraih medali perak dalam ajang 2nd Islamic Youth Festival (IYF) Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 untuk bidang Olimpiade Bahasa Inggris. Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan Adhiyaksa lolos ke babak final tingkat nasional yang akan diselenggarakan secara luring di Jakarta.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara atau Madtsansa. Pasalnya, sebagai murid kelas VII yang baru memulai perjalanan pendidikannya di madrasah, Adhiyaksa telah mampu menunjukkan kompetensi dan kepercayaan diri dalam berkompetisi di bidang bahasa Inggris. Capaian tersebut juga menjadi bukti bahwa potensi akademik murid Madtsansa terus berkembang dan mampu bersaing dalam berbagai ajang kompetisi.
2nd Islamic Youth Festival merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kompetensi, kreativitas, serta kemampuan menghadapi tantangan global. Salah satu cabang yang dipertandingkan adalah Olimpiade Bahasa Inggris dengan tahapan seleksi mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Dalam kompetisi tersebut, Adhiyaksa mengikuti seleksi tingkat provinsi yang dilaksanakan secara daring. Persaingan yang diikuti peserta dari berbagai daerah menuntut penguasaan bahasa Inggris, ketelitian, serta kemampuan memahami berbagai bentuk soal. Berdasarkan hasil seleksi, Adhiyaksa berhasil menempati posisi peraih medali perak. Capaian tersebut memastikan langkahnya berlanjut ke babak final tingkat nasional yang akan mempertemukannya dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Wakil kepala urusan kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih Adhiyaksa. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari keberanian murid dalam mengambil kesempatan, kesungguhan belajar, serta dukungan berbagai pihak di lingkungan madrasah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Adhiyaksa. Meraih medali perak pada seleksi tingkat provinsi bukanlah hal yang sederhana, terlebih Adhiyaksa merupakan murid kelas VII yang masih berada pada tahap awal perjalanan pendidikannya di Madtsansa. Prestasi ini menunjukkan bahwa kesempatan berkompetisi harus diberikan kepada seluruh murid sesuai dengan potensi dan kemampuannya. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Adhiyaksa untuk mempersiapkan diri menghadapi babak final nasional sekaligus menginspirasi murid lainnya agar terus berprestasi,” ungkap Ikhsanudin.
Sementara itu, pembina bahasa Inggris Madtsansa, Agustina Dewi Merdekawati, mengungkapkan bahwa keberhasilan Adhiyaksa menjadi salah satu capaian positif dalam pembinaan kemampuan bahasa Inggris di madrasah. Menurutnya, kompetisi olimpiade tidak hanya menguji penguasaan kosakata dan tata bahasa, tetapi juga kemampuan memahami konteks, menganalisis bacaan, serta menggunakan pengetahuan bahasa Inggris untuk menjawab berbagai persoalan.
“Alhamdulillah, Adhiyaksa mampu menunjukkan hasil yang membanggakan. Medali perak ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan bahasa Inggris. Masih ada babak final nasional yang harus dipersiapkan. Kami akan berupaya memberikan pendampingan agar Adhiyaksa semakin siap, baik dari sisi penguasaan materi maupun mental berkompetisi. Harapannya, ia dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Madtsansa,” tuturnya.
Wali kelas 7A unggulan riset, Musfiatul Muniroh, juga menyampaikan kebahagiaannya atas pencapaian anak didiknya. Ia menilai prestasi Adhiyaksa menjadi kebanggaan kelas sekaligus bukti bahwa semangat belajar dan keberanian mencoba dapat membuka peluang untuk meraih keberhasilan.
“Sebagai wali kelas, saya tentu sangat bangga dan bersyukur. Adhiyaksa telah memberikan contoh positif bahwa murid kelas VII pun mampu menunjukkan prestasi dalam kompetisi tingkat provinsi. Semoga keberhasilan ini tidak membuatnya cepat berpuas diri, tetapi justru semakin bersemangat untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional. Kami sekelas tentu akan terus memberikan dukungan dan doa terbaik,” ungkapnya.
Adhiyaksa sendiri mengaku bersyukur dan senang dapat meraih medali perak sekaligus memperoleh kesempatan melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional. Baginya, pencapaian tersebut merupakan pengalaman berharga yang memberikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan medali perak dan lolos ke final nasional. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru, khususnya pembina bahasa Inggris, wali kelas, serta keluarga yang telah memberikan dukungan dan bimbingan. Saya akan berusaha belajar lebih giat lagi dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa memberikan hasil terbaik di Jakarta nanti,” ujar Adhiyaksa.
Berdasarkan ketentuan penyelenggaraan 2nd Islamic Youth Festival 2026, babak final tingkat nasional dijadwalkan berlangsung pada 14–15 November 2026 di Hall Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Jakarta. Tahapan nasional ini menjadi kesempatan bagi peserta yang lolos dari seleksi provinsi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam persaingan tingkat nasional.
Keberhasilan Adhiyaksa menjadi tambahan catatan prestasi sekaligus penyemangat bagi pengembangan kelas unggulan riset MTs Negeri 1 Banjarnegara. Madtsansa berharap kesempatan yang diperoleh Adhiyaksa dapat dimanfaatkan dengan optimal sehingga mampu melangkah lebih jauh dan mengharumkan nama madrasah.
Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Madtsansa dalam memberikan ruang bagi setiap murid untuk mengembangkan bakat dan potensinya. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, dukungan guru, serta semangat belajar yang tidak pernah padam, Madtsansa optimistis akan terus melahirkan generasi berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Lin)
