
Banjarnegara — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara. Kali ini, dua siswa kelas IX A, Zulfikar Adhi Musaffa dan Husna Dzihni Meirin (Zizi), berhasil meraih Juara III tingkat nasional dalam ajang National Research and Innovation Fair (NRIF) 2026 pada kategori Karya Tulis Ilmiah (KTI) jenjang SMP/MTs. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan budaya riset yang dikembangkan di Madtsansa mampu melahirkan inovasi yang kompetitif di tingkat nasional.
Keberhasilan Zulfikar dan Zizi diraih melalui karya penelitian berjudul “Pengembangan Smart Sticker Berbasis Nata de Coco dan Amonium Molibdat sebagai Biosensor Gas Etilen untuk Monitoring Kematangan serta Degradasi Pascapanen Buah Carica pubescens di Wilayah Dieng.” Penelitian tersebut mengangkat potensi pemanfaatan bahan berbasis nata de coco dan amonium molibdat untuk mengembangkan stiker pintar yang dapat digunakan sebagai biosensor dalam memantau proses kematangan serta degradasi pascapanen buah carica.
Mengangkat potensi komoditas lokal khas kawasan Dieng, penelitian ini menunjukkan bagaimana persoalan di lingkungan sekitar dapat menjadi inspirasi lahirnya sebuah inovasi ilmiah. Gagasan tersebut tidak hanya menawarkan pendekatan teknologi sederhana dalam pemantauan kematangan buah, tetapi juga memperlihatkan kepedulian generasi muda terhadap potensi sumber daya daerah dan tantangan pengelolaan hasil pertanian.
Keberhasilan ini sekaligus menempatkan Madtsansa pada jajaran peraih prestasi nasional dalam bidang riset dan inovasi. NRIF 2026 mengusung tema aktualisasi peran generasi muda melalui riset dan inovasi dalam menjawab tantangan global, dengan salah satu subtema Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Kompetisi tersebut memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan gagasan ilmiah, menyusun karya penelitian, serta mempertanggungjawabkan hasil pemikirannya melalui tahapan penilaian dan presentasi.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian kedua siswa tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari proses pembelajaran, pembinaan, kerja keras siswa, serta pendampingan guru yang berjalan secara berkesinambungan.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Zulfikar dan Zizi. Juara III tingkat nasional dalam ajang NRIF 2026 merupakan pencapaian yang luar biasa dan menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar Madtsansa. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan untuk menghasilkan gagasan dan inovasi yang dapat bersaing di tingkat nasional. Kami berharap keberhasilan ini semakin memotivasi siswa lainnya untuk berani meneliti, berkreasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ungkapnya.
Koordinator Kelas Unggulan Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara sekaligus pembimbing penelitian, Hj. Tri Widayati, S.Pd., mengungkapkan bahwa proses penelitian membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan komitmen yang kuat dari para siswa. Menurutnya, pendampingan tidak hanya diarahkan pada penyelesaian karya tulis, tetapi juga pada pembentukan pola pikir ilmiah dan kemampuan siswa dalam mengembangkan solusi atas permasalahan nyata.
“Penelitian ini berangkat dari upaya menggali potensi lokal buah carica Dieng dan mengembangkannya menjadi sebuah gagasan inovatif. Zulfikar dan Zizi menunjukkan semangat belajar yang baik selama proses penyusunan penelitian. Mereka belajar mengamati permasalahan, mencari referensi, mengembangkan ide, hingga menyusun hasil penelitian secara sistematis. Tentu ada proses panjang yang harus dilalui, tetapi alhamdulillah kerja keras mereka membuahkan hasil yang membanggakan,” jelas Tri Widayati.
Sementara itu, Zulfikar mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat membawa nama MTs Negeri 1 Banjarnegara meraih prestasi di tingkat nasional. Ia mengaku pengalaman mengikuti kompetisi riset memberikan banyak pengetahuan baru, terutama dalam memahami bagaimana sebuah permasalahan dapat dikembangkan menjadi ide penelitian.
“Awalnya kami tertarik mengangkat potensi buah carica yang menjadi salah satu komoditas khas Dieng. Dari situ kami mencoba mengembangkan gagasan smart sticker sebagai biosensor gas etilen. Prosesnya memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran baru bagi kami. Kami sangat bersyukur bisa meraih Juara III nasional. Terima kasih kepada madrasah dan Bu Tri Widayati yang telah membimbing serta mendukung kami,” tuturnya.
Senada dengan Zulfikar, Zizi menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang penelitian dan inovasi.
“Kami tidak menyangka bisa memperoleh hasil yang membanggakan ini. Banyak hal yang kami pelajari selama mengikuti kegiatan riset, mulai dari mengembangkan ide hingga menyampaikan gagasan secara ilmiah. Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus belajar dan tidak takut mencoba hal baru. Semoga penelitian yang kami lakukan juga dapat memberikan manfaat,” ungkapnya.
Prestasi Zulfikar dan Zizi semakin memperkuat komitmen MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mengembangkan kelas unggulan riset sebagai ruang tumbuh bagi siswa yang memiliki minat dan potensi di bidang penelitian. Madrasah berharap capaian tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengeksplorasi potensi, berani berinovasi, serta menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Keberhasilan ini bukan sekadar tentang sebuah gelar juara, melainkan juga tentang tumbuhnya generasi muda madrasah yang mampu membaca potensi lingkungan, berpikir ilmiah, dan menawarkan solusi melalui inovasi. Dari Madtsansa, karya riset pelajar kembali membuktikan bahwa gagasan besar dapat tumbuh dari kepedulian terhadap potensi lokal. (Lin)
