
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pelaksanaan supervisi pembelajaran. Kegiatan supervisi dilaksanakan oleh H. Slamet Brotoseno terhadap guru IPA, Novia Fajriati Alqomar, pada Selasa (6/10) di kelas 7C dengan materi pembelajaran tentang mikroskop.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis madrasah dalam melakukan pembinaan profesional kepada guru, sekaligus memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif, terarah, dan sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Supervisi tidak sekadar menjadi sarana pengamatan terhadap aktivitas mengajar, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya refleksi dan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.
Dalam pembelajaran tersebut, Novia Fajriati Alqomar menyampaikan materi mikroskop sebagai salah satu instrumen penting dalam pembelajaran IPA. Materi ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal fungsi, bagian-bagian, serta kegunaan mikroskop dalam mengamati objek yang tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kegiatan pengamatan ilmiah.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa supervisi pembelajaran merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di madrasah.
“Supervisi pembelajaran bukan semata-mata kegiatan untuk menilai kinerja guru, melainkan sarana pembinaan agar guru dapat terus mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami berharap setiap guru mampu melakukan evaluasi terhadap praktik mengajarnya sehingga pembelajaran semakin menarik, efektif, dan mampu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik,” ungkapnya.
Menurut Yatiman, pelaksanaan supervisi juga menjadi bentuk komitmen madrasah dalam menjaga kualitas pembelajaran sekaligus mendorong para guru untuk terus berinovasi. Pemanfaatan media pembelajaran, pemilihan strategi yang tepat, serta keterlibatan aktif peserta didik menjadi beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.
Supervisor, H. Slamet Brotoseno, menjelaskan bahwa supervisi dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran, mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, hingga penutup. Pengamatan tersebut bertujuan memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pembelajaran sekaligus mengidentifikasi aspek yang sudah berjalan baik dan hal-hal yang masih dapat ditingkatkan.
“Supervisi harus dilaksanakan secara objektif, konstruktif, dan kooperatif. Fokus utamanya adalah membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya. Melalui pengamatan di kelas, kami dapat melihat bagaimana guru menyampaikan materi, mengelola kelas, menggunakan media pembelajaran, serta melibatkan siswa dalam proses belajar,” jelas Slamet.
Ia menambahkan bahwa supervisi tidak berhenti setelah kegiatan observasi selesai. Hasil pengamatan perlu dianalisis dan ditindaklanjuti melalui diskusi serta pemberian umpan balik yang membangun. Dengan demikian, guru memiliki kesempatan untuk merefleksikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan menyusun langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sementara itu, Novia Fajriati Alqomar menyambut baik pelaksanaan supervisi pembelajaran tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran IPA yang diampunya.
“Melalui supervisi, saya dapat memperoleh perspektif lain mengenai proses pembelajaran yang saya laksanakan. Masukan dari supervisor sangat bermanfaat sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki strategi mengajar, meningkatkan keterlibatan siswa, serta mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran, khususnya dalam penyampaian materi IPA,” tuturnya.
Ia berharap hasil supervisi dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Pelaksanaan supervisi pembelajaran di MTs Negeri 1 Banjarnegara diharapkan mampu memperkuat budaya peningkatan mutu pendidikan secara berkesinambungan. Melalui kolaborasi antara pimpinan madrasah, supervisor, dan guru, setiap proses pembelajaran diharapkan semakin berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik. (Lin)
