
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara atau Madtsansa melaksanakan kegiatan pembagian hasil Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal Tahun Ajaran 2026/2027 kepada orang tua/wali murid pada Kamis dan Jumat (8–9/10). Kegiatan yang berlangsung di lapangan indoor Madtsansa ini menjadi salah satu sarana komunikasi antara madrasah dan orang tua dalam memantau perkembangan belajar peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran pada semester gasal.
Pembagian hasil ASTS dilaksanakan selama dua hari dengan pembagian jadwal berdasarkan jenjang kelas. Pada Kamis (8/10), pengambilan hasil ASTS diperuntukkan bagi orang tua/wali murid kelas VII dan VIII. Sementara itu, pada Jumat (9/10), giliran orang tua/wali murid kelas IX yang hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh madrasah.
Untuk kelas VII, pengambilan hasil ASTS dilaksanakan pukul 07.30–09.30 WIB, meliputi kelas VII A hingga VII J. Pada waktu yang sama, orang tua/wali murid kelas VIII A hingga VIII J mengambil hasil ASTS pada pukul 09.30–11.30 WIB. Adapun untuk kelas IX, pengambilan hasil dibagi menjadi dua sesi, yakni kelas IX A hingga IX E pada pukul 07.30–09.30 WIB dan kelas IX F hingga IX J pada pukul 09.30–11.30 WIB.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, Drs. H. Yatiman, M.Pd.I., menyampaikan bahwa pembagian hasil ASTS merupakan bagian penting dari proses evaluasi pendidikan. Menurutnya, hasil asesmen tidak semata-mata menjadi gambaran capaian akademik peserta didik, tetapi juga menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Pembagian hasil ASTS ini hendaknya dimanfaatkan oleh orang tua untuk mengetahui perkembangan belajar putra-putrinya. Nilai yang diperoleh merupakan salah satu indikator capaian pembelajaran yang perlu disikapi secara bijak. Jika hasilnya sudah baik, tentu harus dipertahankan dan ditingkatkan. Jika masih ada kekurangan, mari kita jadikan sebagai motivasi untuk belajar lebih giat,” ungkapnya.
H. Yatiman juga menekankan pentingnya kerja sama antara madrasah dan keluarga dalam mendampingi peserta didik. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di madrasah, tetapi juga dipengaruhi oleh perhatian, pengawasan, dan dukungan orang tua di rumah.
Wali kelas VII D, Dody Herdiyanto, menjelaskan bahwa pertemuan dengan orang tua pada saat pembagian hasil asesmen menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi mengenai kebiasaan belajar, kedisiplinan, dan penyesuaian peserta didik di jenjang madrasah tsanawiyah.
“Peserta didik kelas VII masih berada dalam tahap penyesuaian dari lingkungan sekolah sebelumnya menuju jenjang pendidikan yang baru. Karena itu, pendampingan orang tua sangat diperlukan, terutama dalam membangun kebiasaan belajar yang teratur, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Hasil ASTS ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar anak semakin termotivasi untuk berkembang,” tuturnya.
Sementara itu, wali kelas VIII A, Widi Widayati, menyampaikan bahwa peserta didik kelas VIII perlu terus didorong untuk meningkatkan kemandirian belajar. Pada tahap ini, anak diharapkan semakin mampu mengenali kelebihan dan kekurangannya serta menyusun strategi untuk memperbaiki hasil belajar.
“Melalui pembagian hasil ASTS, kami berharap orang tua dapat mengetahui perkembangan putra-putrinya secara lebih dekat. Kami mengajak orang tua untuk memberikan apresiasi atas usaha anak sekaligus mendampingi mereka memperbaiki bagian-bagian yang masih perlu ditingkatkan. Dukungan dan komunikasi yang baik akan membantu anak lebih percaya diri dalam menjalani pembelajaran,” jelasnya.
Hal senada disampaikan wali kelas IX E, Ratna Damayanti. Ia menegaskan bahwa peserta didik kelas IX membutuhkan pendampingan yang lebih intensif karena sedang berada pada jenjang akhir pendidikan di madrasah tsanawiyah. Menurutnya, evaluasi hasil asesmen perlu diikuti dengan langkah nyata untuk memperkuat penguasaan materi dan menjaga konsistensi belajar.
“Anak-anak kelas IX perlu memanfaatkan hasil ASTS sebagai bahan untuk memetakan kemampuan diri. Materi yang sudah dikuasai harus dipertahankan, sedangkan materi yang belum maksimal perlu dipelajari kembali. Kami berharap orang tua terus mendampingi, mengingatkan jadwal belajar, serta memberikan motivasi agar anak dapat menyelesaikan pendidikan di madrasah dengan hasil terbaik,” ungkapnya.
Salah satu orang tua/wali murid kelas VII E, Nanang Kurniawan, menyambut baik kegiatan pembagian hasil ASTS tersebut. Menurutnya, kesempatan bertemu dengan pihak madrasah membantu orang tua memperoleh gambaran mengenai perkembangan pendidikan anak sekaligus memperkuat komunikasi dengan wali kelas.
“Bagi kami sebagai orang tua, pembagian hasil ASTS menjadi momen penting untuk mengetahui perkembangan belajar anak. Hasil ini bisa menjadi bahan evaluasi di rumah, sehingga kami dapat lebih memperhatikan kebiasaan belajar dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan anak. Kami berharap komunikasi antara orang tua dan madrasah terus terjalin dengan baik demi kemajuan peserta didik,” ujarnya.
Selain menerima hasil asesmen, orang tua/wali murid juga diingatkan untuk melengkapi kekurangan administrasi madrasah sesuai pemberitahuan yang disampaikan. Kehadiran orang tua diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin penerimaan hasil belajar, tetapi juga wujud keterlibatan aktif keluarga dalam mendukung pendidikan.
Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara madrasah dan orang tua. Dengan komunikasi yang terbuka, evaluasi yang berkelanjutan, serta pendampingan yang konsisten, hasil ASTS diharapkan menjadi pijakan bagi peserta didik untuk memperbaiki proses belajar, meningkatkan prestasi, dan membentuk karakter yang disiplin serta bertanggung jawab. (Fy)
